Musuh Tapi Sayang

Musuh Tapi Sayang
Bangkrut


__ADS_3

Seorang wanita cantik langsung bangkit berdiri dan mengulurkan tangan saat Galih Baskoro berdiri tegak di depan meja.


Galih langsung duduk dan tidak menyambut uluran tangan wanita cantik itu.


"Darimana kau dapatkan nomer telepon Bisnisku?" Tanya Galih sambil menyulut rokok.


"Dari meja penerimaan tamu hotel milik Anda, Tuan Galih Baskoro"


Galih menghembuskan asap rokok dari hidung lalu mulut setelah itu pria tampan dan gagah itu berkata, "Kenapa menemuiku di sini dan tidak di hotelku?"


"Karena saya tidak ingin timbul gosip di sana. Saya adalah model baru hotel Anda"


"Ada perlu apa ingin bertemu denganku?"Tanya Galih masih dengan sikap acuh tak acuh.


"Saya ingin pekerjaan tetap. Emm, itu, karena bekerja sebagai model tidak tentu penghasilannya apalagi bagi mode pendatang baru seperti saya ini"


"Lalu?" Galih mematikan rokoknya lalu meletakkan kedua siku di atas meja dan menopang dagunya.


"Saya ingin melamar menjadi salah satu staf di hotel Anda atau di salah satu perusahaan Anda. Di firma hukum Anda juga tidak apa-apa, Tuan. Atau di rumah sakit Anda"


Sahut wanita cantik itu dengan wajah penuh antusias.


"Kenapa tidak mengirimkan lamaran kamu di hotel, perusahaan, firma hukum atau rumah sakit milikki? Kenapa malah memintaku ke sini?"


"Karena saya masih kuliah dan belum lulus. Saya tidak punya ijazah. Tapi saya butuh uang, Tuan"


"Kenapa kau butuh uang?" Galih menyandarkan pelan punggungnya di bangku. Galih mulai mengamati wajah wanita cantik di depannya.


Hmm, dia imut dan cantik. Lumayan juga untuk aku jadikan mainanku selama tiga bulan. Batin Galih Baskoro.


"Ibu saya sakit jantung dan baru saja dioperasi. Honor saya sebagai model hotel Anda semuanya sudah habis untuk membayar operasi ibu saya. Saya butuh uang untuk biaya pengobatan rawat jalan dan kebutuhan harian kami"


"Siapa nama kamu dan berapa umur kamu?" Tanya Galih dengan masih mengamati wajah wanita cantik di depannya dan Galih memberikan nilai 85 untuk wajah cantik wanita yang masih duduk di depannya dengan wajah penuh harap.

__ADS_1


"Nama saya Mawar Santosa. Umur saya dua puluh tahun, Tuan"


"Kau kuliah ambil jurusan apa?"


"D3 sekretaris"


"Kalau kamu ingin berkerja di salah satu perusahaanku ada syaratnya karena kau tidak punya ijazah"


"Apa syaratnya, Tuan?"


"Jadi teman bermain di ranjangku selama tiga bulan"


"Hah?!"


"Kalau tidak mau tidak apa-apa. Masih banyak yang mau" Sahut Galih sambil bangkit berdiri dan langsung berbalik badan hendak melangkah pergi.


Wanita cantik bernama Mawar itu langsung berteriak, "Tunggu, Tuan! Sa........saya mau. Tapi, saya butuh gaji bulanan kalau saya hanya menjadi teman ranjang Anda selama tiga bulan, bagaimana nasib saya setelah tiga bulan selesai"


Galih berbalik badan lalu menatap wanita cantik yang bernama Mawar itu, "Aku akan jadikan kamu karyawan tetap di salah satu perusahaanku dengan gaji lumayan setelah kau menemaniku bermain di ranjang selama tiga bulan. Aku juga akan berikan bonus kalau permainan kamu bisa membuatku merasa puas"


"Oke. Tunggu asistenku ke sini menemui kamu" Galih Baskoro berucap sambil memutar badan lalu melenggang santai meninggalkan Mawar begitu saja.


Lima belas menit kemudian muncul pria berjas di depan Mawar dan pria itu berkata, "Aku asisten pribadinya Tuan Galih Baskoro. Kita akan bahas kontrak kerja sama kamu dengan Tuan Galih Baskoro.


"Baiklah" Sahut Mawar.


Doni langsung menyerahkan map sambil berkata, "Setelah tiga bulan kamu menemani Tuan Galih Baskoro bermain-main jangan pernah menghubungi beliau lagi. Kalau tiga bulan selesai, maka selesai. Kau dan Tuan Galih Baskoro tidak ada hubungan apa-apa. Jadi aku sarankan jangan pakai hati dan jangan sampai jatuh cinta"


"Baiklah" Sahut Mawar.


