My Absurd CEO

My Absurd CEO
Memilih yang terbaik


__ADS_3

Dean dan Josh sampai di mansion. Mereka langsung disambut oleh pelayan, Daddy Michael turun dari lantai atas dan menyambut kedatangan Dean.


"Hallo son, semalam kamu tidak pulang dan tidak ada kabar. Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Daddy Michael khawatir.


"i'm fine Daddy, ada yang ingin aku bicarakan dengan Daddy." ucap Dean


"okey, ayo kita pergi ke ruang kerja." ucap Daddy Michael.


"Apa yang ingin kamu bicarakan dengan Daddy?" tanya Daddy Michael.


"Dad, sorry. Sebenarnya aku memiliki seorang anak." jawab Dean.


"Apa??? Kamu menghamilinya wanita mana Dean? Jangan-jangan kamu sembarangan bermain dengan wanita pelacur yang tidak jelas asal usulnya!" teriak Daddy Michael emosi dan tidak terima jika cucunya akan berasal dari wanita yang tidak baik.


"No dad, tapi Angela. Dia mencuri spermaku dari bank ****** dan melakukan inseminasi dengan spermaku sehingga sekarang anaknya adalah anakku." jawab Dean dengan perasaan yang masih berkecamuk.


"Apa? Angela wanita terkutuk yang tidak tahu malu itu? Bagaimana dia bisa mencuri dari bank ****** itu? Akan daddy tuntut dokter yang melakukan inseminasi tanpa persetujuan dari pemiliknya!" ucap Daddy Michael geram.


"Angela melakukan proses itu karena di rumah sakit itu ada pamannya yang menjadi dokter kandungan dan dia memalsukan tanda tangan ku sebagai persetujuan baginya melakukan proses inseminasi." jawab Dean.


"Namun bukan itu permasalahannya dad, anak Angela yang bernama Mikhayla sekarang berusia 2 tahun lebih dan Josh sudah melakukan tes DNA kepada anak itu dan hasilnya positif Mikha adalah darah dagingku." ucap Dean dengan raut muka yang sedih.


"Okey, ambil anak itu dari tangan Angela, kita daftarkan dia sebagai anakmu dan beri kompensasi kepada wanita itu karena sudah melahirkan keturunan Anderson." ucap Daddy Michael


"Tapi kita tidak mungkin melakukan itu dad, apa Daddy tega memisahkan anak dan ibunya?" tanya Dean.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu akan menikahinya? Bukankah kamu tahu wanita seperti apa Angela itu? Dia adalah wanita beracun yang seperti lintah, menghisap habis harta dan cintamu, lalu dibuangnya begitu saja." ucap Daddy Michael.

__ADS_1


"Tapi dad, untuk mendaftarkan anak itu bukankah harus ada ibu dan juga ayahnya? Aku tidak mau Mikha menjadi bahan ejekan bagi semua orang karena tidak memiliki ibu, terutama saat dia akan bersekolah." ucap Dean kembali.


"Jadi kamu mau bertanggungjawab dan menikah dengan Angela?" tanya Daddy Michael.


"i don't know dad, aku juga bingung." jawab Dean.


"Daddy ingin bertemu anak itu, kamu bawa dia ke sini besok." ucap Daddy Michael.


"Okey Dad, besok pagi aku akan membawanya kemari. Oh ya dad, aku mau minta apartemen Daddy yang ada di grand XX untuk ditempati Angela bersama anaknya. Karena sekarang mereka menempati apartemenku." ucap Dean


"Kenapa? Bukankah mereka sudah tinggal di sana, biarkan saja. Kamu pakai saja apartemen di grand XX untuk mu. Biarkan Angela dan anaknya tetap di apartemen mu." jawab Daddy Michael.


"Okey Dad. Thank you dad." jawab Dean


"Aku pamit pergi bersama Josh karena ada keperluan." ucap Dean dan melenggang pergi bersama Josh.


Josh dan Dean memakai mobil Porsche keluaran terbaru dan mengemudikan mobilnya keluar dari mansionnya menuju apartemen yang kini ditempati oleh Angela dan Mikha serta pengasuhnya Nyonya Drew.


