My Absurd CEO

My Absurd CEO
Mengalah untuk Bahagia


__ADS_3

Dean berangkat menuju perusahaan setelah Angela selesai konsultasi dengan psikiater. Menurut psikiater Angela mengalami gangguan mental, kejiwaannya rapuh karena cobaan yang bertubi-tubi. Jadi obat yang paling ampuh adalah memberikan perasaan terlindungi, dicintai dan disayangi oleh sekelilingnya terutama oleh orang terdekatnya.


Perkataan psikiater menjadi Boomerang bagi Dean dan bahkan senjata bagi Angela untuk mengikat Dean. Angela berjanji akan menjadi wanita yang setia, menyayangi Mikha dan belajar menjadi istri yang baik.


Dean menjadi tidak tenang, karena hatinya sebagian sudah terisi oleh Alex tapi tidak dapat dipungkiri jika Dean masih memiliki kenangan indah bersama Angela.


Saat sampai di dekat ruangannya, Dean tidak melihat keberadaan Alex, 'mungkin dia sedang istirahat makan siang' pikirnya. Josh keluar dari ruangannya dan berpapasan dengan Dean yang akan masuk ke dalam ruangannya.


"Josh, apa Alex sedang istirahat makan siang?" tanya Dean.


"Oh Alex sedang menggantikan mu untuk bertemu dengan Tuan Barack." ucap Josh santai


"Apa??? Di mana mereka bertemu? Kenapa kamu membiarkan mereka bertemu? Aku kan sudah bilang pending pertemuannya!!!" Dean berkata dengan geram dan marah.


"Sorry, tapi tuan Barack tidak bisa membatalkannya karena tidak ada lain hari, malam ini dia akan segera kembali ke Amerika. Karena aku memimpin rapat divisi, jadi Alex yang pergi." ucap Josh.


"Di mana pertemuan mereka???" tanya Dean gelisah, karena ingin segera mencari keberadaan Alex.


"Saya tidak tahu jadinya mereka bertemu di mana. Karena Alex hanya bilang dia akan bertemu Tuan Barack di restoran yang dipesankan oleh Tuan Barack bahkan sopirnya sendiri yang menjemput Alex." ucap Josh menceritakan apa yang dia lihat.


"Oh God, Lelaki itu sedang melancarkan jurusnya." ucap Dean.


"Jurus apa bos?" tanya Josh


"Kemarin dia datang ke sini dan bilang ingin mendekati Alex." ucap Dean gusar.

__ADS_1


"Oh, good news. Sepertinya kita akan besanan dengan Barack Company jika mereka jadi menikah." ucap Josh santuy dan langsung mendapat tinjuan dari Dean di bagian lengannya.


"Aku akan menyusul mereka, Josh kamu selesaikan semua laporan di atas mejaku. Pokoknya aku kembali ke sini semua harus selesai, jika tidak siapkan surat mutasi mu ke cabang Afrika." ucap Dean kesal karena ucapan Josh yang ingin besanan dengan Barack Company.


"****, hei CEO kejam...! Aku doakan kamu bahagia!" Ucap Josh ingin mendoakan buruk, tapi takut mutasinya itu menjadi kenyataan dan dibalas seringai kejam dari Dean.


Di dalam lift, Dean terus mencoba menghubungi Alex namun tidak kunjung diangkat. Dean mencoba menghubungi Keenan.


Dalam sambungan telepon,


"Hallo...Hai, Dean ada apa menelepon?" tanya Keenan basa basi padahal sudah tahu tujuan temannya menelepon pasti karena sedang kebakaran jenggot mengetahui sekretarisnya yang sedang makan bersamanya.


"Hei, sedang apa kamu dengan Alex?" tanya Dean.


"Ah, ah...terus Rose. Ukh enak sekali, bisakah lebih keras! Ini enak sekali!" terdengar suara Keenan yang sepertinya sedang menikmati kebersamaannya dengan Alex. Ucapan Keenan ini membuat Alex memberengut karena kata-katanya aneh sekali. Alex takut Dean akan salah paham, tapi karena Alex sedang memijat tangan Keenan yang terluka karena kesalahannya jadi Alex membiarkannya saja.


"Jangan macam-macam kamu, atau kamu akan merasakan akibatnya. Kamu sentuh sehelai rambutnya saja, aku akan menghajarmu habis-habisan!!!" ucap Dean geram.