"Setelah tiga bulan kamu menemani Tuan Galih Baskoro bermain-main, kamu otomatis menjadi karyawan tetap di salah satu perusahaan milik Tuan Galih Baskoro. Kau ingin bekerja di mana? Di hotel, di perusahaan kosmetik Tuan galih Baskoro, di firma hukum, atau di rumah sakit milik beliau?"


"Di hotel saja" Sahut Mawar.

__ADS_1


"Kau akan digaji per bulannya lima juta rupiah setelah kau jadi karyawan tetap di Baskoro Grup. Kalau kamu sudah lulus kamu bisa masukkan ijazah kamu dan gaji kamu akan aku naikkan" Sahut Doni.


"Baiklah" Mawar hanya bisa tersenyum dengan terpaksa dan menghela napas panjang.


"Sekarang tanda tangani semua berkas yang ada di dalam map itu dan aku aka. Kasih salinannya ke kamu"


Mawar menganggukkan kepala sambil membuka map berwarna merah bata yang menggelepar manis di depannya.


Setelah menandatangani semua berkas dan mendapatkan salinannya, Mawar memberanikan diri untuk bertanya, "Maafkan saya, emm, Tuan Galih itu lulusan apa? Kenapa ada gelar sarjana hukum di kartu namanya? Bukankah beliau seorang pebisnis?"


"Tuan Galih Baskoro diberkati kecerdasaan yang luar biasa sejak ia dilahirkan di dunia ini. Beliau sekolah bisnis di Amerika hanya dua setengah tahun lalu beliau mengambil jurusan hukum" Sahut Doni.


"Oh" Sahut Mawar.


Doni kemudian bangkit berdiri lalu melangkah pergi meninggalkan Mawar begitu saja.


...****...


Sementara itu di kediaman mewah bak istana milik Eros Jacob terjadi keributan. Istri mudanya Eros Jarot memekik kencang, "Aku akan pergi! Aku tidak bisa hidup melarat. Aku aka. cari pria yang lebih kaya dari kamu karena kamus udah bangkrut Mas"


"Jangan pergi, Sayang. Kalau pergi bagaimana dengan Leon. Leon putra kita satu-satunya, buah cinta kita. Kau tega meninggalkannya?"


"Tentu saja aku tega. Aku masih sangat muda kalau aku bawa Leon bersamaku, maka aku tidak bisa mencari pria lain yang lebih kaya dari kamu" Istri mudanya Eros Jacob langsung melangkah pergi meninggalkan Eros Jacob dan Leon sambil menarik dua buah koper besar.


"Sayang! Jangan tinggalkan aku d. Leon! Sayang!" Eros lalu jatuh tergelak di atas lantai.


Perusahan kosmetik milik Eros gulung tikar karena semua pelanggannya berhasil direbut oleh grup Baskoro. Hotel milik Eros juga berada di ujung tanduk kalau hotel itu tidak segera disuntik dan segar. Yang tersisa hanyalah rumah besar yang masih ditinggali oleh Eros, Alma, dan Leon dan Eros tidak ingin menjual rumah besarnya itu karena dia tidak ingin kedua anaknya yang sudah terbiasa hidup di rumah mewah tinggal di rumah petak yang kecil.


Leon adalah adik tirinya Alma yang masih berumur delapan tahun dan terlahir autis. Dan sekarang anak malang itu ditinggalkan oleh ibunya dan ayahnya jatuh pingsan di depannya.


Alma yang baru saja pulang dari hotel milik ayahnya langsung berlari dan memeluk ayahnya saat ia menemukan ayahnya jatuh pingsan.


Beberapa jam kemudian Alma duduk sambil memangku adik tirinya di samping bed ayahnya. Ayahnya masih belum sadarkan diri dan saat ini dia sama sekali tidak memiliki uang untuk membayar biaya rumah sakit. Karena selama beberapa bulan dia menangani hotel milik ayahnya, dia tidak menerima gaji karena hotel itu juga tidak punya pemasukan.

__ADS_1


Kenapa semua jadi seperti ini? Apa salahku, Tuhan? Kenapa aku harus merawat adik tiriku yang autis ini? Dan Papa juga sakit sekarang ini? Aku harus bayar pakai apa biaya rumah sakit dan aku harus pakai uang apa untuk memenuhi kebutuhan kami ke depannya? Batin Alma sambil mengelus lembut rambut Leon.


__ADS_2