My Absurd CEO

My Absurd CEO
Omong Kosong


__ADS_3

Di meja resepsionis. "Hai, Apakah suamiku ada di dalam ruangannya?" tanya seorang wanita yang berpenampilan modis dan anggun.


"Maaf, dengan siapa saya berbicara? Maksud saya suami nyonya itu siapa? Di mana divisi tempatnya bekerja?" tanya resepsionis bingung karena baru kali ini bertemu wanita di depannya.


"Dean Anderson CEO perusahaan ini, apakah dia ada di ruangannya? Atau suruh asisten Josh menemui ku!!!" ucap Angela wanita yang memiliki tubuh tinggi seperti model ini namun berperangai buruk karena dirinya merasa statusnya lebih tinggi daripada resepsionis itu.


"Oh maaf nyonya saya tidak tahu jika Mr. Dean Anderson sudah menikah, sekali lagi saya mohon maaf nyonya." ucap resepsionis terlihat gugup dan langsung menghubungi line telepon sekretaris CEO.


"Selamat siang nona Rose, apakah Mr. Dean Anderson ada di ruangannya? Ada yang mencarinya." ucap resepsionis dari sambungan telepon.


"Maaf siapakah yang mencarinya? Tuan Anderson dan asistennya sedang melakukan pertemuan makan siang dengan klien Hongkong di restoran." jawab Alex.


"oh, tapi yang mencarinya adalah istri Mr. Anderson, beliau meminta untuk masuk ke dalam ruangan CEO dan menunggunya di sana." ucap resepsionis menyampaikan pesan Angela dari catatan yang ditulis Angela.


"Bisakah kamu tanyakan nama dari wanita yang mengaku sebagai istri Tuan Anderson?" tanya Alex.


"Nyonya Angela Cruz." lagi-lagi, resepsionis membacakan catatan yang ditulis Angela karena suara telepon ditekan loud speaker oleh Angela sehingga dia bisa mendengar percakapan Alex.


"Baiklah persilakan dia naik ke lantai CEO, aku yang akan mengantarnya." ucap Alex


""Baik Nona Rose saya akan menunjukkan liftnya. Terima kasih." ucap resepsionis lagi mengakhiri panggilannya di telepon.


Angela diantarkan dan ditekankan tombol lift menuju lantai paling atas, yaitu lantai khusus CEO dan staf kepercayaannya.


Angela keluar dari lift dengan berjalan anggun layaknya seorang sosialita kaya.

__ADS_1


"Hei, kamu buatkan aku teh hangat bunga chamomile tanpa gula, aku tidak suka minuman manis." ucap Angela memerintahkan pada Alex.


"Hei, kamu mau ke mana?" tanya Angela.


"Maaf nona, saya mau ke pantry membuatkan anda teh chamomile tanpa gula." jawab Alex.


"Bukakan pintunya!!!" perintah Angela kepada Alex untuk membukakan pintu ruangan Dean.


"Baik Nona, silakan." Ucap Alex seraya membukakan pintu ruangan CEO dan bergeser agar mempersilakan Angela masuk.


Alex membuatkan teh hangat untuk Angela dan membawanya ke dalam ruangan Dean.


"Silakan Nona." ucap Alex sambil menyimpan nya di atas meja beserta camilan yang selalu disiapkan untuk Dean.


"Apa kamu tidak sadar, teh ini sangat panas!!!aku meminta teh yang hangat!!! Dasar wanita miskin yang bodoh! Perintah membuat teh saja kamu tidak bisa!" ucap Angela dan memberikan cangkir teh yang agak panas itu ke tangan Alex dengan kasar hingga tangan Alex tersiram airnya. Namun Alex tidak pernah mengeluh, terkena air panas seperti saat dulu bekerja di cafe dan minimarket sudah biasa baginya.


Namun ternyata, dia salah malah membuat Angela marah. Alex segera membawa cangkir itu kembali ke pantry dan membuatkan teh hangat sesuai permintaan Angela.


Alex kembali membawa teh hangat itu ke meja di hadapan Angela, namun lagi-lagi Angela marah bahkan sekarang teh hangat tersebut disiramkan ke baju Alex.


