
Keesokan harinya, Alex bekerja seperti biasa dari hotel tempat ia menginap. Sambil terus berselancar di hpnya untuk mencari rumah atau apartemen yang disewakan dengan harga murah dan jarak dekat, Alex bukan orang yang menggantungkan hidupnya pada orang lain apalagi pada orang yang baru dikenalnya.
Memilih hidup sendiri tetapi tenang dan nyaman daripada hidup bersama orang-orang yang membuat hatinya menjadi rumit. Itu adalah prinsip Alex, emosi dingin dan cuek dimilikinya semata-mata hanya untuk menjadi benteng agar tidak mudah terpuruk.
Tiba di kantor, Alex langsung membereskan laporan yang sudah tiba di mejanya. Pasti kemarin berbagai divisi yang akan memberikan laporan dan meminta persetujuan dikumpulkan di mejanya saat dia sudah pulang.
Kriiing, kriiing, kriiing
"Selamat pagi, dengan Anderson Tech ada yang bisa saya bantu?" tanya Alex pada sambungan telepon.
"Hei, Dean mana? Aku perlu berbicara dengannya! Pasti kamu mempengaruhi Dean untuk tidak menjawab telepon dariku kan!?!" ucapan Angela dari sambungan telepon terdengar emosi dan marah.
"Maaf nona saya tidak tahu tuan Dean Anderson ada di mana. Saya baru tiba di kantor. Mungkin tuan ada di mansion." jawab Alex.
"Jangan bohong kamu! Awas kalau kamu berusaha mendekati Dean, maka aku akan membuatmu jauh lebih menderita dari sekarang." ancam Angela kepada Alex sambil menutup teleponnya secara sepihak.
Alex menuju ruang pantry untuk menyiapkan kopi dan camilan buat bosnya saat datang nanti. Saat memasuki ruangan CEO, Alex dikejutkan oleh keadaan ruangan yang berantakan dan terdapat seorang laki-laki yang tertidur di sofa.
Alex menyimpan kopi yang dibawanya sert mendekati pria tersebut dan itu adalah bosnya, Alex berniat membangunkan pria itu. "Tuan maaf sudah pagi, sebaiknya anda bangun dan bersiap-siap." ucap Alex dan hanya dibalas dengan gumaman serta berbalik tidur kembali.
Alex mendekati Dean dan menepuk pundaknya agar segera bangun, namun seperti biasa Dean menariknya agar berbaring di sampingnya. Alex yang merasa dirinya bukan siapa-siapa bagi Dean dan karena sudah ada Angela di hati Dean langsung berontak dan akan segera bangun. Tapi Dean berkata: "Tetaplah seperti ini, kumohon sebentar saja. Aku membutuhkanmu." ucap Dean
Alex terdiam dan tidak bisa berkata-kata, dalam hatinya sedikit ada rasa sedih karena pria yang sekarang sedang memeluknya merupakan cinta pertamanya dan juga satu-satunya pria yang sudah memiliki hati serta tubuhnya itu. Namun, Alex sadar diri karena dirinya tidak ada artinya dibandingkan dengan Angela yang merupakan cinta pertama Dean sekaligus ibu dari anaknya.
__ADS_1
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan dari luar,Alex langsung terperanjat dan bangun. Dean juga tidak lagi mencegahnya karena suara ketukan itu.
"Permisi tuan, saya membawakan anda laporan." ucap asisten Josh setelah mendapatkan ijin masuk ke dalam ruangan bosnya.
"Maaf Tuan saya akan kembali ke ruangan saya. Permisi." ucap Alex sambil membungkuk hormat.
"Sorry bos, saya mengganggu kalian berdua." ucap Josh merasa tidak enak karena sudah mengganggu aktivitas bosnya bersama Alex.
"Apa yang ingin kamu laporkan? Aku harap itu sangat penting karena jika tidak, keberangkatan kamu ke cabang Afrika akan semakin dipercepat!" ucap Dean dengan bombastis side eyes.
