
Galih tersentak kaget dan tamparan Alma membuat pria itu menghunus tatapan tajamnya ke Alma.
Alma bergidik ngeri dan tanpa wanita itu sadari, ia membasahi bibir dengan lidahnya lalu bergumam, "Men.....mencicipi tubuhku?"
Sial! Alma terdengar ketakutan sekaligus penuh harap. Batin Galih dengan masih menatap tajam wajah wanita yang sangat ia benci sekaligus sangat ia inginkan saat ini.
Gerakan sederhana yang Alma lakukan dan suara Alma yang terdengar penuh harap di telinga Galih, justru membuat gairah Galih Baskoro semakin mendidih dan Galih tanpa sadar bertanya dengan suara yang semakin serak, "Bagaimana menurutmu?"
Ekspresi Alma seketika berubah panik bercampur bingung. Napas wanita cantik itu semakin berat. Alma hanya mampu menggeleng, tapi Galih mengabaikan gelengan kepala itu.
Galih langsung berkata dengan suara sangat rendah, "Kemarilah, Alma" Sambil berkata begitu, Galih menarik tubuh lembut Alma ke tubuhnya yang keras.
Kemudian pria tampan itu lalu menabrakkan bibirnya ke bibir Alma dan langung memberikan tekanan sambil mengunci pintu lalu memasukkan kunci ke dalam saku celana lainnya tanpa melepaskan pagutan bibirnya di bibir Alma.
Doni yang dari jam enam pagi mengebut di jalan raya dan begitu sampai di kediamannya Galih Baskoro, ia langsung melesat masuk ke dalam lift menuju ke lantai paling atas kediaman mewah bak istana itu, kini mendengus kesal saat ia menemukan pintu yang kerjanya Galih dalam keadaan terkunci rapat. Doni yang paham betul apa yang sedang Galih lakukan, akhirnya berbalik badan dan kembali ke lantai satu lalu melangkah ke ruang makan untuk berkata ke Pak Gun, "Pak, tolong bikinkan saya satu kopi hitam tanpa krim dengan gula sedikit dan sandwich sayur"
"Baik, Tuan Doni" Sahut Pak Gun.
__ADS_1
"Kenapa turun lagi, Tuan?" Tanya Pak Gun sambil membuat sandwich.
"Bos masih sibuk dan pintunya dikunci" Sahut Doni.
Sementara itu di dalam ruang kerjanya Galih, Galih tengah tersesat saat pria tampan itu merasakan Alma terasa begitu lentur, lembut, rapuh, melemah. Begitu hangat dan menonjol di tempat-tempat yang sangat pas.
Tanpa Alma sadari, dia memejamkan mata dan membalas ragu-ragu ciumannya Galih.
Alma tampak ramah, liar, tangguh, dan tak kenal rasa takut. Namun, Alma membalas ciumannya dengan ragu-ragu seperti Ratna dulu.
Sial! Dia belum pernah berciuman sebelumnya? Lalu hidup di mana dia selama ini? Dia sudah berumur dua puluh tujuh tahun dan dia belum pernah berciuman? Batin Galih.
Ratna memang minim pengalaman, namun Galih masih ingat dengan jelas kalau Ratna lebih agresif dibanding Alma. Ratna memang terasa manis karena itu pengalaman pertamanya Galih tapi ternyata Alma Jacob terasa lebih manis dari segala apa yang manis yang ada di dunia ini.
Sial! Galih merutuki dirinya sendirian saat dia tidak bisa lagi menghentikan bibirnya.
Dengan napas bergetar, Alma membuka mulut dan Galih langsung menemukan momen yang pas untuk menusukkan lidahnya.
__ADS_1
Alma sontak mematung, berjinjit dan tak bergerak, bernapas berat dan terengah melalui hidung. Tak kuasa lagi menahan diri, Galih memegangi kepala Alma dengan dua tangan dan memosisikan diri lebih lekat lagu dengan Alma, makin dalam mencium, dengan lembut menjelajah mulut Alma yang sangat manis.
Alma bergumam di dalam hatinya, dia membenciku, kan? Bahkan dia menatapku dan seolah ingin membunuhku. Tapi kenapa sekarang ini dia menciumku dengan sangat lembut dan terasa melindungi.
Lalu, Alma tanpa sadar mengerang, bergairah. Tubuhnya mengkhianati akal sehatnya. Alma menerima Galih tetapi tidak begitu bisa berpartisipasi. Galih seketika curiga kalau Alma tidak tahu caranya berpatisipasi. Galih curiga kalau Alma belum pernah melakukan hal penuh gairah ini dengan pria manapun sebelumnya.
Mungkinkah itu? Mungkinkah aku yang pertama bagi dirinya? galih mundur sedikit untuk memandang wajah cantik wanita yang seharusnya dia benci dan dia perlakukan dengan sangat kejam saat ini.
Mata Alma terpejam rapat, cuping hidung wanita cantik itu mengembang, tubuh rampingnya bersandar pasrah ke tubuh atletisnya Galih, wajah wanita itu merona dan dadanya tampak bergemuruh dan siap meledak.
Hanya karena satu ciuman, dia menjadi seperti ini? Aku bahkan belum melakukan hal yang lebih. Yeeaaahhh, kecuali semalam aku nekat menggigit lehernya dan dia langsung menangis. Berarti benar. Dia belum pernah melakukan hal semacam ini dengan pria manapun. Batin Galih.
Perlahan bulu mata tebal Alma terangkat dan menampakkan bola mata indahnya yang membelalak kaget, "Galih?"
Sial. Dia sudah mengenal banyak perempuan dan meskipun sempat curiga kalau Alma perempuan yang sama seperti semua perempuan yang pernah ia tiduri, namun Galih menemukan fakta mengejutkan kalau Alma tidak berpura-pura. Wanita cantik itu benar-benar tidak memiliki pengalaman apapun. Alma Jacob memancarkan kemurnian sensual, keingintahuan penuh hasrat yang malu-malu, dan haus akan pengalaman baru.
Kenapa dia membiarkan aku melakukannya? Kenapa kau? Apa karena aku adalah suaminya? Kenapa aku yang harus mendapat perhatian Alma? Batin Galih.
__ADS_1
Seketika itu juga Galih tidak menyukai ide Alma akan melakukan hal semacam ini dengan pria lain. Galih merasa ingin memiliki Alma sepenuhnya dan dia tidak akan membiarkan lelaki manapun mendekati Alma mulai detik ini juga.
Dia hanya milikku dan tidak akan pernah aku lepaskan sampai kapanpun. Gumam Galih di dalam hatinya.