
Selesai mengeringkan rambut, Dean keluar dari kamar dan langsung menuju ruang makan untuk sarapan. Walaupun terlambat bangun pagi, tapi Nyonya Drew selalu membuatkan sarapan baru untuk tuan mudanya itu dan juga calon nyonya di rumah ini.
Selesai sarapan, Dean menanyakan keberadaan Mikha pada nyonya Drew.
"Ke mana Mikha? Apakah dia sudah bangun?" tanya Dean kepada nyonya Drew.
"Nona Mikha sedang bermain di dalam kamarnya Tuan bersama pengasuhnya." jawab Nyonya Drew.
"Oh okey, tolong katakan pada uncle Thomas agar menyiapkan perlengkapan memancing dan boat untuk aku dan Mikha memancing di kolam belakang." ucap Dean
"Baik Tuan muda." jawab Nyonya Drew.
Dean menghampiri Mikha di dalam kamarnya yang sudah di desain berwarna pink dan banyak sticker bunga dan kartun princess bahkan ruangan kamarnya pun dipenuhi dengan arena bermain dan boneka serta spot untuk belajar.
Walaupun belum mengingat bagaimana bisa dia bisa punya anak sedangkan yang dia ingat adalah masa lalu saat dia dan Angela masih menjalin kasih. Tapi tidak bisa dipungkiri Dean sekarang sangat menyayangi Mikha sebagai anak semata wayangnya.
"Mikha, what are you doing?" tanya Dean
"Aku sedang bermain dengan princess Ana Daddy." jawab Mikha sambil pura-pura sedang pesta teh dengan boneka princess yang didudukkan di meja makan mini berwarna pink.
"Wah, siapa ini? Cantik sekali." tanya Dean mencoba memasuki dunia bermain anaknya.
"Ini namanya princess Ana dan ini namanya Princess Elsa lalu ini aunty Alex." ucap Mikha.
"Apa? Aunty Alex? Siapa aunty Alex." tanya Dean penasaran.
"Daddy lupa aunty Alex? Dulu kan aunty selalu menemani Mikha main. Tapi sekarang aunty sudah pergi, Mikha jadi kesepian Daddy." jawab Mikha.
__ADS_1
Dean berpikir, mungkin Mikha pernah dititipkan kepada Alex saat ikut ke kantornya. Jadi Mikha mengenalnya karena pernah dijaga oleh sekretarisnya itu.
"Ayo, sekarang Daddy mau pergi memancing ikan di danau belakang. Mikha ikut daddy ya? Kita naik duck boat." ajak Dean.
"Yes Daddy, Mikha mau. Pasti menyenangkan." ucap Mikha.
"Ayo sekarang Mikha berganti pakaian dulu, pakai celana panjang dan kaos serta topi ya agar tidak kepanasan." ucap Dean.
"Baik daddy. Aunty please help me." pinta Mikha kepada pengasuhnya yang sedang terkesima melihat ketampanan Dean.
Dean dan Mikha pun memancing dan kedekatan ayah dan anak itu membuat Angela juga daddy Michael merasa senang. Karena kehadiran Mikha di dalam keluarganya, membuat mansion ini menjadi lebih hidup dan lengkap.
Keinginan Michael Anderson memiliki cucu pun sudah tercapai, walaupun keinginannya memiliki seorang cucu laki-laki agar bisa meneruskan perusahannya. Tapi di jaman modern seperti sekarang, wanita pun bisa memimpin perusahaan.
...****************...
Sore hari pun tiba, Keenan sudah berada di depan rumah Adele. Sesuai Share location yang diberikan Alex, mobil Lamborghini berwarna silver yang dikendarainya sendiri itu sudah berada di pekarangan rumah Adele. Sore ini agenda dating with Keenan pun tiba.
Alex keluar dari rumah Adele dengan memakai dress berwarna putih bermotif bunga kecil selutut dan sepatu flat berwarna peach, rambutnya dia biarkan tergerai. Mantel dia bawa untuk berjaga-jaga jika malam tiba cuaca akan semakin dingin.
Saat melihat Alex keluar, Keenan keluar dari mobilnya. Keenan memakai celana berwarna abu dan kemeja putih dengan kancing bagian atas yang sengaja dia buka serta tidak lupa kacamata hitam bertengger di hidungnya membuat Adele seketika menganga karena kadar ketampanan pria di depan rumahnya ini sangat luar biasa tampan.
