
Alma menoleh ke Galih, "Kenapa kau mengajakku ke sini?"
"Karena kau Istriku dan harus mendampingiku"
"Apa ini juga ada bayarannya? Seorang sekretaris yang mendampingi Bosnya, bayarannya cukup besar"
Galih tersenyum tipis lalu berbisik telinga Alma, "Apakah sekretaris yang ini juga bisa mendampingi Bosnya bermain di ranjang? Kalau iya, aku akan kasih bayaran lebih besar dari sekretaris di luar sana"
Alma langung mendorong pipi Galih sambil bergumam, "Lupakan saja soal bayaran! Dasar mesum"
Galih terkekeh geli dan berkata, "Kamu yang mesum. Emangnya apa yang kau pikirkan, hah?!"
"Bermain di ranjang, kau berkata begitu barusan"
"Lalu, itu kau anggap mesum?"
"Iya" Alma mendelik kesal dan Galih sontak mengulum bibir menahan tawa.
"Kenapa kau tertawa?"
"Bermain di atas ranjang bisa saja kita bermain kartu, ular tangga, atau bermain catur. Kalau kau berkata mesum, maka kau sendiri yang mesum" Galih kembali mengulum bibir menahan tawa dan Alma langsung menepuk bahu Galih cukup keras sambil menggeram, "Dasar gila!"
__ADS_1
"Ah! Tuan Galih Baskoro!"
Galih tersentak kaget dan menoleh ke arah suara. Galih menyambut uluran tangan seorang pria paruh baya dan langsung bertanya, "Maaf, Anda siapa?"
"Hahahahaha! Orang besar seperti Anda pasti lupa sama orang kecil semacam saya. Saya Pranowo. Saya pemilik bar The Blue Sky"
"Oh, iya" Galih tersenyum lebar.
Lalu, pria paruh baya itu menoleh ke Alma, "Siapa wanita cantik di sebelah Anda ini, Tuan?"
Galih langsung memeluk pinggang rampingnya Alma dan berkata, "Ini Istri saya. Lain kali jangan memujinya cantik!"
"Kenapa?" Pria paruh baya itu mengerutkan kening di depan Galih.
Alma sontak menatap Galih dari arah samping dan bergumam di dalam hatinya, kenapa dia berkata seperti itu? Dasar pria tidak tahu sopan santun.
"Ah, baiklah. Maafkan saya" Pria paruh baya itu menatap Alma dan mengulurkan tangannya.
Saat Alma ingin menyambut ukuran tangan pria paruh baya itu, Galih Langsung menggenggam tangan Alma dan menariknya sambil berkata, "Saya juga tidak suka melihat Istri saya menyentuh tangan pria lain"
Pria paruh baya itu menarik kembali tangannya dan dengan tersenyum canggung ia berkata, "Ah, baiklah. Maafkan saya"
__ADS_1
Alma hanya bisa mengalihkan pandangannya ke samping sambil menghela nas panjang.
Tiba-tiba datang serombongan pria dan rombongan pria itu mengelilingi Galih. Dengan sangat terpaksa Galih melepaskan pinggang Alma, namun dia tidak lupa berkata ke pengawalnya, "Jaga Nyonya!"
Pengawalnya Galih langsung membungkukan badan dan menyahut, "Baik, Tuan"
Alma merasa bosa menunggu Galih asyik mengobrol dengan beberapa pria yang mengelilingi Galih. Akhirnya Alma nekat melangkah ke tengah untuk mengambil minum. Pengawalnya Galih langsung mengekor langkahnya Alma.
Alma menoleh saat merasakan pundaknya ditepuk.
Alma kemudian berputar badan dengan perlahan saat ia mendengar suara wanita yang sangat ia kenal memanggil namanya.
"Ah, benar! Kamu Alma! Kenapa kau bisa da di sini? Bukankah kau sudah kere sekarang ini?" Ibu tirinya Alma.menyeringai dan bersedekap di depan Alma.
Alma menghunjamkan tatapan tajam dan berkata, "Itu semua karena kamu! Dasar wanita ular tak tahu diuntung, cih!"
"Kau yang ular! Kau pakai baju mahal dan sepatu mahal! Kau menggoda pria kaya yang mana saat ini, hah?! Hahahahaha! Dasar wanita ular menjijikkan. Kau selalu menghinaku tapi kau tidak ada bedanya denganku, hahahahahaha!"
Alma sontak melemparkan air di gelas yang ia genggam. Alma sudah tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak melakukan itu.
Plak! Ibu tirinya Alma langsung menampar keras pipi Alma dan di saat ibu tirinya Alma ingin menampar lagi pipi Alma, pengawalnya Galih langsung berdiri di depan Alma dan pengawalnya Galih yang kena tamparan itu.
__ADS_1
Ibu tirinya Alma sontak berteriak, "Oh! Jadi ini pria kamu, hah?! Kau berpacaran dengan pria miskin ini tapi memakai setelan mahal dan datang ke pestaku, cih! Dasar tidak tahu malu!"
Saat pengawalnya Galih hendak membuka mulut, terdengar suara menggelegar, "Berani sekali kau menghina Istriku!!!!!"