"Okey bos, ini sangat penting untuk Saya laporkan segera, karena menyangkut masa depan bos dan hubungan percintaan bos juga." ucap Josh.
"Okey kamu bacakan laporannya!" ucap Dean sambil duduk di kursi kebesarannya dan menopang dagunya di atas meja.
"Josh...to the point, kamu terlalu banyak berbasa-basi!" ucap Dean tidak sabar.
"Okey, anda bisa tarik nafas terlebih dahulu. Karena saya tidak mau anda pingsan setelah mendengar hasil dari test DNA ini." ucap Josh lagi mengulur waktu.
"Come on Josh, you took so long!" ucap Dean dengan emosi.
"Yes, that's it. Hasil test DNA Nona Mikhayla 99% sama dengan DNA anda. Jadi hasilnya positif jika anak Nona Angela, yaitu Nona Mikhayla 100% darah daging seorang Dean Anderson." ucap Josh menjelaskan hasil test tersebut.
__ADS_1
Dean menghela nafas berat dan menutup mukanya selama beberapa menit, mengontrol emosinya dan mencoba berpikir dalam beberapa saat.
"Okey, siapkan kendaraan kita menuju mansion Daddy, aku akan menceritakan semuanya pada Daddy dan meminta pendapatnya, aku sama sekali tidak bisa menemukan pencerahan, karena sekarang ada Alex yang sudah mempengaruhi pikiran dan hatiku dalam mengambil keputusan." ucap Dean dengan sedikit terisak karena sedih dengan kenyataan ini, namun dibalik sedihnya juga ada kebahagiaan karena ternyata dia sudah memiliki keturunan yang sangat didambakan oleh keluarga Anderson.
"Andai kabar ini datang saat aku belum bertemu Alex, pasti aku sudah langsung menikahi Angela dan hidup sebagai keluarga kecil bahagia. Tapi hatiku merasa sakit jika memikirkan Alex yang pastinya akan kecewa dengan kabar ini." ucap Dean seraya menghapus buliran air mata yang mulai keluar karena kegundahan hatinya.
"Tenanglah bro, aku yakin Alex pasti mengerti dan akan ada jalan keluarnya yang terbaik. Sekarang kita ke mansion dulu, siapa tau Daddy mu akan memberikan solusi terbaik yang bisa membantu kamu mengambil keputusan." ucap Josh menenangkan karena kasihan melihat sahabat yang juga bosnya bersedih.
Dean dan Josh keluar ruangan dan melihat Alex sedang mengerjakan sesuatu komputer nya.
"Alex, kami akan pergi keluar kantor. Jika ada hal yang penting dan urgent bisa hubungi Josh. Kami tidak akan kembali ke kantor, jadi kamu bisa pulang jika sudah waktunya pulang." Ucap Dean
"Baik Tuan." Jawab Alex singkat.
"Oh ya, kamu kembalilah ke apartemen. Sudah kukatakan itu apartemen milikmu, Angela dan Mikha yang akan pindah." ucap Dean tegas.
"Maaf Tuan, jangan kejam kepada nona Angela dan Mikha, tidak apa mereka tinggal di sana. Saya tidak keberatan, tenang saja saya sudah menemukan tempat untuk tinggal." ucap Alex.
"Tidak ada penolakan, kmu segeralah kembali atau aku yang akan membawamu kembali ke apartemen." ucap Dean kembali tegas dan penuh penekanan.
"Baik Tuan, saya mengerti." ucap Alex karena tidak mau berlarut-larut dalam pembahasan ini dan mengulur waktu keberangkatan bosnya untuk keluar kantor.
"okey, kami berangkat dulu." ucap Dean.
__ADS_1
Di dalam lift, "Kamu suruh orang untuk pastikan Alex kembali ke apartemen dan segera Carikan tempat tinggal untuk Angela dan anaknya." ucap Dean
"Hei dia bukan hanya anaknya, tapi juga anakmu!" ucap Josh karena heran dengan Dean yang belum mengakui jika Mikha anaknya.