"Aku di restoran Sunset Beach, ruang VIP. Sorry aku tutup karena aku sedang menikmati pijatan Rose yang sangat enak." ucap Keenan dan langsung menutup teleponnya.


Alex sedang memijat tangan Keenan yang terkilir karena Alex menangkis dan mendorong Keenan hingga tersungkur. Alex pikir Keenan akan berusaha menciumnya, padahal Keenan hanya ingin mengambil sisa tissue yang nempel di rambut Alex selepas dari toilet.


Dean memacu mobilnya dengan kencang tanpa memikirkan keselamatannya karena ingin segera Memisahkan Alex dari Keenan yang terkenal selalu bergonta-ganti pasangan bahkan Keenan terkenal dengan gosip sebagai lelaki yang hanya menyukai one night stand. Tidak pernah melakukannya dengan wanita yang sama, kecuali dengan yang sangat dia inginkan.


"Okey, sekarang aku tanya. Bagaimana hubunganmu dengan Dean? Apakah kalian sudah menjadi sepasang kekasih?" tanya Keenan. Keenan sengaja berlama-lama dengan Alex dan Alex pun mau tidak mau menerima karena Keenan tidak akan memberikan proposal kerjasama yang sudah ditandatanganinya jika Alex pergi. Alex sampai berpikir, 'Apakah semua CEO absurd seperti ini.'

__ADS_1


"No, aku tidak pantas untuk berangan-angan menjadi kekasih seseorang seperti Dean Anderson, lagipula dia sudah memiliki seseorang yang dia cintai bahkan mereka sudah memiliki anak." ucap Alex sambil menunduk sedih.


"What, Dean sudah memiliki anak? Bersama siapa?" tanya Keenan penasaran.


"Mikha, gadis kecil itu anak Dean Anderson dan Angela Cruz mantan kekasihnya yang sekarang kembali ke London." ucap Alex.


"Jadi, gadis kecil yang kamu bawa ke perusahaan itu, anak Dean dan Angela? Oh God, takdir itu ada. Aku kira mereka sudah tidak akan ada hubungan lagi." ucap Keenan.


"Lalu, apa kamu mencintainya?" tanya Keenan.


"Aku, sepertinya sudah mulai memiliki perasaan terhadapnya, namun statusku yang rendahan ini dan bukan siapa-siapa tidak memiliki cukup kekuatan dan kepercayaan diri untuk bisa bersanding dengan orang hebat seperti Dean Anderson." ucap Alex.


"Okey, jadi kamu mencintainya hah? Aku mengerti. Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Keenan penasaran.


"Entahlah, tapi yang pasti aku lebih baik mengalah untuk Bahagia. Melihat kebahagiaan orang yang kita cintai akan membuat kita bahagia, dan kita pun bisa melepaskannya dengan bahagia serta menemukan seseorang yang bisa membuat kita bahagia tentunya." ucap Alex menahan air mata yang akan jatuh.


Tanpa mereka sadari Dean sudah berada di depan pintu sedari tadi dan mendengar percakapan antara keduanya. Tangannya mengepal kuat, bahkan saking kuatnya sampai meninggalkan bekas kuku yang menancap dan memutih.


Hati Dean seperti sedang diremas kuat-kuat dan matanya terasa sangat panas hingga akan mengeluarkan bulir bening pertanda dia akan segera menangis. Namun apa yang diucapkan Alex adalah kenyataan, bukan hanya Alex yang jatuh cinta. Tapi dirinya juga sudah mulai merasakan perasaan cinta itu, karena cintanya Dean sampai tidak bisa menahan gelora dalam dirinya hingga merenggut hal yang paling dia jaga dan Alex jaga.


Namun takdir berkata lain, kehadiran Angela membuat semuanya berantakan dan goyah, rencana hidup yang sudah Dean buat untuk kebersamaannya dengan Alex menjadi kacau bahkan harus disusun ulang.


Mendengar suara Alex dan Keenan akan keluar dari ruang VIP, Dean berlari keluar restoran dan berdiam di depan mobilnya seakan-akan dia baru datang ke restoran itu walau dia sudah mendengar curahan hati Alex yang diutarakan pada Keenan sahabat dekatnya itu.


'Kenapa Alex bisa sedekat itu dengan Keenan bahkan sampai mengutarakan perasaannya padahal mereka baru saja bertemu.' batin Dean gusar.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2