
Seorang pria tampan berkacamata tengah duduk di dalam pesawat domestik di kelas VIP dan pria tampan itu terus tersenyum lebar lalu bergumam sambil menatap foto gadis cantik yang ada di dalam layar telepon genggamnya, "Kita akan bertemu lagi, Alma Jacob. Aku akan nyatakan perasaanku padamu. Aku mencintaimu dalam diam selama ini dan aku sudah jatuh cinta padamu di perjumpaan pertama kita. Kau adalah cinta pertamaku Alma"
Doni menghempaskan Puntung rokok di lantai parkir mobil lalu menginjak puntung rokok itu setelah ia menerima pesan text dari Galih.
Doni kemudian berjalan menghampiri Alma.
"Gimana? Sudah boleh masuk sekarang?" Tanya Alma sambil berdiri tegak.
Doni sebenarnya ingin sekali berkata, jangan masuk! Kita lari saja. Tapi Doni tidak memiliki cukup nyali untuk berkata seperti itu. Doni paham betul orang seperti apa Galih Baskoro itu.
Doni hanya mampu menganggukkan kepala lalu berjalan mendahului Alma.
Alma langsung mengekor langkah pelannya Doni.
Doni dan Alma kemudian masuk ke dalam lift dan Doni memencet tombol nomer sepuluh.
Untuk membunuh kesunyian di dalam lift, Doni bertanya, "Kamu tadi datang sendirian?"
"Iya" Sahut Alma singkat sambil merapikan blusnya.
"Naik apa?" Tanya Doni kemudian.
"Naik bus umum"
Doni menoleh kaget ke Alma, "Naik bus umum?"
__ADS_1
"Iya, emangnya kenapa? Aneh, ya, kalau aku naik bus umum"
Doni kembali menatap ke depan sambil berkata, "Nggak aneh, kok. Tapi kenapa nggak diantar sama pacar kamu?"
"Aku nggak punya pacar dan belum pernah berpacaran tapi tragisnya aku sudah menikah sekarang, hehehehe"
"Aku nggak percaya kalau kamu belum pernah berpacaran. Aku lihat pas jaman SMA kamu dekat dengan ketua OSIS. Emm, siapa namanya, ah, iya, Danendra Purnomo"
Alma sontak tersenyum geli lalu berkata, "Danendra, emm, Kak Danendra adalah sahabatku. Kami nggak ada hubungan apa-apa"
"Oh, lalu dia sekarang ini ada di mana?"
"Dia.ada di Belanda. Sejak lulus SMA dia pindah ke Belanda sampai sekarang belum balik ke sini. Tapi aku masih berhubungan baik dengan dia. Kami sering berkomunikasi lewat video call atau email"
"Oh"
Doni sontak membeku dan hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Apa maksud gelengan kepala kamu?"
Ting! Doni terselamatkan dengan bunyi bel tanda pintu lift telah terbuka lebar.
Doni langsung keluar tanpa mengucapkan kata apapun dan Alma langsung mengekor langkahnya Doni dengan langkah pelan. Jantung Alma kembali berdegup abnormal.
Semoga masalah JJ grup dan Baskoro grup segera kelar dan aku bisa berkonsentrasi ke kuliah kedokteranku. Batin Alma.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan pendidikan D3 di bidang okupasi terapi, Alma melanjutkan mendaftar ke kedokteran. Dia mendapatkan beasiswa karena salah satu dosennya kenal dengan dokter bedah ternama sekaligus pemilik universitas ternama, dokter Edy Baskoro dan dokter Edy Baskoro yang memberikan tes masuk kedokteran lewat jalur prestasi akhirnya menerima Alma Jacob kuliah di Universitas miliknya. Perkuliahan akan dimulai tiga bulan lagi dan sekarang dia harus menghadapi masalah besar seorang diri.
Doni membuka pintu dan langsung melangkah masuk lalu ia membuka lebar-lebar pintu itu untuk mempersilakan Alma masuk.
Alma termangu menatap pengacara aneh yang juga adalah suaminya yang baru dia nikahi beberapa jam yang lalu berada di balik meja besar yang ada papan namanya. Papa nama besar yang terbuat dari kaca itu ada tulisannya, Galih Baskoro, Bsc, S.H.
"Hei! Suamiku! Lancang benar kau duduk di meja itu. Keluarlah! Nanti kamu dimarahi oleh si pria gemuk, pendek, dan botak pemilik meja itu kapok kamu! Ayo keluarlah dari sana!" Alma refelks berucap seperti itu karena mengkhawatirkan suami yang baru ia nikahi beberapa jam yang lalu.
Doni sontak menutup mulutnya yang ingin ngakak dan Galih sontak mendelik kaget dan langsung bergumam kesal, "Berani benar dia berasumsi kalau Galih Baskoro itu pendek, gemuk, dan botak, cih!"
Galih kemudian bangkit berdiri sambil menggeram kesal lalu pria tampan itu berjalan keluar untuk menghampiri Alma Jacob tanpa ekspresi.
Alma kembali berkata dengan wajah lugu, "Nah, bagus! Kita harus menenangkan kasus kita jadi kita jangan sampai menyinggung pimpinan Baskoro grup yang bernama......." Alma memajukan wajahnya dan memicingkan matanya untuk membaca di tulisan papan nama yang terbuat dari kaca besar itu, "Ga........Galih......Bas........Baskoro, a.....apa dia Galih Baskoro teman SMA-ku dulu?" Alma tesentak kaget dan langung menoleh ke Doni dengan penuh tanda tanya.
Alih-alih menjelaskan, Doni justru melipir keluar lalu menutup pintu rapat-rapat.
Kepala Alma berputar mengikuti arah perginya Doni sambil bergumam, "Kenapa dia keluar ketakutan seperti itu?"
Galih menunduk dan berbisik di telinga Alma, "Seharusnya kamu pun merasa takut saat ini. Karena kamu sudah bertemu langsung dengan pimpinan grup Baskoro saat ini"
Alma menoleh ke depan dan langsung mendorong dada suaminya karena pipi suaminya menempel di pipinya.
Galih menyeringai mengejek dan kembali berkata, "Berani benar kau membayangkan kalau Galih Baskoro itu gemuk, pendek dan botak, hah?! Dasar cewek hina, miskin, dan bodoh!"
Alma mundur satu langkah ke belakang dan langsung menautkan kedua alisnya sambil bertanya, "Apa maksudmu?"
__ADS_1
Galih maju perlahan sambil berkata, "Aku adalah pemilik firma hukum Lawless Lawyer sekaligus pimpinan grup Baskoro"
Alma sontak melangkah mundur dan mendelik kaget, "Apa?!"