
"Bagiamana, Dok? Kondisi Istrinya Galih baik-baik saja, kan?" Tanya Doni.
"Hah?! Dia?! Is.....istrinya Galih Baskoro? Serius?" Tanya dokter Mitha, dokter keluarga Baskoro sekaligus teman masa kecilnya Galih Baskoro.
"Iya. Tentu saja saya serius, Dok" Sahut Doni dengan wajah kesal.
"Galih menikah? Dengan wanita secantik ini? Beruntung banget dia.........tapi syukurlah berarti temanku itu sudah berubah. Dia mau menikah juga akhirnya. Lagian dia juga sudah berumur dua puluh tujuh tahun sudah cukup tua dan ........"
"Dok!" Doni langsung memotong kalimatnya dokter Mitha dengan nada suara meninggi.
Dokter Mitha sontak mendelik kaget dan bertanya, "Apa?! Ngagetin aja kamu!"
"Maaf! Anda belum menjawab pertanyaan saya tadi. Bagaimana kondisi Istrinya Galih?"
"Dia baik-baik saja. Cuma kenapa di wajahnya ada bekas jari tangan dan di lehernya ada bekas gigitan? Kenapa bisa begitu dan kenapa dia ........."
"Bagus. Sekarang Anda bisa pulang. Saya sudah terima resepnya" Doni langsung memotong ucapan dokter Mitha.
__ADS_1
"Itu hanya vitamin dan aku masih bertanya-tanya kenapa bisa ada bekas jari di wajah wanita cantik itu dan di lehernya itu bekas gigitan apa?"
"Anda bisa pulang sekarang" Doni langsung membuka pintu kamar pribadinya Galih Baskoro dan dokter Mitha terpaksa melangkah keluar dari kamar pribadinya Galih Baskoro dengan sangat terpaksa dan wajahnya masih penuh dengan tanda tanya.
Doni kemudian mengekor langkah dokter Mitha dan menutup pintu dengan pelan.
Doni melangkah pelan sambil bergumam di dalam hatinya, semoga besok nasib kamu tidak lebih buruk dari ini, Alma. Amin.
Sementara itu Galih Baskoro sudah tidur lelap di dalam pelukan gadis muda yang bernama Mawar setelah Mawar membuainya dengan permainan ranjang ala Mawar. Mawar bermain di atas ranjang dengan memakai hati, gadis muda itu memuaskan Galih Baskoro dengan penuh perasaan cinta, namun tidak dengan Galih. Galih hanya menganggap Mawar sebagai partner bermainnya di atas ranjang. Galih sama sekali tidak memakai perasaan. Bahkan Galih lupa siapa nama gadis itu. Karena dari dulu sampai detik ini, Galih hanya mencintai Ratna.
Hari telah berganti menjadi hari yang baru yang membawa harapan baru bagi semua insan yang bernapas di bumi ini.
Galih mematung saat ia merasakan lehernya diciumi dan terdengar gumaman, "Tidurlah kembali! Aku akan mengajakmu bermain lagi. Ini masih jam lima pagi"
Galih langsung bangkit berdiri dan menggeram kesal tanpa menoleh ke belakang, "Jangan sentuh aku!" Lalu Galih melangkah lebar dan pergi meninggalkan wanita yang sudah memuaskannya semalam begitu saja.
Mawar menatap punggung Galih dengan helaan napas kecewa. Lalu Mawar bergumam lirih untuk menyemangati dirinya sendiri, "Tidak apa-apa Mawar! Dia kasar di hari ini. Di kesempatan berikutnya dia pasti akan mulai memperhatikan kamu dan lembut padamu, Mawar. Lalu, tidak lama kemudian Galih Baskoro akan jatuh cinta padamu dan tergila-gila padamu, Mawar"
__ADS_1
Sementara itu Alma masih tidur di atas ranjang mewah yang ada di dalam kamar pribadinya Galih Baskoro.
Galih akhirnya tidak di rumahnya dan langsung mengumpulkan semua pelayan yang ada di rumah itu. Galih kemudian membagikan amplop satu per satu ke pelayannya yang berdiri berjejer sampai habis. Lalu Galih berdiri di depan semua pelayannya, "Aku berikan gaji kalian bukan ini sampai tiga bulan ke depan. Aku rasa itu cukup bagi kalian untuk bertahan hidup sebelum kalian mendapatkan pekerjaan lain"
"Apa?! Apa ini artinya kita dipecat, Tuan?" Tanya salah satu dari pelayannya Galih Baskoro.
"Iya. Aku sudah punya Istri. Jadi, aku tidak butuh pelayan lagi di rumah ini. Istriku yang akan melakukan semua pekerjaan rumah tangga"
"Tapi, rumah Anda sangat luas. Apa Istri Anda tidak kewalahan mengerjakan semuanya sendiri?"
"Itu urusanku. Sekarang kalian pulang sana!" Galih menggeram kesal.
"Tapi kenapa Pak Gun tidak dipecat?" Tanya salah satu dari pelayannya Galih yang lainnya lagi.
"Karena Pak Gun chef di sini. Aku hanya percaya sama Pak Gun. Aku takut selain Pak Gun makanan dan minumanku akan dicampuri racun"
Dia memang Bos gila. Batin semua pelayannya Galih secara bersamaan sambil melangkah keluar dari dalam kediaman mewah Galih Baskoro.
__ADS_1
Galih kemudian berbalik badan, masuk ke dalam lift dan naik ke lantai empat. Setelah masuk ke kamar pribadinya, dia menarik selimut dan berteriak sekencang-kencangnya, "Bangun pemalas!"
Alma sontak membeliak kaget dan langsung duduk tegak di tengah ranjang dengan wajah linglung.