Musuh Tapi Sayang

Musuh Tapi Sayang
Benci


__ADS_3

"Apa mau kamu?! Dasar penipu! Kau menjerat aku untuk kau jadikan Istri lalu sekarang kau mensiasati aku, agar grup Baskoro menang melawan Grup JJ. Karena kau adalah pimpinan grup Baskoro, maka kau tidak akan membelaku, kan?"


"Aku akan kembalikan gelang berlian mendiang Mama kamu sebagai biaya ganti rugi karena aku tidak jadi mendampingi kamu sebagai pengacara kamu untuk melawan diriku sendiri. Tapi kau harus tetap menjadi Istriku karena kamu masih punya hutang empat ratus juta rupiah" Galih berkata dengan kedua tangan berada di dalam saku celana kainnya dan pria tampan itu terus melangkah maju dengan pelan.


"Kalau kamu tidak jadi mendampingiku sebagai pengacaraku untuk melawan dirimu sendiri, maka aku tidak punya hutang lagi sama kamu, kan?" Alma berucap sambil melangkah mundur dan sesekali menoleh ke belakang agar kedua tumit belakang sepatunya tidak terantuk sesuatu.


"Siapa bilang kau tidak punya hutang padaku, hah?! Aku sudah menebus mobil sedan kamu dari gadaian, lalu aku bayar lunas semua biaya kamar dan pengobatan Papa kamu, lalu aku memasukkan adik kamu yang autis itu ke asrama yang bagus agar kamu bisa punya banyak waktu longgar mengurus suami kamu ini" Agha menyeringai penuh kemenangan.


Alma spontan mendelik kaget dan segera.menyemburkan, "Ta......tapi aku tidak meminta kamu melakukan semua itu"


"Tapi aku mau melakukannya karena aku tidak mau punya hutang sama kamu. Karena aku tidak menjadi pengacara kamu lagi, maka aku harus ganti rugi biaya semuanya, kan? Aku bayar dengan caraku tadi" Galih terus melangkah maju dengan pelan dengan wajah yang kembali dingin tanpa ekspresi.


"Dasar brengsek!!!!!" Alma melotot dan berteriak sekencang-kencangnya.


Galih terus melangkah maju dan Alma terus melangkah mundur sampai tumit belakang sepatunya Alma membentur kaki sofa. Alma hilang keseimbangan lalu terduduk di atas sofa dengan wajah kaget bercampur panik.

__ADS_1


Galih langsung membungkuk dan mengungkung Alma saat gadis itu terduduk di sofa.


Alma menatap Galih dengan wajah panik, lalu Alma berkata dengan nada gemetar, "Lepaskan aku!"


"Kenapa aku harus melepaskan kamu?"


"Karena kamu orang brengsek!" Geram Alma dengan mata melotot penuh dengan kebencian.


Galih sontak tertawa terbahak-bahak dan menengadahkan wajah tampannya ke langit-langit kantornya, lalu pria tampan itu kembali menunduk untuk menatap Alma. Dengan wajah dingin, sorot mata penuh kebencian, dan napas menderu penuh amarah, Galih berkata, "Sayangnya pria brengsek ini adalah suami sah kamu dan malam ini adalah malam pengantin kita. Sebagai pengacara aku sudah menuruti kemauan kamu menemui pimpinan grup Baskoro, lalu sebagai pimpinan grup Baskoro aku sudah menebus mobil sedan kamu, membiayai pengobatan Papa kamu, dan memilihkan sekolah asrama yang bagus untuk adik kamu, maka sekarang sebagai suami kamu aku menuntut kewajiban kamu untuk melayaniku"


Galih terus menekan bibir Alma dan mulai mengusapkan lidahnya dan menuntut lebih.


Sial! Ini adalah ciuman pertama bagiku. Tapi kenapa harus seperti ini dan harus dengan si brengsek ini. Batin Alma kesal.


Galih menarik bibirnya dengan mata melotot kaget saat Alma menggigit bibirnya. Pria tampan itu lalu mengusap bibirnya yang berdarah dengan seringai menakutkan.

__ADS_1


"Lepaskan aku!" Karena marah pria itu berani menciumnya tanpa permisi, maka Alma melupakan rasa takutnya.


"Wah, kau punya nyali juga, Nona. Maka sekarang rasakan pembalasanku!" Galih langsung memegang kedua bahu Alma dan merebahkan Alma secara paksa di atas sofa.


Alma menjerit panik saat Galih menekan tubuhnya dengan tubuh Galih dan pria itu langsung merobek blusnya lalu menyusupkan wajahnya di leher Alma.


Alma mulai meronta dan berusaha sekuat tenaga mendorong dada Galih. Namun, semua upayanya tidak membuahkan hasil. Tubuh rampingnya yang kurus tidak berdaya melawan tubuh atletisnya Galih.


Alma mulai panik dan kembali menjerit, "Lepaskan aku!" Saat Alma merasakan tangan Galih menyusup masuk ke dalam roknya.


Tangan Galih bergerak liar di bawah sana sementara bibirnya terus asyik bermain di leher Alma. Galih mencium dan menghirup wangi Alma. Di belakang telinga Lila, Galih nekat menggigitnya sehingga meninggalkan tanda merah, tanda kepemilikan yang membuat Alma berteriak kaget kemudian tanpa Alma sadari ia merintih lirih yang membuat Galih semakin hilang kendali.


Galih kemudian beralih ke bibir Alma dengan tangan masih bergerak liar di bawah sana. Galih lalu mencium bibir Lila dan gairahnya langsung tersulut. Bibirnya kemudian mengarah dan menyelinap ke balik blus Alma yang sudah ia robek dan bibir itu mulai asyik bermain-main di titik kenyal favoritnya. Dia membelai, meraba dan meremas dengan tangan kiri sementara tangan kanannya masih bergerak liar di bawah sana saat lidah Galih berhasil menyusup masuk ke dalam mulut Alma.


Kemudian terdengar suara Isak tangis. Galih langsung menarik wajah, menegakkan badan, lalu duduk di tepi sofa sambil berkata, "Cih! Aku sudah bilang selera mendengar Isak tangismu. Tapi permainanku tidak cukup sampai di sini. Camkan itu!" Galih mencengkeram wajah cantiknya Alma sampai jemari Galih membengkak di pipi mulus dan putihnya Alma. Maka semakin kencang lah isak tangisannya Alma.

__ADS_1


Namun, pria tampan itu justru bangkit berdiri dan pergi meninggalkan Alma begitu saja.


__ADS_2