Musuh Tapi Sayang

Musuh Tapi Sayang
Menangis


__ADS_3

Karena takut dipukuli para pengguna jalan yang terus menuding, berteriak, dan menyalahkannya, Alma segera berbalik badan, berlari kencang untuk masuk Kembali ke dalam mobilnya, lalu ia langsung tancap gas meninggalkan jalan raya itu sambil bergumam, "Maafkan aku! Aku tidak jadi menolong kamu dan membawa kamu ke rumah sakit. Semoga kamu selamat"


Ada seseorang di tengah kerumunan orang banyak yang berbaik hati menelepon salah satu rumah sakit swasta untuk mengirimkan ambulans. Namun, sayangnya karena padatnya jalan raya dan kesibukan di rumah sakit swasta tersebut, ambulans baru datang empat puluh lima menit kemudian.


Ratna di masukkan ke dalam ambulans sudah dalam keadaan kritis.


Galih yang tengah berada di dalam bus bersama dengan rombongan siswa yang mengikuti olimpiade science tersentak kaget saat dia mengusap keringat di keningnya dengan sapu tangan pemberiannya Ratna. "Kenapa sapu tangan ini bau amis darah? Padahal aku tidak terluka"


Deg! Perasaan Galih mulai terasa tidak nyaman. Pemuda tampan dan berotak brilian itu langsung menelepon Ratna. Namun, telepon genggamnya Ratna tidak aktif, maka semakin kacau lah pikiran dan perasaannya Galih.


Setelah menghubungi telepon genggamnya Ratna sebanyak sepuluh kali lebih dan tidak ada sahutan, Galih langsung bergumam, "Kenapa Ratna tidak bisa dihubungi? Kenapa ponselnya tidak aktif? Ratna ke mana?" Galih menggenggam erat ponselnya dengan jantung berdegup abnormal dan wajah penuh dengan kekhawatiran. Dia sangat mengkhawatirkan Ratna.


Alma pulang ke rumah papanya yang mewah bak istana dan langsung disambut hangat oleh senyum papanya, "Kau sudah pulang? Ayo makan bersama. Ada yang ingin Papa sampaikan sama kamu"


Alma langsung mengikuti langkah papanya menuju ke tepi kolam renang.


Kenapa Papa mengajakku makan di tepi kolam renang? Batin Alma.

__ADS_1


Alma langsung membeku di depan meja makan saat ia melihat ada seorang wanita muda nan cantik dan seksi.


Wanita cantik dan seksi itu tersenyum ke Alma dan sambil mengulurkan tangannya ia berkata, "Hai! Kenalkan namaku Joy"


Alih-alih menyambut uluran tangan wanita itu, Alma menoleh ke papanya dan bertanya dengan wajah dingin, "Dia siapa, Pa?"


Wanita cantik dan seksi yang bernama Joy langung menarik kembali tangannya lalu menatap papanya Alma dari arah samping.


Papanya Alma, Eros Jacob, tersenyum ke putri cantiknya lalu berkata, "Dia anak magang di kantor Papa. Dia baru magang selama satu tahun ini. Masih kuliah semester enam. Dia hebat baru semester enam sudah skripsi dan magang di kantor Papa dan dia adalah pacarnya Papa. Papa dan Joy baru jadian tiga bulan ini. Lalu............."


"Papa selingkuh berarti. Selama Mama sakit satu tahun belakangan ini dan Mama meninggal sebulan yang lalu, Papa selingkuh dengannya?" Alma menatap papanya dengan nada shock dan wajah tidak percaya. Lalu, genangan air mata terkumpul di kedua pelupuk mata gadis cantik itu.


Alma langsung mendorong dada Eros dengan keras lalu menatap papanya dan menatap wanita muda yang ada di sebelah papanya dengan wajah penuh air mata. Lalu, Alma berbalik badan dan berlari ke lantai dua menuju ke kamarnya.


Saat Eros ingin menyusul putrinya, Joy langsung menahan lengan Eros.


Eros menoleh ke Joy dan langsung berkata, "Aku ingin menenangkan Alma"

__ADS_1


"Biarkan Alma sendirian dulu saat ini, Mas! Jangan ganggu dia dulu!" Sahut Joy.


Eros menghela napas panjang lalu ia mengangguk pelan dan berkata, "Baiklah"


Alma menelan pil penenang dan langsung melompat ke kasur mewahnya. Alma yang telungkup menenggelamkan wajahnya ke bantal dan menangis sejadi-jadinya di bantal kesayangannya itu.


Rumor di luar yang mengatakan kalau Alma mengonsumsi narkoba tidak lah benar. Yang benar adalah Alma mengonsumsi pil penenang dari resep dokter karena sejak mamanya dinyatakan terkena kanker ovarium stadium akhir dan nyawa mamanya hanya tinggal satu tahun sejak divonis terkena penyakit pembunuh nomer satu di dunia itu, Alma mengalami gangguan kecemasan dan ketakutan. Untuk itu lah ia butuh penanganan dari dokter syaraf dan kejiwaan dan dia butuh pil penenang sesuai resep dokter.


Eros Jacob kemudian mengantarkan kekasihnya pulang setelah mereka menyelesaikan makan siang di rumah mewahnya Eros Jacob.


Eros yang sudah lama tidak meluapkan gairah sejak istrinya sakit, akhirnya menyerah kalah pada godaan kekasihnya yang masih sangat muda dan cantik itu. Jarak umur yang cukup banyak yakni, tiga belas tahun, membuat Eros tidak cukup sekali saja meluapkan cinta dan garnishnya. Segel kesuciannya Joy yang dia buka membuat Eros seketika menggila di atas ranjang.


Tiga jam kemudian, Eros memeluk tubuh indahnya Joy yang masih polos. Pria berumur tiga puluh lima tahun itu menghujani wajah cantik kekasihnya yang baru berumur dua puluh dua tahun itu dengan penuh rasa cinta dan terima kasih karena Joy sudah memuaskan cinta dan gairahnya dengan sangat luar biasa. Lalu, Eros berkata sambil mengusap lembut punggung Joy yang masih polos, " Terima kasih kau berikan segel Kesucian kamu untukku. Aku akan segera menikahi kamu, Joy. Setelah kamu lulus kuliah, aku akan langsung menikahi kamu"


"Terima kasih, Mas" Sahut Joy dengan wajah lelah dan nada melemah.


Eros mencium kening Joy saat ia melihat kekasihnya itu jatuh melemas ke alam mimpi. Eros tidak pulang ke rumahnya malam itu dan lupa akan janjinya untuk menenangkan kesedihan dan kekecewaan yang terjadi pada putri tunggal tercintanya.

__ADS_1


Sementara Alma terus menangis di dalam kamarnya, Galih juga tengah menangis histeris di dalam kamar jenazah.


__ADS_2