My Absurd CEO

My Absurd CEO
My Happiness


__ADS_3

Dean masuk ke kamar yang ditempati oleh Mikha dan Alex. Tampak Mikha dan Alex yang tidur terlelap, keinginannya untuk bermalam dengan Alex sirnalah sudah, melihat betapa kelelahannya gadis yang sekarang sudah ada di dalam hatinya itu menyurutkan niatnya ingin membangunkan Alex dan membawanya ke dalam pelukannya.


Dean menjadi tidak bisa tidur dan menghabiskan malamnya menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda di ruang kerjanya.


Pagi harinya, Alex sudah berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan bagi Mikha dan kelas hatinya. Mikha sudah bangun dan turun ke dapur, begitupula Dean yang tertidur di ruang kerja ikut terbangun.


Mereka tampak seperti keluarga yang bahagia. Sarapan bersama sambil berbagi cerita dengan candaan yang membuat mereka tertawa bersama. Ini seperti my happiness bagi Dean yang sudah sejak lama tidak merasakan kebahagiaan bersama keluarga semenjak ditinggal ibunya.


"Ayo selesai sarapan kita bersiap untuk pulang ya. Kita juga harus berangkat ke kantor Dean." ucap Alex menginstruksikan kepada Dean dan Mikha.


"Kamu tinggal di sini saja Alex, apartemen ini kosong tidak ada penghuninya." ucap Dean.


"Ya kita diskusikan lagi nanti, sekarang yang paling penting adalah mengantarkan Mikha dan pergi bekerja." ucap Alex sambil membereskan sisa sarapan. Dia sendiri sudah mandi dan siap, sekarang tinggal memandikan Mikha.


Mereka berangkat bersama, Alex turun terlebih dahulu di jalan dekat kantor, karena Dean mengantarkan Mikha dulu ke apartemen Angela.


Dean memanggil Alex ke dalam ruangan kantornya. "Apa agenda hari ini sekretaris Alexandra Rose?" tanya Dean.


"Baik Tuan saya bacakan, pertama pada pukul 1 siang anda akan bertemu dengan klien dari perusahaan Hongkong untuk membahas kerjasama, dan malam harinya ada janji bertemu pejabat negara membicarakan kemajuan teknologi dari Anderson Tech." Alex menjelaskan jadwal Dean pada hari ini.


"Jadi pagi ini apakah aku ada jadwal pertemuan?" tanya Dean

__ADS_1


"Tidak Tuan, tapi banyak laporan yang harus anda pelajari dan tandatangani, karena sudah akan dikerjakan oleh divisi lain." jawab Alex.


"Okey, kemarilah dari kemarin ada yang ingin aku tunjukkan padamu." ucap Dean seraya menarik tangan Alex menuju ruangan privacy khusus istirahat Dean jika kemalaman berada di kantor.


Dean membawa Alex masuk ke dalam ruangan itu, Alex pun melihat sekeliling ruangan yang tampilannya seperti kamar-kamar Dean di apartemen Angela maupun apartemen grand XX. Kamar yang bernuansa abu dan putih terlihat elegan, di dalamnya ada ranjang king size dan sebuah kamar mandi.


Dean menuntun tangan Alex agar menyentuh miliknya yang sudah menggelembung keras dan sontak membuat Alex terkejut dan refleks menarik tangannya.


"Kenapa? Ini gara-gara dirimu. Kemarin aku belum puas melakukan itu, jadi perkututku tidak mau diajak kompromi, dari kemarin mudah sekali menggelembung hanya karena melihat senyumanmu. Ah aku sangat tersiksa Alex. Maukah kamu menenangkan perkututku ini agar dia bisa menuntaskan keinginannya. Pleasssseeee...!" ucap Juan sembari menangkupkan kedua tangannya dan berkedip-kedip matanya.


"ha-ha-ha, Dean kamu ini seperti anak kecil saja. Bukankah jika otakmu tidak mesum maka itu tidak akan bangkit, pasti otakmu sedang mesum ya?" tanya Alex.


