Musuh Tapi Sayang

Musuh Tapi Sayang
Terima Kasih


__ADS_3

Ibu tirinya Alma berbalik kaget ke asal suara. Wanita materialistis itu semakin kaget saat ia melihat suaminya berlari tergopoh-gopoh menyalami pria tampan itu.


Siapa dia? Kenapa dia memeluk Alma dan kenapa suamiku sangat menghormatinya?Batin ibu tirinya Alma dengan mendelik kaget.


"Tuan Galih Baskoro. Maafkan saya kalau saya tidak langsung menyambut Anda"


Ibu tirinya Alma menatap suaminya dengan mendelik kaget, suamiku bahkan membungkukkan badan di depan pria yang memeluk Alma?


"Apakah ada ruangan yang cukup luas dan nyaman untuk mengobrol di sini?" Tanya Galih Baskoro tanpa melepaskan pinggang Alma.


Alma hanya bisa diam mematung karena dia tidak memahami situasinya.


"Ada. Mari ikut saya"


"Sebelum itu, suruh Istri kamu minta maaf sama Istriku! Dia sudah menampar Istriku dan menghina Istriku"


Ibu tirinya Alma sontak mendelik ke suaminya dan berkata, "Dia yang........"


"Minta maaf sekarang juga!"


Melihat suaminya mulai menggeram dan mendelik menakutkan, ibu tirinya Alma terpaksa berkata dengan nada setengah berbisik dan wajah kesal, "Maafkan aku!"


"Minta maaf yang benar dan tulus!" Geram Galih.

__ADS_1


"Lakukan!"


Melihat Suaminya ikut menggeram, ibu tirinya Alma langsung berkata dengan senyum manis dan suara normal, "Maafkan aku!"


Alma menghela napas panjang lalu menyahut, "Hmm"


Galih lalu berkata, "Oke, kita ke ruangan yang sepi dan nyaman agar kita bisa mengobrol"


"Baik, mari ikut saya"


Setelah sampai di dalam ruangan sepi dan duduk lalu menarik Alma duduk di sampingnya, Galih menoleh ke kiri, "Letakkan laptop dan semua berkas di meja, Don!"


Alma menoleh kaget ke kiri dan bergumam, "Kapan Doni sampai di ruangan ini? Kenapa tiba-tiba ada Doni?"


Alma lalu berbisik ke telinga Galih, "Oke, aku akan tenang setenang angin malam"


Galih mengulum bibir menahan senyum dan langsung berkata ke suami istri yang duduk di depannya dengan wajah penuh tanda tanya.


"Tekan tombol play di laptop maka Anda bisa melihat sendiri seperti apa wanita yang Anda nikahi" Ucap Galih sambil menyilangkan kakinya dan memeluk bahu Alma.


Alma melirik bahunya dan bergumam di dalam hati, kenapa dia jadi suka banget memeluk pinggang dan bahuku? Dasar mesum!


Alma terpaksa membiarkannya karena dia masih belum mengerti situasinya.

__ADS_1


Setelah melihat semua kejadian yang diputar di laptop, ibu tirinya Alma dan suaminya saling pandang.


Ibu tirinya Alma langsung berkata dengan wajah gugup bercampur panik, "Sayang, Mas, itu rekayasa. Aku tidak seperti itu. Aku tidak......."


"Kau bilang belum pernah menikah sebelumnya. Tapi, apa, hah?! Kau sudah menikah dan punya seorang anak. Tega sekali kau tinggalkan anak kamu. Lalu, kau membuat suami kamu korupsi lalu kau kabur. Kau ........."


Ibu tirinya Alma langsung menggenggam tangan suaminya dan berkata, "Tidak, Sayang, Mas! Itu rekayasa. Aku belum menikah dan ......"


"Bohong! Saya adalah anak tirinya. Dia jahat. Sangat jahat" Sahut Alma.


Ibu tirinya Alma menoleh ke Alma dan berteriak, "Diam kau!"


Galih langung angkat bicara, "Karena kau berani membentak Istriku, maka aku tidak perlu mengulur waktu bernegosiasi soal pasal yang cocok untuk kamu. Don, berikan dia map hijau dan aku tidak mau bernegosiasi lagi!"


"Apa maksudnya? Mas! Tolong Aku!"


"Aku tidak mau menolong kamu! Kita cerai hari ini juga. Tuan Galih, tolong urus sekalian"


perceraian saya dengan wanita ular ini"


"Baiklah" Sahut Galih dengan senyum penuh kemenangan.


Alma menatap Galih dari arah samping dan tersenyum penuh rasa terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2