Musuh Tapi Sayang

Musuh Tapi Sayang
Tidak Boleh!


__ADS_3

"Kenapa berhenti di toko baju?"


"Tentu saja mau beli baju masak mau ngerampok?" Sahut Galih ketus sambil membuka pintu mobil.


Alma langsung menyahut, "Aku nanya sama Doni bukan sama kamu"


Galih menutup pintu dengan kasar dan Doni langsung menyahut, "Kita akan lama di kota ini, jadi kita butuh baju ganti"


Alma turun dari dalam mobil dengan menyemburkan, "Kenapa nggak bilang? Lusa aku ada jadwal menerapi anak-anak"


"Jangan protes sama aku. Tuh, protes sama dia" Doni menunjuk punggungnya Galih yang sudah melangkah memasuki toko baju yang terkenal mahal di kota B.


"Kamu pergi ke baju wanita dan aku ke baju cowok lalu kita ketemu di kasir, oke?"


"Oke" Alma tersenyum ke Doni.


Alma melihat Galih berdiri di depan rak pakaian dalam dan pakaian tidur wanita. "Untuk apa dia berdiri di sana?" Alma berlari kecil dan kemudian berdiri di belakang Galih untuk bertanya, "Kenapa kau mematung di sini?"


Galih tersentak kaget dan tanpa menoleh ke Alma dia menyahut, "Aku mau beli pakaian dalam untuk temanku"


"Oh, oke. Aku ke baju wanita di rak sebelah sana, ya"


"Hmm" Galih menyahut tanpa menoleh ke Alma. Lalu, Galih berkata ke pramuniaga toko yang masih senyum-senyum mengagumi ketampanannya Galih, "Bawa semua lingerie yang aku pilih tadi ke kasir. Aku akan membayarnya sekarang juga!"


"Baik, Tuan"


Galih membayar semua pakaian dalam yang dia beli lalu ia bergegas berlari ke mobil untuk memasukkan semua lingerie itu ke bagasi. Setelah itu ia berlari masuk ke dalam toko kembali untuk mencari keberadaannya Alma. Galih bergegas berlari saat ia melihat Alma hendak masuk ke kamar ganti, Galih berhasil menahan tirai kamar ganti tepat waktu. Lalu ia menarik keluar Alma dari dalam kamar ganti itu.


Alma tersentak kaget dan sontak mendelik, "Kenapa kau tarik aku keluar? Aku ingin mencoba baju ini"


"Aku Suami kamu. Aku ingin menjaga keselamatan kamu. Siapa tahu di dalam kamar ganti itu ada CCTV tersembunyi.


"Ta....... tapi......." Alma menautkan kedua alisnya dan tampak kebingungan.


"Di mana ruangan yang cukup besar dan aman untuk ganti baju? Aku tidak mau Istriku mencoba baju di tempat ganti baju umum seperti bilik-bilik yang berjejer itu dan hanya ditutup tirai. Aku mau ruangan yang besar yang ada pintunya dan aman"


Semua pramuniaga toko ternganga dan tampak kebingungan.


"Panggil manajer kalian! Cepat!" Galih mulai naik pitam.


Salah satu pramuniaga langung berbalik badan dan berlari kencang masuk ke dalam. Tidak begitu lama kemudian muncul seorang laki-laki dengan nametag manajer toko.

__ADS_1


"Ada apa, Tuan?"


"Carikan ruangan yang ada pintunya! Istriku ingin mencoba baju yang ia pilih"


"Tapi, kami sudah sediakan beberapa bilik untuk mencoba baju. Istri Anda bisa memilih salah satu bilik itu atau yang ada di sana untuk berganti baju, Tuan"


"Semua bilik di sini tidak ada pintunya. Hanya ada tirai tipis. Kau pikir aku akan biarkan Istriku mencoba baju di ruangan sempit dan tidak aman seperti itu, hah?! Kalau kalian tidak carikan ruangan seperti yang aku minta tadi, maka aku akan beli toko ini dan memecat kalian semua!"


Alma menarik tangannya yang masih digenggam oleh Galih dan berkata, "Jangan bikin keributan di sini! Aku akan ganti baju di bilik yang tadi dan ........"


Galih menahan tangan Alma sambil menggeram, "Kalau kau nekat masuk ke salah satu bilik yang ada di sini, maka aku akan hancurkan biliknya"


Alma seketika mematung dan semua orang yang mengelilingi Alma dan Galih menarik rahang bawah mereka lebar-lebar.


