
Alma merasa ragu memakai lingerie saat ia menemukan pesan yang ditulis di atas kertas dan ditempelkan di rak khusus lingerie yang ada di kamar ganti. "Kalau pakai lingerie malam ini dan setiap malam, aku dapat gaji sebulan yang sangat lumayan. Sial! Ternyata pria aneh itu membeli lingerie cukup banyak untuk peraturan ini. Oke lah! Aku akan memakainya. Lagipula cuma memakainya Setiap malam nggak ada ruginya, kan"
Lalu, Alma melangkah ke sofa dan bergumam, "Aku harus selalu sehat dan makan yang banyak agar aku bisa melawan ibu tiriku dan melawan Gajih Baskoro. Aku juga harus bekerja keras dan belajar tekun agar aku bisa segera memulihkan kondisi keluargaku dan bisa berkumpul kembali dengan adik tiriku" Alma lalu membaringkan tubuh langsingnya di atas sofa dan meringkuk di atas sofa yang berada di ujung tempat tidur. Alma menutupi lingerie yang ia pakai dengan selimut tebal. Lalu, wanita cantik yang sudah berumur dua puluh tujuh tahun itu jatuh ke lama mimpi.
Galih terkejut saat ia mendapati Alma meringkuk di atas sofa. Dan pria itu lebih terkejut lagi saat ia membopong Alma dan selimut yang menutupi tubuh Alma merosot jatuh ke lantai.
Galih mengumpat kesal saat ia melihat Alma memakai lingerie berwarna hitam yang sangat seksi. Dada Alma terpapar luas di depan Galih.
Dengan cepat Galih membaringkan Alma di atas kasur lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh Alma.
Galih kemudian berlari ke kamar mandi dan bermain solo untuk meluapkan gairah yang masih harus ia pendam dan belum boleh ia luapkan ke Alma.
Setelah merasa segar setelah bermain solo dan mandi, Galih baik ke tempat tidur denhan santainya. Galih Baskoro tersenyum dan bergumam di dalam hatinya, begini rasanya ternyata tidur satu ranjang dengan Istri sah. Nyaman juga rasanya. Hatiku rasanya damai dan tenteram.
Keesokan harinya, Alma membuka mata dan menemukan kepalanya bersandar di atas dada. Alma sontak bangun dan duduk tegak laku berteiak kencang, "Aaaaaaaaa!"
Galih membeliak kaget dan sontak bangun lalu duduk di depan Alma sambil mengusap dan mengucek mata.
"Kau! Apa yang sudah kau lakukan semalam?" Alma menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang dibalut lingerie seksi.
Alih-alih merespons protesnya Alma, Galih turun dari atas tempat tidur dan berkata, "Aku akan mandi dan pergi dengan Doni pagi ini. Sarapan sudah disiapkan oleh pengurus vila ini jadi kau tidak usah repot-repot masak. Lalu, bersiap lah setelah itu"
"Ber.......bersiap untuk apa?" Tanya Alma dengan suara meninggi.
__ADS_1
"Kau akan tahu nanti" Sahut Galih sambil terus melangkah santai ke kamar mandi.
"Ta.....tapi apa yang sudah kau lakukan semalam?! kenapa kau tidak menjawabnya?!"
Galih membuka pintu kamar mandi dan menyahut dengan ekspresi datar, "Kau bisa melihat sendiri di tubuh kamu apakah aku melakukan sesuatu ke kamu semalam" Lalu, brak! Galih menutup pintu kamar mandi dengan kasar.
Alma kemudian menyibak selimut untuk melihat dirinya, "Nggak ada tanda-tanda apapun kalau dia melecehkan aku. Di bawah sana juga tidak terasa nyeri. Berarti dia hanya memindahkan aku tidur di ranjang. Tapi, kenapa dia tidak melakukan apapun padaku? Apa aku sudah tidak menarik lagi baginya? Kalau memang begitu bagus lah. Aku pasti akan diceraikannya sebentar lagi dan aku bisa bebas dari pira aneh itu" Alma kemudian melilitkan selimut ke tubuhnya untuk menutupi lingerie yang ia pakai.
Sementara itu Galih meraup wajah tampannya beberapa kali sambil bergumam, "Sial! Kenapa wanita itu tampak semakin cantik di lagi hari? Sial! Kenapa ini mendesak lagi? Aaaaaaa, sial!" Galih terpaksa bermain solo kembali di pagi hari itu.
Beberapa jam kemudian, Alma dikejutkan dengan kemunculan pemukim butik Ratu dan semakin kaget saat pemilik butik Ratu itu menariknya ke depan cermin dan berkata, "Tuan Galih Baskoro menyuruh saya mendandani Istri cantiknya ini"
"Hah?! Tapi untuk apa?" Alma mendelik kaget.
"Tidak tahu. Tugas saya hanya membuat Anda tampil beda malam ini, Nyonya Galih Baskoro" Pemilik Butik Ratu itu mengedip.
