Musuh Tapi Sayang

Musuh Tapi Sayang
Pingsan


__ADS_3

Alma menutup mulutnya rapat-rapat dan refleks mundur dari meja.


"Kenapa diam? Jawab!" Galih berteriak kencang.


Untuk menutupi rasa bersalahnya karena ia sudah lancang membuka laptop orang lain, Alma menegakkan wajah dengan pongah lalu berteriak kencang, "Kamu yang sudah membuat Grup JJ hancur! Aku hanya perlu menemukan bukti-bukti untuk melawan kamu!"


"Bukti apa yang kau pikir akan kau temukan, hah?! Dasar bodoh!"Galih menggertakkan gigi gerahamnya dan menghunjamkan tatapan mematikan ke Alma.


Nyali Alma menciut dan wanita cantik itu kemudian meredupkan sorot mata dan berkata dengan nada suara melemah, "U....untuk itu lah.......a........aku membuka laptop kamu. Untuk membuktikan kalau kamu itu jahat. Sangat jahat! Kamu bermain kotor selama ini dan membuat pe......perusahaan Papaku bangkrut"


"Oh, benarkah? Aku hanya menawarkan harga yang lebih baik ke para customer. Kalau para customer itu memilih produk yang perusahaanku bikin, itu bukan salahku, kan? Jadi, aku pastikan ke kamu, grup JJ hancur itu kesalahan dari Papa kamu sendiri" Galih menggebrak meja dengan ekspresi mematikan.


Sial! Dia justru semakin marah.


"Papaku tidak bersalah!" Pekik Alma kemudian dengan ekspresi kaget. Alma kaget sendiri kenapa hanya kata itu yang terlintas di otaknya di saat Alma tengah memeras otak memikirkan apa yang dapat ia lakukan untuk meredakan kemarahan Galih, Galih menegakkan tubuh menjauhi meja dan ekspresinya semakin gelap. Pria tampan itu berucap tajam, "Seharusnya kamu tahu basa-basi tentang tidak bersalah itu terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Kamu tidak mengenali Papa kamu selama ini ternyata, cih! Dasar gadis bodoh!"


Alma seketika mematung dan mengepalkan kedua tinju.


Tatapan hitam dan melemahkan itu menyapu Alma dari atas ke bawah, menyorotkan penghinaan yang sangat jelas, "Harus aku akui, mungkin kalau kau masuk ke dalam kehidupanku tanpa ada masalah apapun akan sedikit menarik, Miss Jacob. Tapi bahkan kalaupun begitu aku tidak bisa mengatakan kalau kau tipeku. Aku tidak suka gadis manja, egois, keras kepala, bodoh, dan galak kayak kamu"


Alma berusaha keras untuk tidak menggebrak meja atau melemparkan sepatunya ke wajah Galih Baskoro. Alma mencoba memahami kekesalannya Galih karena dia memang sudah lancang membuka laptop Galih meskipun perutnya bergolak ketika gelombang sakit hati karena Galih terus menghinanya membuatnya semakin menyedihkan.


Alma kemudian menarik kursi dan duduk. Kakinya goyah dan kepalanya melayang-layang.


"Kau tidak apa-apa?" Galih tiba-tiba berdiri menjulang di depan Alma.


Alma melihat tubuh Galih. Dia menghela napas dalam-dalam saat ia melihat tubuh Galih begitu besar dan tinggi. Dia sosok paling mengancam yang belum pernah Alma temui sebelumnya. Dia tidak mampu melawan pria ini dan sekarang Alma menyadari kenyataan itu sebanyak seratus persen lebih. Galih Baskoro terlalu kaya, terlalu sukses, terlalu cerdas, dan terlalu tampan.

__ADS_1


Galih menunduk dan mengamati Alma.


Wajah bersalahnya Alma melukis kerucut di bibir, pipi menggembung, lubang hidung kembang kempis, dan mata indahnya, ya, Galih baru menyadari kalau Alma memiliki mata yang sangat indah dan mata indah itu mengerjap dan bergerak ke atas lalu ke bawah dengan ragu-ragu.


Rahang Galih berkedut dan matanya menyipit saat ia melihat Alma tampak imut dalam posisi bersalah. Galih kemudian menggeram frustasi saat gairahnya kembali mendesak dan dia nekat membopong Alma.


"Kyaaaa!!!!" Alma berteriak kencang dan langsung meronta sambil berteriak, "Turunkan aku! Kau mau bawa aku ke mana? Turunkan aku!"


Galih membuka pintu kamar mandi dan langsung mengunci pintu itu.


Galih lalu menurunkan Alma di atas lantai kamar mandi dan karena Alma terus meronta, pantat Alma yang mendarat di lantai kamar mandi alih-alih kedua kakinya.


"Aduh!" Alma sontak bangkit berdiri sambil mengelus tulang ekornya.


