
Di Sabtu pagi yang cerah, terdengar suara notifikasi pesan masuk.
Keenan: Morning sweety, pagi ini kota London cerah sekali ya. Pasti kamu sangat cantik saat bangun tidur.
Alex yang mendengar suara notifikasi pun langsung terbangun dan membuka handphone nya.
Alex: Sorry, semalam aku tertidur. Apakah anda sudah sampai London?
Keenan: Ya, aku sudah sampai. Dan tidak sabar ingin segera malam dan bertemu dengan bidadari cantik. Aku akan menjemputmu pukul 5 sore, berdandanlah yang cantik.
Alex: Baiklah, aku berada di pinggiran kota London nanti aku share location.
Keenan: Hmmm, can't wait to see you. 💖
Alex tersenyum membaca pesan dari Keenan, dia merasa seperti anak ABG yang sedang dilanda kasmaran.
Andai saja pertemuannya dengan Keenan terjadi sebelum dia bertemu Dean, pasti Alex akan dengan mudah jatuh cinta pada kebaikan dan pesona Keenan. Tapi sekarang hatinya masih terpaut pada Dean, belum lagi kejanggalan yang terjadi pada tubuhnya membuatnya takut jika benar ada kehidupan dalam perutnya.
'Tapi anehnya, jika benar aku hamil kenapa aku tidak merasakan mual dan muntah seperti kebanyakan ibu-ibu hamil. Memang benar aku sudah terlambat datang bulan dan kemungkinan itu ada. Jika memang benar, maka kamu akan menjadi kenangan indah buat mommy sayang.' batin Alex sambil mengelus perutnya dan tersenyum.
...****************...
Di tempat lain, di dalam kamar yang masih tertutup gorden. Dean bangun dengan keadaan kepala yang pusing dan pikiran yang kacau. Dean melihat ke samping kiri, ada Angela yang tertidur pulas dan terlihat seperti tanpa mengenakan busana. 'Kenapa dia ada di kamarku? Apa yang terjadi semalam?' pikir Dean aneh karena semalam seingatnya dia masuk kamar sendirian lalu sebelum tidur seperti biasa dia selalu membersihkan dirinya dan meminum multivitamin untuk membuat badannya fit di pagi hari.
__ADS_1
Dean pun membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan melihat tubuhnya yang polos tanpa mengenakan sehelai benang pun.
Dean berusaha mengingat kejadian semalam namun dia tidak ingat sama sekali. Angela bangun dengan senyum yang mengembang lalu memeluk Dean.
"Thank you Dean, semalam kamu sangat hebat. Hari ini aku sangat bahagia sekali." ucap Angela.
"Sorry Angela bagaimana kamu bisa ada di kamarku dan kita berdua melakukan itu? Aku tidak ingat sama sekali." ucap Dean.
"Lihatlah, ini semua kiss Mark yang kamu buat di seluruh tubuhku. Dan kamu sudah melakukan itu berulang kali sampai aku lelah. Tapi aku sangat menikmatinya Dean, karena ternyata milikmu yang perkasa itu sangat luar biasa." ucap Angela sambil menyentuh milik Dean yang sudah kelelahan.
Sontak Dean menangkis tangan Angela yang menyentuh miliknya, karena dia tidak suka jika miliknya disentuh.
"Kenapa Dean? Padahal semalam kamu sangat suka dengan permainanku. Bahkan kamu terlihat sangat menikmatinya." ucap Angela bohong, karena semalam saat Dean di kamar mandi, Angela sengaja memasukan obat afrodisiak ke dalam air minum Dean untuk membuat Dean terangsang ingin melakukan hubungan intim. Dan Angela sengaja tidur di ranjang Dean menunggu obat bereaksi dan membuka selimut serta menunjukkan tubuhnya yang memakai lingerie untuk membuat keinginan Dean semakin tinggi.
"Maaf Angela sepertinya semalam aku tidak sadar dan dalam keadaan mabuk. Aku hanya minum dua gelas wine bersama daddy, padahal aku sangat kuat dengan alkohol tapi apa yang terjadi semalam aku sepertinya di luar kontrol." ucap Dean menyesalkan kejadian semalam.
"Tidak apa-apa Dean, bukankah kita akan segera menikah? Lagipula hal seperti ini sudah biasa dilakukan oleh sepasang kekasih apalagi kita sebentar lagi akan menjadi suami isteri." ucap Angela sambil memeluk pinggang Dean dan mencium pundaknya.