"Hmmm, otakku menjadi seperti ini karena dirimu, tubuhmu membuatku selalu menginginkannya Alex." ucap Dean sambil memeluk Alex dan mulai menciumi tengkuk Alex.


"Hmmm itu dulu, aku bisa menahannya saat sedang bersama wanita lain, bahkan dengan Angela pun aku belum pernah melakukannya. Tapi kamu, wanita pertama yang membuatku ingin terus melakukannya. Kamu harus bertanggung jawab Alex, aku seperti ini karena kamu sangat menggoda." ucap Dean dengan mata yang sudah berkabut gairah.


"Aku tidak pernah menggoda mu Dean, kamu pasti lihat bagaimana aku berpakaian kapan aku menggoda mu?" tanya Alex lagi yang mulai tidak tahan saat tangan Dean mulai membuka kancing kemejanya dan membuka tali pengait bra nya dan meraba punggung Alex.


Dean melucuti kemeja dan bra Alex yang membuat Alex top less. Tangan Dean sudah berpindah menuju dada Alex yang tanpa penghalang, menyesap dan memainkan dada Alex seperti bayi. Alex membuka ikat rambutnya dan mengacak rambutnya dengan sensual, hal itu tidak luput dari pandangan Dean dan membuatnya semakin bersemangat.


Alex membuka kancing kemeja Dean dengan gerakan tangan sensual sambil sesekali tersenyum nakal, Dean merasa Alex seperti wanita penggoda.

__ADS_1


"Wow dari mana kamu belajar menggoda honey?" tanya Dean sambil mencium telinga Alex.


"Aku belajar dari film, Honey." jawab Alex sambil menjilat dada Dean yang sudah terekspos.


"Wow, Alex you are so hot!" ucap Dean semakin bersemangat. Alex tersipu malu dengan perilakunya sendiri. Baru kali ini dirinya yang sudah terpancing gairahnya berbuat nakal menggoda pria.


Dean menggendong Alex ala bridal style ke atas ranjang king size nya. Menidurkan Alex dan menarik rok serta ****** ***** Alex hingga terpampang sudah tubuh Alex yang naked.


Tanpa menunggu lama Dean pun menurunkan celananya hingga tampak burung perkutut perkasanya yang terpampang dengan kuatnya. Alex yang baru kali ini melihat jelas tersadar sudah dua kali benda besar dan panjang itu masuk ke dalam miliknya, awalnya sakit namun lama-lama jadi terbiasa dan nikmat.


Mereka melakukan olah raga pagi hingga beberapa kali sampai Dean merasa puas dan kelelahan. Bahkan Alex pun sudah memperingatkan Dean ini terakhir kalinya, Dean pun mengiyakan, tapi tiba-tiba perkututnya bangun lagi, begitu terus sampai akhirnya perkututnya kelelahan dan tertidur.


Alex langsung membersihkan dirinya agar lelahnya hilang apalagi masih jam kerja, tidak baik jika dia juga ikut tertidur. Rambutnya dia ikat supaya tidak basah dan membuat kecurigaan pada staf di kantor yang bertemu dengannya.


Setelah selesai membersihkan diri, Alex berpakaian kembali, untungnya Dean tidak merusak pakaiannya sehingga masih aman digunakan.


Alex berusaha membangunkan Dean dan menyuruhnya mandi. Agar kesadarannya kembali setelah lelah bertempur di atas ranjang berkali-kali.


Alex menyiapkan kopi hitam panas untuk Dean agar dia meminumnya sebelum kembali bekerja.


Beruntunglah asisten Josh sedang dinas di luar kota, jika ada asisten Josh pastilah mereka akan menjadi bulan-bulanan asisten yang jail dan keponya minta ampun.

__ADS_1


"Alex, aku makan siang di restoran yang menjadi tempat pertemuan dengan klien dari Hongkong. Kamu bersiaplah, nanti malam temani aku makan malam dengan pejabat. Nanti akan dikirim ke kantor gaun yang akan kamu pakai, ingat kita sudah menjadi kekasih betulan. Jadi tidak perlu berpura-pura lagi." ucap Dean seraya berlalu menuju lift untuk pergi bertemu kliennya.


__ADS_2