
Dua pekan dirawat di rumah sakit, Dean sudah dinyatakan sehat dan diperbolehkan untuk menjalankan aktivitasnya kembali. Hanya satu saran dokter jangan terlalu lelah karena akan berakibat sakit pada kepala dan untuk amnesia ada kemungkinan sembuh namun hanya sekitar 30% saja harapannya.
Ingatan Dean yang kembali ke masa-masa masih memadu kasih dengan Angela membuat Angela seperti berada di atas angin, apalagi didukung oleh Tuan Michael Anderson yang menginginkan Dean bahagia dan tidak memikirkan hal yang lain.
Tuan Michael sempat meminta Alex untuk bersabar dan mendukung rencana Tuan Michael yang akan menikahkan Dean dan Angela agar Mikha memiliki status sebagai keturunan Anderson yang sah.
Alex Pun tidak bisa berkata-kata hanya bisa mengikuti skenario yang Tuhan ciptakan untuknya.
Hari ini adalah hari pertama CEO Anderson Tech, yaitu Dean Anderson akan kembali bekerja setelah sebelumnya digantikan oleh tuan Michael Anderson sebagai pemilik perusahaan.
Alex bekerja secara profesional menyambut kehadiran CEO nya di balik meja sekretaris nya. Dean yang akan memasuki ruangan yang didampingi oleh Angela dan juga Josh tiba-tiba berhenti di depan meja sekretaris dan menyapa Alex.
"Kamu sudah berapa lama bekerja di perusahaan ini?" tanya Dean
"Sebagai sekretaris baru sekitar 3 bulan Tuan." jawab Alex
"Siapa namamu?" Tanya Dean lagi
"Nama saya Alexandra Rose Tuan." jawab Alex dengan perasaan sedih karena dirinya sudah dilupakan oleh kekasih hatinya itu.
"Okey, Miss/Mrs. Rose saya nantikan tugas terbaik anda sebagai sekretaris. Ingat jangan berpakaian terbuka, karena saya tidak suka jika sekretaris saya berusaha untuk menggoda pimpinannya, karena itu berarti akan langsung saya pecat!!!" perintah Dean.
"Baik Tuan akan saya perhatikan." jawab Alex sambil membungkuk dan tersenyum tipis.
Dean, Angela dan Josh langsung masuk ke dalam ruangan CEO. Angela sempat melirik kepada dan memberikan senyum mengejek serta tatapan mengintimidasi.
__ADS_1
Alex langsung membuatkan kopi dan juga teh chamomile untuk atasan dan juga kekasihnya. Aroma kopi yang terhirup oleh hidungnya membuat pikiran Alex tenang, Alex penyuka minuman yang mengandung susu jadi jarang menghirup aroma kopi asli, hanya saat membuatkan bosnya kopi baru Alex bisa menghirupnya.
Alex memasuki ruang CEO dengan mengetuk terlebih dahulu. Terlihat Dean yang sudah duduk di kursi kebesarannya dan Angela yang duduk di sofa dengan anggun.
Alex menyajikan teh chamomile yang dia buat hangat cenderung dingin karena khawatir kejadian dulu terulang. Sedangkan kopi dia sajikan langsung di meja Dean.
"Silakan nyonya teh anda, silakan Tuan kopi anda." ucap Alex dengan senyum tipis. Aroma parfum Alex yang tercium oleh Dean membuat Dean sedikit mengernyit, aroma parfum yang familiar dan dia merasa sering mencium aroma parfum ini dibandingkan aroma Parfum Angela yang malah membuatnya sedikit mual.
"Apa jadwal saya hari ini?" tanya Dean
"Baik Tuan akan segera saya bacakan." Alex mengeluarkan handphone yang bisa dibuka menjadi tablet seperti S Fold. Alex membeli handphone itu dari uang yang diberikan Dean karena perjanjian mereka.
"Pagi ini jam 10 Tuan akan memimpin rapat laporan dari berbagai divisi. Untuk agenda lain belum ada karena saya meminta persetujuan dari anda terlebih dahulu. Saya akan mengirimkan permintaan pertemuan anda dengan para pimpinan perusahaan. Baru akan saya sesuaikan jadwalnya sesuai dengan persetujuan Tuan." penjelasan Alex dengan gamblang.
"Ok, aku akan membacanya dan akan ku kirim kembali salinannya pada Miss Rose." ucap Dean yang sudah tau dari data pegawai jika Alex belum menikah sehingga panggilannya Miss.