Seorang pria paruh baya datang tergopoh-gopoh dan langsung mendelik kaget, "Tuan Galih Baskoro? Ka.....kapan Anda tiba di kota B? Maafkan saya kalau saya tidak segera menyambut Anda dan........."


Galih mendelik ke pria paruh baya itu dan langsung berkata, "Kau siapa?"


"Sa......saya pemilik toko ini"


"Kalau begitu carikan ruangan yang besar, yang ada pintunya, dan aman. Istriku ingin mencoba baju yang dia pilih"


"Baiklah! Anda bisa ke ruang kerja saya. Mari saya antarkan"


Manajer toko itu sontak tergagap menjawab karena kaget, "Ba.....baik, Tuan"


"Apakah ruangan ini ada CCTV-nya?"


"Tidak ada, Tuan. Anda bisa memeriksanya dulu"


"Oke, keluarlah!"


"Baik, Tuan"


"Ini semua baju keluaran terbaru, Tuan. Saya taruh di mana?" Tanya manajer toko.


"Taruh di sofa dan keluarlah!"


"Baik, Tuan"


Setelah semua orang keluar dan hanya tinggal dia berua dengan Alma di ruangan itu, Galih melepaskan tangan Alma, melangkah ke pintu, menutup rapat pintu itu dan menguncinya.

__ADS_1


Saat Galih berbalik badan menghadap ke Alma, Alma mendelik kaget, "Kenapa kau masih di sini?"


"Aku ingin menjaga kamu"


"Nggak perlu dijaga. Kamu keluarlah!" Alma bersedekap kesal.


"Aku ingin menjaga kamu titik nggak pakai koma"


"Aku akan buka baju dan mencoba baju"


"Lalu?" Galih bertanya dengan ekspresi datar.


"Lalu, kenapa kamu tidak keluar?"


"Aku akan menjaga kamu. lagipula aku yang bayar semua bajunya nanti. Aku harus pastikan semua baju cocok untuk kamu dan tidak membuatmu kecewa. Aku paham fashion dan aku akan berikan penilaian. Lagipula aku adalah Suami kamu. Aku berhak atas tubuh kamu. Mau melihat atau menyentuhnya aku punya hak penuh" Galih kemudian duduk di sofa dengan santainya.


"Ta......tapi.........."


"Tidak boleh? Oke, aku akan keluar dan tidak akan membayar baju yang kamu pilih, maka kamu akan telanjang berhari-hari di kota B karena aku tahu benar kau tidak punya uang sepeser pun saat ini"


Alma sontak menggertakkan gerahamnya dan dengan langsung berkata, Oke, baiklah! Lakukan sesuka kamu, dasar brengsek!"


"Aku tidak brengsek. Aku justru Suami yang bertanggung jawab karena ingin selalu menjaga Istrinya"


"Hufftttt! Sabar Alma! Anggap saja dia nggak ada"


"Cepat coba baju yang kamu pilih! Aku hanya akan diam melihat dan akan katakan cocok atau tidak baju yang kamu coba nanti. Kalau tidak cocok kamu harus menggantinya dengan yang lain" Ucap Galih dengan ekspresi datar.


Alma menghela napas panjang dan bergumam, "Anggap saja kamu melakukan fashion show seperti dulu waktu kamu masih SMA, Alma. Anggap saja Galih Baskoro itu desainernya"


Manajer toko dan beberapa pramuniaga toko memberanikan diri untuk bertanya ke si pemilik toko, "Siapa dia, Pak? Kenapa arogan sekali dan Bapak takut sama dia?"


"Ssstttt! Jangan keras-keras! Kalau dia dengar kita semua bisa celaka. Dia adalah konglomerat nomer lima se-Asia dan dia juga seorang pengacara terkenal. Masak kalian tidak mengenali wajahnya tadi? Dia sering masuk TV"


"Ah, iya, aku ingat. Pantas saja aku tadi merasa orang tampan di depanku tadi sangat familier wajahnya. Ternyata pria tampan itu pengacara terkenal"


"Pantas saja dia arogan dan berkuasa banget. Dia banyak uang dan kaya raya" Sahut manajer toko.


"Sssttttt! Jangan keras-keras!" Sahut si pemilik toko.


Doni tergopoh-gopoh menemui pemilik toko dan langsung berkata, "Maafkan Bos saya dan ......."

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Tuan Galih Baskoro sudah pernah membantu saya, jadi tidak ada salahnya saya membantu beliau. Lagipula hanya masalah kecil begini. Tidak apa-apa, hehehehehe" Pemilik toko meringis di depan Doni.


"Ah, iya, baiklah" Sahut Doni dengan senyum canggung.


__ADS_2