Gaun itu disokong di bawah dua gundukan kembar dan jatuh menjuntai ke lantai. Di bawah gaun indah nan mahal itu, Alma mengenakan sepatu tumit tinggi yang berwarna senada dengan gaun yang ia pakai dan sepatu tumit tinggi yang ia kenakan malam ini membuat dirinya sendiri berdecak kagum. "Ini sepatu karya desainer dunia. Sangat halus, indah dan nyaman dipakai. Harganya pasti sangat mahal. Begitu juga dengan gaun ini" Alma mengusap gaun yang membalut cantik tubuh langsingnya.
Sepatu dan gaun itu membuat Alma berjalan dengan dada membusung dan lekuk seksi di punggungnya.
Riasannya Alma tidak mencolok, tetapi membuat mata Alma tampak lebih besar, bibirnya dipoles dengan lipstick satu warna dengan kulit. Alma tampak sangat sederhana sekaligus tampak sangat cantik dan seksi.
Penata rias dan pentas busana yang adalah pemilik Butik Ratu yang khusus dipanggil oleh Galih untuk datang ke kota B langsung menjauh dan memandang hasil karyanya dengan kritis sekaligus takjub, "Anda tampak menakjubkan, Nyonya Galih Baskoro"
__ADS_1
Karena masih merasa canggung dengan gelar barunya sebagai Istrinya Galih Baskoro, Alma langsung menyahut, "Panggil Alma saja"
Alma memandang jam tangan ketika si pemilik Butik Ratu membereskan barang-barangnya.
"Hampir jam tujuh. Tuan Galih Baskoro sudah menunggu Anda dari tadi di bawah dan harus segera turun menemuinya" Pemilik Butik Ratu itu mengedip, "Saya rela memberikan apa saja untuk bertukar tempat dengan Anda, Nyonya Galih Baskoro"
"Maksud Anda apa, Nyonya?" Tanya Alma dengan senyum penuh tanda tanya.
"Tuan Galih Baskoro sangat tampan malam ini" Pemilik Butik Ratu itu kembali mengedip.
Alma hanya tersenyum tipis Ia ingat perkataan Galih, bahwa meskipun dia berdandan habis-habisan dia bukan tipe pria itu. Galih menyukai gadis manis dan mungil seperti mendiang Ratna. Galih tidak menyukai gading tinggi, langsing, yang Galih katakan kurus kerempeng seperti dirinya.
Saat melihat pemilik Butik Ratu itu terkikik, Alma memaksa diri untuk tersenyum kembali dan menahan mulutnya agar tidak berkata kalau dia akan merasa sangat bahagia andai bisa bertukar tempat.
Alma kemudian menuruni anak tangga, berhati-hati dengan sepatu tumit tinggi yang dipakainya. Ketika sampai di depan pintu ruang tamu, ia membuka pintu itu dan keluar. Galih berdiri membelakanginya di tengah ruang tamu, kedua tangan di dalam saku celana kain, jasnya tertarik tepat di punggung.
Dilihat dari belakang saja ia sangat tampan. Sayangnya dia memiliki kepribadian yang aneh. Batin Alma.
Sesaat sebelum Galih berbalik sempat terlintas di benak Alma bahwa dia akan menjadi wanita tercantik malam ini yang mendampingi Galih Baskoro dan dia akan membuat banyak wanita iri bahkan patah hati. Namun, ini bukan sebuah kencan. Alma langsung menepis bayangan indah itu dari benaknya.
Alma tersenyum kesal pada dirinya sendiri dan langsung memasang wajah datar saat pria itu berbalik, dan kedua bola mata tajamnya Galih yang sangat indah itu menyapunya dari ujung kepala hingga ujung kaki tanpa emosi dan tanpa ekspresi sama sekali. Seketika itu juga Alma merasa dirinya sama sekali tidak cantik. Bahkan kata kampungan sempat terlintas di benak Alma. Alma kemudian berdiri dengan tidak percaya diri di depan pria itu.
Untuk sepersekian detik Galih nyaris tidak mengenali Alma. Dada Galih tampak penuh mengencang dan sekujur tubuhnya tegang karena harus mengendalikan semua respons yang ia terima dari semua indra yang ada di tubuhnya.
__ADS_1
Alma tampak cantik. Bahkan sangat cantik. Wanita itu bahkan melampaui semua bayangan wanita cantik yang pernah ada di hidup Galih Baskoro. Dia sangat cantik tapi tidak ada kesan pamer. Dia berdiri dengan anggun dan sederhana. Dengan balutan gaun hitam dengan belahan indah dan tampak seksi itu, Galih tidak bisa berkedip melihat Alma. Saat pria itu leher V-nya yang saya rendah dan lebar, Galih seolah terbakar. Napas Galih tercekat di tenggorokan saat ia melihat paparan luas kulit pucat indahnya Alma dan belahan dada nan seksinya Alma.
Alma dan Galih kemudian bersitatap dengan canggung.