"Kenapa kau jatuhkan aku di lantai!" Alma mendelik kesal.


Melihat Galih bergeser dari depan pintu, Alma langsung berlari ke pintu dan sontak menoleh tajam ke Galih, "Kenapa pintu kamar mandi dipasang kunci elektrik?"


"Aku nggak mau diganggu kalau mandi"


"Dasar Psiko, aneh, dan........" Alma menghentikan ucapannya sambil melangkah mundur saat ia melihat Galih melangkah maju mendekatinya.


"Ja......jangan bergerak! Stop! Kau .......kau mau apa?" Alma mendelik panik.


Bruk! Punggung Alma menabrak dinding kamar mandi.


Galih langsung mengungkung Alma dan berkata dengan nada rendah, "Aku mau mengeledah kamu. Di sini! Menelanjangi kamu, di sini! Aku ingin menemukan apa yang sudah kau curi dan aku yakin kau pasti menyembunyikannya di balik baju kamu"

__ADS_1


Alma mencoba melarikan diri dari Kungkungan Galih, namun dengan sigap Galih menahan kedua bahu Alma.


Seketika itu juga Alma gemetar ketakutan dan berkata lirih, "Le.....lepaskan aku! Aku tidak mencuri apapun. Sumpah!"


"Aku tidak gampang percaya sebelum aku membuktikannya" Galih kemudian membalik bahu rampingnya Alma lalu mengusapkan telapak tangannya ke kedua pundak dengan perlahan. Tangan Galih terasa hangat. Kemudian tangan pria tampan itu turun perlahan ke bahu dan tangan itu mulai terasa sedikit panas. Kemudian Galih nekat menyusupkan kedua telapak tangannya ke depan dan ia menyentuh dada Alma dengan kasar untuk mencari sesuatu yang bisa Alma sembunyikan di sana.


Alma merinding dan wanita itu mulai terisak dengan tubuh gemetar. Dia kembali berasa terhina saat pria tampan itu kembali melecehkannya. "Tolong, lepaskan aku!" Alma merintih pelan dengan suara bergetar.


Namun, Galih mengabaikan semuanya. Galih tetap melanjutkan aktivitas tangannya yang panas itu dan tangannya mengelus pelan perut Alma yang ramping lalu tangan itu meluncur turun sampai ke lutut Alma. Galih kemudian menendang kaki kiri Alma sambil berkata, "Geser kaki kamu!"


Alma refleks menggeser kakinya dengan cepat dan memohon di dalam isak tangisnya, "Tolong jangan begini! Aku tidak mencuri apapun darimu. Lepaskan aku!"


Namun, Galih mengabaikan permohonan memelas itu. Galih mendekap perut ramping Alma dengan tangan kiri agar wanita itu tidak melarikan diri dan tangan kanan Galih bergerak naik mengelus paha Alma dengan pelan dan sesekali memijat lembut paha rampingnya Alma.


Alma menggigit bibir bawahnya dan memejamkan matanya rapat-rapat saat ia tidak bisa berkutik dan hanya bisa pasrah saat tangan pria itu merayap panas di tubuhnya.


Sial! Kenapa dia memakai jins ini? Dan kenapa aku kesal menemukan dia memakai celana jins? Sial! Aku memang mesum. Pria mesum yang menyedihkan.


Saat merasakan Galih menghentikan gerakan tangannya, Alma langsung menginjak kaki Galih dan wanita cantik itu berhasil melepaskan diri dari dekapan dan aktivitas panas tangan pria tampan itu.


Alma kemudian berlari dan sontak menoleh ke kanan saat ia kembali terpojok. Hidung Alma langsung bertemu dengan vas bunga yang berisi penuh bunga mawar merah asli bukan bunga plastik.


Galih menarik pinggang Alma ke dalam dekapannya saat ia melihat hidung Alma tiba-tiba meler dan wanita cantik itu langsung menengadah. Galih sontak panik dan bertanya, "Hei! Kau kenapa? Kau baik-baik saja?" Alma mengabaikan Galih saat Alma merasakan hidungnya tersumbat. Mata Alma mendadak berair, terasa gatal, dan tampak merah. Galih mengamati perubahan di wajah dan diri Alma dengan penuh tanda tanya. Galih kembali bertanya, "Hei! Kau kenapa?"


Alma masih mengabaikan Galih dan wanita cantik itu kemudian bersin-bersin lalu


batuk. Galih menjauhkan Alma dari dekapannya saat wanita cantik itu bersin dan batuk sambil bertanya, "Kenapa kau jadi seperti ini? Hei, jawab!" Dan tepat di saat kulit di bawah mata Alma bengkak dan tampak seperti memar, Alma jatuh pingsan di dalam dekapan hangatnya Galih Baskoro.

__ADS_1


__ADS_2