My Absurd CEO

My Absurd CEO
Tidak Masuk Akal


__ADS_3

Angela terus menuduh Alex yang melakukan semua kekacauan itu. Namun Dean tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Angela, Dean tahu Angela pasti tidak akan bisa menerima keberadaan Alex yang sekarang tinggal bersama di apartemennya.


"Dean kamu harus mengusir wanita jahat itu dari sini, aku takut wanita itu akan melukai anak kita yang berharga." ucap Angela saat sedang diberikan pengobatan atas luka yang ada di tangannya oleh Dean di kamarnya.


"Aku tidak mau satu rumah dengan wanita jahat sepertinya. Dia pasti akan melakukan banyak hal jahat dan kotor untuk bisa tetap bersamamu." ucap Angela lagi yang hanya didengarkan Dean tanpa mengomentari satu kata pun ucapan Angela.


"Baiklah, sekarang kamu minum obat dulu untuk lebih tenang dan istirahatlah. Karena kamu butuh istirahat setelah melakukan perjalanan panjang yang melelahkan." ucap Dean menenangkan Angela yang dia tahu jika Angela memiliki riwayat psikologis karena pernikahannya yang tidak berjalan lancar.


Dean menemani Angela hingga tertidur pulas di atas ranjang. Dean pun beranjak keluar dan mendengar suara tawa Mikha dari kamar Alex.


Kamar yang diperuntukkan oleh Mikha sedang diperbaiki oleh tukang bangunan dan dipasangkan wallpaper yang cocok untuk anak perempuan. Karena hanya membersihkan dan memasang wallpaper tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menjadikan kamar itu menjadi siap pakai.


Suara tawa anak kecil itu sekarang telah mengisi hari-harinya yang terbiasa sepi dan menyendiri.


tok tok tok


"Bolehkah aku masuk?" Dean membuka pintu kamar dan bertanya pada orang yang ada di dalam kamar Alex.


"Tentu saja, masuklah!" ucap Alex karena tidak mungkin dia melarang pemilik apartemen itu untuk tidak masuk.

__ADS_1


"Hallo baby, sudah bangun?" tanya Dean kepada Mikha yang sekarang sedang dalam posisi terlentang di kasur sambil meminum susu di botolnya sedangkan Alex di sampingnya.


"Geser Alex, aku juga ingin beristirahat." ucap Dean seraya mendorong tubuh Alex agar sedikit ke tengah. Dean berbaring di dekat Alex dan dengan posisi memeluk Alex dari belakang. Sedangkan Alex menyamping menghadap ke arah Mikha yang sedang meminum susu dari botol.


"Dean, bagaimana keadaan Angela sekarang? Maaf karena aku, semua ini menjadi kacau." ucap Alex terdengar sedih namun Dean tidak bisa melihat ekspresinya dikarenakan Alex masih dalam posisi membelakanginya.


"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Aku sudah tahu seperti apa Angela dan juga tahu seperti apa dirimu Alex, apa yang dikatakan Angela sangat tidak masuk akal. Aku sudah tahu jika yang membuat apartemen berantakan pastilah ulah Angela, aku yakin jika kamu tidak mungkin melakukan hal yang seperti itu." ucap Dean menjelaskan sambil memeluk serta menghirup aroma tubuh Alex dari ceruk lehernya.


"Walau bagaimanapun semua ini terjadi karena aku yang membuat Angela melakukan semua itu. Jika aku tidak ada pasti Angela tidak akan melakukan hal yang membuatnya terluka." ucap Alex yang langsung ditepis oleh Dean.


"Sssstt... Jangan pernah berpikir untu pergi dari apartemen ini!!!! Kalaupun yang harus pergi itu adalah Angela. Bukan dirimu Alex!" ucap Dean dengan penekanan karena merasa marah dengan ucapan Alex.


Alex berbalik menghadap kepada Dean dan mengucapkan, "Terima kasih Dean, karena sudah mempercayaiku. Terima kasih juga karena sudah membiarkan aku tinggal di apartemen mu." ucap Alex tersenyum manis


"Apartemen ini milikmu Alex, kamu berhak tinggal di sini. Aku sudah mengubah data kepemilikan apartemen ini menjadi namamu. Kiss me Alex! Jika ingin berterima kasih, buatlah aku senang. Kiss me!" ucap Dean yang sudah terlampau jatuh hati kepada sosok wanita di hadapannya.