Dean dan Josh sampai di parkiran apartemen, Josh sudah dibebastugaskan dan pulang ke kantor menggunakan taksi untuk mengambil mobilnya yang terparkir di basement perusahaan. Sebagai asisten dan orang ketiga di perusahaan pasti gaji Josh lebih tinggi dari pegawai lainnya sehingga Josh sekarang sudah memiliki apartemen dan mobil sendiri.


Dean memasuki lantai apartemennya dan mengetuk serta membunyikan bel pintu apartemennya karena sandi masuk ke dalam apartemen sudah diganti oleh Angela.


Saat Dean masuk ke dalam apartemennya, Dean hanya mendapati Mikha yang sedang asyik bermain bersama Nyonya Drew.


"Daddy..." teriak Mikha sambil berlari karena senang akan kedatangan daddynya.


"Where is aunty? I miss her very much." ucap Mikha dengan mata berkaca-kaca karena merindukan keberadaan Alex.

__ADS_1


"Apakah aunty tidak datang ke sini? Nyonya Drew apakah nona Alex kemari?" tanya Dean.


"Tidak Tuan, semenjak nona Angela mengusir nona Alex, dia belum kembali kemari sama sekali.", jawab Nyonya Drew.


"Okey, besok pagi tolong siapkan Mikha untuk pergi ke mansion Anderson karena Daddy ingin bertemu dengannya." ucap Dean kepada nyonya Drew.


"oh ya, kemana Angela? Apakah dia ada di kamarnya?" tanya Dean.


"Tidak Tuan, nona sedang pergi dari siang dan tidak bilang akan pergi ke mana." jawab Nyonya Drew.


"Okey, Mikha mau Daddy temani bermain puzzle?" ucap Dean kepada Mikha.


"Yeay, Mikha mau Daddy. Ajak aunty Alex bermain ya. Please daddy." ucap Mikha antusias.


"Okey, nanti Mikha telepon aunty ya." ucap Dean berharap jika Mikha yang menelepon maka Alex akan mau datang.


"Hallo aunty, ini Mikha pakai handphone Daddy. Mikha dan Daddy mau belmain puzzle, aunty temani Mikha belmain sama Daddy ya. Please." ucap Mikha dalam sambungan telepon.


"Maaf Mikha, aunty masih punya pekerjaan, bagaimana jika akhir pekan ini aunty ajak Mikha ke taman bermain salju?" tanya Alex.


"Taman belmain salju? Yeay, Mikha mau aunty. Ajak Daddy juga?" tanya Mikha.


"No, kita berdua saja. Bagaimana?" jawab Alex karena tidak mau bertemu apalagi pergi bersama Dean.


"Okey aunty, i miss you, see you!" ucap Mikha sebelum menutup teleponnya.


Dean merasa kesal mendengar Alex tidak mau dirinya ikut bermain di akhir pekan. Sambungan telepon tadi dibuat loud speaker jadi Dean bisa mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Alex dan Mikha.

__ADS_1


Dean merasa akhir-akhir ini Alex seperti sedang menghindari bahkan menjauhinya. Entah apa yang terjadi, tapi Dean tidak suka dan tidak rela jika harus jauh dari Alex. Entah mengapa walau hatinya masih belum pasti dengan perasaannya terhadap Alex namun seperti ada ikatan batin antara dirinya dan Alex.


Alex tau dengan pasti jika Dean pasti membuat panggilan nya dengan loud speaker, jadi dia sengaja mengatakan untuk tidak mengajak Dean saat bermain dengan Mikha akhir pekan nanti, karena biar bagaimanapun dirinya dan Bosnya tidak mungkin bisa bersama maka dari itu lebih baik diputuskan dari sekarang daripada sudah terlanjur larut dalam ikatan perasaan yang malah akan membuat rumit dan menambah kesedihan saat berpisah nanti. Alex lebih baik sendirian daripada harus masuk ke dalam hubungan yang complicated dan menyesakkan, dia yakin akan bisa memilih yang terbaik untuk masa depannya.


__ADS_2