
Setelah pilot mendaratkan helikopter dan Alma selamat dari rasa malu harus digendong lagu karena sekarang dia bisa berjalan ke mobil yang menunggu mereka dengan baik dan anggun. Galih duduk di belakang bersamanya, dan interior mobil mewah, yang kelihatan sangat luas, jadi terasa sangat sempit ketika pria itu duduk sangat dekat dengannya. Bahkan pria itu menempelkan bahu ke bahu Alma.
Perjalanan ke tempat pesta hanya sepuluh menit dan tidak lama kemudian mereka berhenti di halaman depan yang megah. Lampu-lampu bersinar menerangi jalan bebatu ketika barisan orang-orang dengan pakaian pesta yang berkilauan melesat keluar dari dalam mobil mewah mereka.
Galih bergegas dengan berlari kecil mengitari mobil untuk menolong Alma turun. Alma memandang tangan pria itu sesaat, ragu, kemudian menerimanya, membiarkan Galih menolongnya. Namun, ketika ia bisa berdiri tegak, Alma langsung melepaskan tangan Galih karena tangan itu seakan-akan membakar tangannya.
Galih sadar ia tidak boleh menyalahkan sikap kasarnya Alma setelah perbuatan kejamnya pada wanita itu. Galih selalu tampil menawan di mana saja ia berada dan selalu bisa menempatkan diri dengan sempurna di tengah wanita. Tetapi dengan Alma, dia tidak tahu di mana ia harus menempatkan diri.
Galih kemudian berjalan pelan di samping Alma tanpa menggandeng tangan wanita itu. Alma juga sepertinya tidak sudi menggelungkan tangan di lengan kekarnya Galih. Galih berjalan pelan mengikuti irama langkahnya Alma sambil mengingat kembali ketika ia mengangkat tubuh Alma naik ke helikopter. Itu semata-mata dilakukan karena ia ingin menolong Alma, tetapi kemudian ia menjadi tersiksa saat dirinya merasakan sosok langsing yang wangi itu meringkuk rapat ke tubuhnya, kedua tangan memeluk lehernya. Tubuh Galih seketika itu juga menegang sekeras batu selama ia berjalan pelan di samping Alma.
__ADS_1
Galih merasa benar-benar kesal karena apa yang terjadi di antara dirinya dan Alma hanya kesalahan. Karena kebodohannya. Dan karena ia berpikiran terlalu sempit. Galih kesal karena dengan pakaian yang dikenakan Alma, tanpa perlu berbuat banyak, Alma mampu menarik mata hampir semua pria yang datang ke pesta itu. Galih menyadari betapa ia ingin menggendong Alma itu ke mobil dan menyembunyikannya di sana.
Karena cemburu, Galih beberapa kali mendengus kesal saat ia tahu para pria di sekeliling mereka bahkan sampai menoleh dua kali hanya untuk memandang Alma.
Galih tersentak kaget saat ia merasakan Alma menyelipkan tangannya ke lengan Galih. Alma bersedia menyentuh Galih semata agar bisa tetap berdiri tegak dengan sepatu yang bisa membuatnya pening. Dengan sepatu tumit tinggi itu, Galih menyadari hal lain, tinggi Alma bertambah dan itu membuat jarak bibir wanita itu dengan bibirnya begitu dekat.
Galih melirik Alma yang tengah mengedarkan pandangannya.
Alma langsung melambaikan tangan dan berkata, "Tidak. Aku tidak ingin minum. Belum. Emm, aku belum haus. Aku hanya mencari Doni. Kenapa Doni tidak ada di sini?"
__ADS_1
Galih menggeram kesal. Banyak pasang mata pria yang melirik Alma sudah membuatnya hatinya panas karena cemburu, eh, sekarang Alma menanyakan keberadaannya Doni.
Galih langung memagut bibir Alma dan Alma membeliak kaget.
Galih dengan cepat menarik bibirnya dan berkata, "Itu hukuman untuk kamu karena kamu menyebut nama pria lain alih-alih namaku"
Alma hanya bisa menghembuskan napas kesalnya. Karena percuma saja berdebat dengan seroang pengacara. Alma kemudian memilih untuk bertanya, "Rumah siapa ini? Kenapa kau mengajakku ke sini?"
"Lihatlah di depan!"
__ADS_1
Alma langsung mengarahkan pandangannya ke depan dan sontak menggeram, "Dasar wanita Iblis! Dia bersenang-senang di sini ternyata"
Alma melangkah ingin menghampiri ibu tirinya, namun dengan sigap Galih menahan lengan Alma dan saat Alma menoleh kaget ke Galih, pria itu berkata, "Biarkan dia ke sini! Kamu adalah Nyonya Galih Baskoro. Tidak boleh menghampiri siapa pun. Biarkan mereka yang menghampiri kamu"