"Dasar bodoh, apa kamu tidak bisa membedakan hangat dan dingin!!! Teh ini sudah dingin bodoh!! Mana enak teh yang sudah dingin seperti ini." lagi-lagi Alex ditindas semena-mena oleh Angela.


Alex kembali ke pantry dan membuatkan teh yang baru dengan harapan teh ini tidak kembali disiramkan kepada dirinya. Dirinya mencoba bertahan karena tidak mau membuat keributan, namun jika kali ini Angela masih berbuat ulah, maka jangan salahkan jika dia mulai bertindak.


Alex kembali menyimpan teh di meja dan membersihkan tumpahan teh yang tadi disiram pada dirinya. Dan benar, lagi-lagi Angela marah karena cangkir yang diberikan Alex sama dengan cangkir sebelumnya dan menuduh Alex memberikan cangkir kotor kepadanya.

__ADS_1


Hampir saja Angela akan kembali menyiramkan teh ke muka Alex, Alex langsung melayangkan tendangan untuk menangkis tangan Angela yang akan menyiramkan teh, sehingga membuat teh itu mengenai muka Angela dan cangkirnya terlempar sehingga membuat suara pecahan kaca yang keras.


Dan tidak lama, muncul dua sosok pria tampan yang masuk ke dalam ruangan. Angela langsung berakting playing victim di depan kedua pria tampan tadi.


"Dean, lihatlah perbuatan sekretaris bodoh itu! Dia menyiramkan teh panas ke muka ku, aduh mukaku sekarang pasti sudah rusak karena tersiram air panas." ucap Angela sambil menangis dan memeluk pinggang Dean.


"Benarkah itu Alex?" tanya Dean yang membuat Alex sadar jika lelaki di depannya menanyakan sesuatu yang seharusnya tidak perlu ditanyakan karena jika dia benar-benar mencintainya maka harus percaya jika pasti dirinya tidak mungkin melakukan perbuatan itu jika tidak ada sebabnya.


"Silakan anda berhak mempercayai apa yang anda lihat, maaf saya permisi membawa alat pembersih dulu." jawab Alex dengan malas menanggapi drama yang terjadi di ruangan bosnya.


Jika hal ini sudah terjadi, selalu terbersit perasaan menyesal jika dirinya sudah jatuh hati, bahkan memberikan tubuhnya untuk lelaki yang bahkan lebih mempercayai omong kosong yang diucapkan mantan pacarnya.


"Alex kami baik-baik saja? Tanganmu terlihat merah sekali, apa dia menyiramkan air panas pada tanganmu?" ucap Josh melihat tangan Alex yang memerah akibat melepuh.


"it's Ok, aku baik-baik saja." jawab Alex dan membawa vacuum cleaner untuk menyedot pecahan kaca yang berserakan di lantai ruangan CEO.


Di dalam ruangan CEO, tampak dua sejoli yang sedang bermesraan, bukan bermesraan sih, tapi lebih ke wanita yang menempel pada sang pria namun diabaikan oleh pria itu.


Tapi tetap saja bagi Alex hal tersebut membuatnya sakit hati, karena diamnya Dean terhadap apa yang dilakukan mantan pacarnya itu.


"Dean malam ini bukankah ada undangan makan malam dari para pejabat? Aku ikut ya, kamu kan harus memiliki pendamping saat ada acara resmi. Dan aku wanita yang paling tepat untuk mendampingi mu, ucap Angela sambil memainkan tangan Dean dan menciuminya.


"Sorry aku sudah punya janji mengajak wanita lain sebagai pendamping ku." jawab Dean sambil matanya tetap memperhatikan Alex yang sedang menyedot pecahan kaca.


"No, kamu harus pergi denganku. Karena aku tamu spesial dari pejabat itu untuk bermain piano di pestanya. No regret Dean!" ucap Angela sambil menjilat pipi Dean dan membalikkan muka Dean untuk mencium bibirnya.

__ADS_1


Namun Dean sadar hal ini akan membuat Alex salah paham dan sakit hati, lebih parah lagi jika Alex sampai marah, padahal baru hari ini Mereka resmi berpacaran.


__ADS_2