Tapi tetap saja Dean merasa ada yang aneh, dia sama sekali tidak mengingat bahkan menikmati pergulatan nya semalam yang dalam keadaan tidak sadar.
Dean pun merasa tidak senang sudah melakukan semua ini. 'Apa yang terjadi dengan hatiku? Bukankah seharusnya aku merasa senang karena inilah yang dilakukan sepasang kekasih yang saling mencintai. Bukankah dia sangat mencintai Angela? Tapi kenapa perasaan ini tidak bahagia?' Batin Dean gelisah.
Dean beranjak dari tempat tidur dan mengambil serta memakai celana boxernya. Lalu pergi melenggang ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket.
__ADS_1
Di kamar mandi, Dean berada dalam guyuran shower dan masih berusaha mengingat kejadian semalam. Matanya yang terpejam tiba-tiba mengingat wajah Alex yang sedang berada dalam pelukannya di tempat tidur.
'Mengapa wajah Alex yang aku ingat berada dalam Kungkungan aku? Ah sepertinya aku sedang berimajinasi jika Angela adalah Alex. Tidak mungkin aku menyukai sekretaris ku. Dari dulu aku paling anti terhadap sekretaris yang menggodaku.' batin Dean yang masih berpikir keras akan kejadian semalam.
Selesai mandi Dean keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk sebatas lutut. Saat keluar Dean melihat Angela masih tertidur pulas dengan gulungan selimut.
Dean penasaran apakah semalam dia sudah mengambil keperawanan Angela dengan paksa atau tidak, karena jika dengan paksa maka yang dia tahu pasti akan meninggalkan darah perawan yang banyak karena paksaan melukai selaputnya.
Dean mengangkat bagian selimut yang tidak dipakai Angela, namun tidak menemukan jejak darah sedikitpun. 'Mungkin darahnya ada di bagian yang tertutup tubuh Angela' pikirnya. Dean melanjutkan kegiatannya menuju ke walk in closet dan berpakaian santai karena akhir pekan.
Dean berencana ingin mengajak Mikha memancing di pekarangan belakang mansion. Mansion Anderson ini sangat luas, bagian depan terdiri dari taman bunga dan taman bermain anak dan tempat olah raga. Sedangkan bagian belakang dibuat seperti danau dan juga kolam renang.
Saat Dean sedang mengeringkan rambutnya, Angela terbangun dan memakai bathrobe serta berlari ke arah Dean dan berniat memeluk serta mencium Dean, namun usahanya itu tidak berbuah hasil karena saat Angela terbangun, Angela menjatuhkan selimut yang dipakainya ke lantai, sehingga memperlihatkan ranjang yang seprainya bersih tidak ada noda darah, hanya ada sebagian noda dari sisa percintaan mereka.
"Angela, apakah kamu sudah tidak perawan?" Cekal Dean pada tangan Angela membuat Angela kaget dan bingung untuk menjawab Dean.
"Apa kamu lupa Dean? Aku sudah melahirkan Mikha anak kita hasil dari hubungan kita berdua. Tentu saja aku sudah tidak virgin, karena kamu yang mengambil keperawanan ku saat kita sedang kuliah!" jawab Angela mencari jawaban yang tepat agar Dean tidak curiga ataupun ingat dengan kesalahannya dulu. Angela menyempurnakan aktingnya dengan menangis histeris agar Dean merasa iba.
"Kamu jahat Dean, masa kamu melupakan kisah cinta kita, padahal dulu kamu sangat sayang padaku, tidak mau jauh dariku. Tapi kamu sekarang sudah menuduhku yang tidak-tidak. Aku kecewa Dean! Jika kamu sudah tidak mencintai ku, lebih baik aku pergi dan menghilang dari kehidupan mu." ucap Angela menambah aktingnya lagi.
"Sorry Angela, bukan maksud ku begitu. Aku tidak menuduh kamu, namun aku lupa kita pernah melakukan itu dahulu. Maaf aku melupakan hubungan kita. Aku mohon jangan pernah mengatakan jika kamu akan pergi. Kita sekarang adalah keluarga." ucap Dean sambil memeluk dan mencium Kepala Angela.
Angela tersenyum smirk mendengar perkataan Dean. 'Yes berhasil!!!' Dean sudah terperangkap dalam jebakan Angela.
__ADS_1