Alex pun mendekatkan bibirnya pada bibir Dean, dan ciuman yang awal mulanya lembut berubah menjadi panas dan menuntut. Dean membawa Alex ke dalam kamar mandi yang ada di kamar Alex, dan mereka melakukan penyatuan mereka yang pertama kalinya di dalam kamar mandi.


Baik Dean maupun Alex sama-sama kesulitan karena ini pertama kalinya, tetapi mereka menikmati proses awal walau sedikit menyakitkan bagi Alex karena merasa inti tubuhnya terkoyak hingga meneteskan darah virgin nya yang langsung disaksikan oleh Dean.

__ADS_1


"i'm sorry honey, ini pasti sangat menyakitkan bagimu. tapi aku berjanji akan melakukannya dengan hati-hati dan pelan-pelan." ucap Dean berbisik dan dengan suara parau karena sudah diliputi oleh kabut gairah yang memuncak.


Dean dan Alex yang baru pertama kali melakukan hal yang indah ini sangat menikmati dan melakukannya terus berulang-ulang sampai mereka kelelahan dan berakhir mandi bersama.


Selesai mandi Alex hanya menggunakan bathrobe karena pakaiannya dilepaskan Dean dengan paksa dan dilemparkan begitu saja, sedangkan pakaian Dean masih bisa dipakai jadi Dean langsung berpakaian kembali sebelum keluar kamar mandi.


"Dean, aku keluar kamar mandi duluan, khawatir Mikha sudah bangun." ucap Alex pada Dean yang sedang berpakaian setelah mengeringkan tubuhnya dengan handuk dan itu membuat Alex merona karena lelaki di hadapannya tanpa pakaian sehelai pun pada saat mengeringkan tubuhnya.


"Baiklah, aku keluar setelah kamu." ucap Dean sambil memakai celana panjangnya namun tiba-tiba menarik Alex ke dalam pelukannya. "Alex, thank you, ini adalah hal terindah yang pernah aku rasakan seumur hidup. Jangan pernah memberikan tubuhmu pada siapapun. Ini semua milikku, dan hanya aku yang bisa menikmati tubuhmu, ingat itu!" ucap Dean sedikit mengancam Alex.


"Okey, don't worry. Selama kamu tidak menyuruhku untuk pergi menjauh, aku tidak akan meninggalkanmu. Dan aku akan selalu setia bersamamu walaupun aku tahu kamu tidak memiliki perasaan cinta terhadapku, karena perjanjian kontrak itu berlaku aku akan tetap setia berada di sampingmu." ucap Alex, walau Alex menginginkan status yang lebih dan pasti. tapi dia tidak mau memaksakan perasaan seseorang. Biarkan waktu yang menjawab semuanya.


Perkataan Alex membuat Dean sedikit nyeri di hatinya. Namun Dean tetap pada pendiriannya yang tidak mau memiliki status lebih terhadap wanita, apalagi sampai memiliki perasaan spesial. Karena traumanya ditinggalkan Angela dan dikhianati cintanya yang membuatnya terpuruk lama bahkan hampir mengakhiri hidupnya karena cobaan yang bertubi-tubi setelah ditinggal dua orang wanita yang dicintainya ibunya dan juga Angela.


Alex keluar kamar mandi terlebih dahulu, dan mendapati Mikha sedang berdiri di depan pintu kamar mandi. "Aunty mandinya lama sekali, Mikha tunggu dali tadi." Alex yang terkejut menjadi salah tingkah karena seperti terpergok melakukan hal memalukan.


Alex menggendong Mikha dan membawanya ke dekat lemari pakaian, tidak lama keluarlah Dean dari kamar mandi. Suara pintu yang terbuka membuat Mikha berbalik dan mendapati Dean yang sedang mengendap-endap keluar kamar mandi.


"Daddy, apa yang Daddy lakukan? Mengapa Daddy kelual dali kamal mandi aunty?" tanya Mikha polos.

__ADS_1


Dean menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal. "Oh, Daddy tadi meminjam kamar mandi aunty untuk mandi karena gerah." jawab Dean dan langsung keluar kamar tidur Alex untuk menghindari pertanyaan Mikha yang akan membuatnya kebingungan menjawabnya.


__ADS_2