"Baik Tuan saya permisi." ucap Alex sambil membungkukkan badannya kemudian keluar dari ruangan CEO.
"Tidak sopan!! Dia tidak hormat padaku Dean, masa keluar ruangan ini tidak hormat padaku." ucap Angela sambil menghampiri Dean dan merangkul pundak Dean, anehnya setelah mencium aroma parfum Alex dan beralih ke parfum Angela membuat Dean mendadak mual sehingga refleks menutup hidungnya.
"Dean, kamu kenapa menutup hidungmu? Aku kan tidak bau." ucap Angela merasa tersinggung dengan kelakuan Dean.
"Bisakah kamu tidak mengganggu pekerjaan ku? Aku mengijinkan kamu ikut bukan untuk mengganggu tapi karena kamu ibu dari anakku jadi kamu berhak untuk mendampingi ku." ucap Dean yang kembali dalam mode CEO dingin dan tegas.
"Okey aku tidak akan mengganggumu. Eh sebelah kantor ini ruangan apa Dean? Tapi kenapa tidak ada pintunya?" tanya Angela yang penasaran dengan ruangan rahasia yang dimiliki Dean yang akses masuknya adalah rak buku yang bergeser.
__ADS_1
"Itu ruangan berkas yang ada di ruangan Josh." ucap Dean asal karena tidak mau kamar pribadinya diketahui Angela. Entah mengapa walau ingatannya masih saat bersama Angela tetapi hatinya tidak merasakan perasaan kuat terhadap Angela, bahkan saat berdekatan dengan Angela dirinya merasa tidak nyaman.
"Apakah kamu tidak ada pekerjaan lain?" tanya Dean.
"Oh ya Dean aku sekarang tidak punya kesibukan, tadinya aku ingin membuka butik atau salon sebagai tempat usaha. Tapi aku tidak punya uang." jawab Angela dengan wajah dibuat bersedih.
"Ok berapa yang kamu butuhkan? Aku akan meminta Josh untuk membantumu membuka usaha butik atau salon yang kamu inginkan." ucap Dean dan langsung diberikan ciuman oleh Angela dibibirnya, bahkan Angela tidak berhenti disitu.
Ciumannya mulai menuntut dan rakus hanya saja Dean tidak membalasnya. Entah mengapa ada perasaan lain saat Angela menciumnya seperti bukan ini yang biasanya Dean rasakan. Apalagi rasa lipstik Angela berbeda dari rasa lipstik yang dia ingat. yang dia ingat bibir yang biasa dia cium beraroma strawberry. Tapi milik Angela tidak ada rasa bahkan terasa pahit.
Alex mengetuk ruangan CEO karena ingin mengingatkan bosnya untuk bersiap memimpin rapat divisi dengan menyerahkan terlebih dahulu laporan yang harus dipelajari Dean dan sudah dikumpulkan oleh berbagai divisi, sehingga membuat Dean melepaskan ciuman Angela dengan mendorongnya perlahan.
"Masuk!!!" ucap Dean
Angela yang berada di dekat Dean terlihat sinis karena kedatangan Alex membuat kesenangannya bahkan kesempatannya untuk bermesraan dengan Dean hilang.
"Ada apa?" tanya Dean yang tidak sadar jika masih terdapat lipstik Angela yang menempel di bibirnya dan membuat perasaan Alex tidak nyaman, walau bagaimanapun Dean sudah memiliki hatinya, namun Alex harus berusaha bersabar dan rela melepaskan pria di hadapannya ini.
"Maaf mengganggu Tuan, saya mau memberikan laporan dari berbagai divisi yang bisa anda pelajari terlebih dahulu sebelum memimpin rapat divisi satu jam lagi." ucap Alex sambil menyerahkan tumpukan berkas pada meja Dean.
"Baiklah terima kasih. Oh ya, bisakah kmu pesankan makan siang dari restoran X karena aku sedang ingin sekali menikmati steak dari restoran itu. Pesankan lima porsi." ucap Dean
"Baik Tuan, maaf Tuan saya lancang tapi anda sebaiknya membersihkan bibir anda. Saya permisi." ucap Alex sambil berjalan keluar ruangan.
Dean menuju wastafel yang ada di ruangannya dan bercermin, benar saja ada noda lipstik merah maroon pada bibirnya yang berwarna merah muda itu. hati Dean merasakan tidak nyaman karena pasti Alex tau jika dia sudah berciuman dengan Angela, tapi kenapa perasannya menjadi tidak karuan.
__ADS_1