Walaupun Dean juga merupakan pria tampan yang pernah lihat, tapi Keenan juga tidak kalah tampan. Apalagi bulu-bulu halus yang menghiasi wajahnya membuat Keenan tampak lebih maskulin.
"Alex, oh my God he is so gorgeous. Andai tidak ada Jeremy di hatiku pasti aku sudah berlari ke dalam pelukannya." ucap Adele berbisik kepada Alex.
"Hai, my name is Adele. Aku sahabat Alex, nice to meet you." ucap Adele sambil memberikan tangannya untuk disalami.
__ADS_1
"Hai, i'm Keenan calon kekasih Alex. Nice to meet you too." jawab Keenan.
"Oh, you so confidence. Okey aku harap kalian berhasil menjadi kekasih." ucap Adele dan tentu saja mendapatkan cubitan di perutnya dari Alex.
"Come on, my Sweetheart. Let's go!" ucap Keenan sambil memberikan tangan agar Alex menyambut tangannya. Karena tidak mau membuat Keenan malu di hadapan Adele, Alex pun menyambut uluran tangan dari Keenan.
Keenan menuntunnya sampai ke mobil, membukakan pintu mobil yang terbuka ke atas dan menghalangi dengan tangannya agar kepala Alex tidak mengenai pintu.
"Wow gentleman, have fun Alex Keenan." ucap Adele sambil melambaikan tangannya mengiringi kepergian mobil Lamborghini yang melaju meninggalkan pekarangan rumahnya.
"Thank you, anda sudah jauh-jauh datang menjemputku di sini." ucap Alex.
"Don't talk like that. Demi wanita cantik seperti mu, ke ujung dunia pun akan ku jemput." ucap Keenan sambil tangan satunya menyetir dan tangan satunya lagi mengambil tangan Alex serta menciumnya mesra.
"You look so beautiful Alex. Tidak sia-sia aku datang jauh-jauh dari Amerika, karena setelah melihat mu, rasanya semua rasa lelahku hilang bahkan tubuhku sekarang fully charge." ucap Keenan Jumawa.
"Hahaha, anda pandai sekali membual. Pasti anda sudah biasa mengatakan hal itu pada setiap wanita." ucap Alex sambil tersenyum sinis, karena dulu pun Dean selalu menggoda dan menggombal tapi akhirnya dirinya ditinggal juga.
Keenan meminggirkan mobilnya mendadak dan membuat Alex terkejut. "Kenapa berhenti?" tanya Alex. Mobil bodyguard di belakang pun turut menghentikan mobilnya, khawatir Bosnya mengalami masalah.
Tiba-tiba Keenan mengambil kedua tangan Alex dan menciumnya dan berkata lembut.
"Pasti kamu tidak percaya, jika apa yang aku katakan tadi benar adanya dan bahkan lebih dari itu. Aku sangat menantikan pertemuan ini. Baru kali ini aku memiliki perasaan sangat mendamba terhadap wanita. Walaupun banyak wanita dalam hidupku, tapi perasaan ini baru aku rasakan hanya terhadap mu Alex." ucap Keenan sambil meletakkan kedua tangan Alex di dadanya sebelah kiri.
"coba kamu rasakan, jantung ini rasanya akan meledak karena perasaanku terhadap mu sudah seperti bom waktu yang sangat ingin aku ledakkan. Please jangan berbicara formal denganku Alex, call me Keenan. Aku sangat ingin kamu menjadi kekasihku, bahkan menikahi mu sekarang pun aku mau." ucap Keenan sambil menatap lekat kedua mata Alex. Hening...
"Maaf, aku tidak tahu harus berkata apa. Hal ini sangat membuatku terkejut. Aku...." jawab Alex sambil menundukkan kepala melihat perutnya.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu menjawab permintaanku sekarang. Aku akan menunggumu, tapi jangan menghindar dariku! ijinkan aku mengejar mu. Sampai aku bisa mendapatkan hatimu." ucap Keenan dan dibalas Alex dengan anggukan dan senyuman.
"Baiklah, kita berangkat sekarang. Aku sudah reservasi restoran sunset beach. Semoga kita tidak telat untuk melihat matahari tenggelam." ucap Keenan sambil menyimpan tangan Alex kembali.