My Absurd CEO

My Absurd CEO
Hatimu Milikku dan Hatiku Milikmu


__ADS_3

Selama menunggu nyonya dari pengasuh yang merupakan ibu dari bayi-bayi ini. Dean jadi merasa tidak tega karena bayi-bayi itu menangis tidak berhenti. Akhirnya Dean menawarkan untuk menggendong bayi lelaki yang menurutnya mirip dengan dirinya.


Pengasuh awalnya tidak mengijinkan Dean untuk menggendong Jacklyn, namun saat sudah digendong Dean. Baby Jack berhenti menangis bahkan terlihat sangat nyaman dalam gendongan Dean.


"Sepertinya jika aku punya baby boy, pasti akan mirip seperti bayi ini. Hai, tampan siapa nama bayi ini?" tanya Dean.


"Baby Jack Tuan." jawab pengasuh.


"Hai, Jack. Kamu harus jadi anak yang kuat dan sudah besar harus jadi pengusaha sukses ya." ucap Dean kepada baby Jack tanpa mengetahui, padahal bayi yang sedang dia gendong itu adalah anaknya sendiri.


Tampak baby Jack seperti sedang mendengarkan ucapan Dean dengan tersenyum. Karena gemas Dean mencium baby Jack dan hatinya berdesir.


"Nyonya anda sudah datang!" ucap pengasuh yang masih panik karena merasa bersalah sampai membawa nyonya nya untuk menyelesaikan masalah di kantor security.

__ADS_1


Alex yang tidak menyadari jika lelaki yang sedang membelakangi nya adalah Dean langsung menghadap security dan melaporkan bahwa benar mereka adalah pengasuh bayi-bayi nya.


"Maaf Tuan security, memang benar mereka adalah pengasuh bayi-bayi saya. Jika Tuan tidak percaya mereka bayi saya, saya punya foto saat kelahiran mereka dan juga foto tumbuh kembangnya." ucap Alex sambil memperlihatkan handphonenya.


Lelaki yang sedang menggendong baby Jack langsung berdiri karena mendengar suara wanita yang sangat dikenalnya. "Jadi mereka anak kita?" tanya Dean yang membuat Alex berbalik dan terkejut melihat Dean menggendong baby Jack dan mengatakan hal tersebut, karena sudah dapat dipastikan siapapun yang melihat Dean dan baby Jack sepakat mereka adalah ayah dan anak.


Alex sedikit oleng karena keadaan yang mengejutkan ini. Apalagi melihat Dean sedang menggendong baby Jack yang merupakan anaknya, darah dagingnya bahkan sudah seperti cetakan kedua dari wajahnya.


"Jangan bohong! Lihatlah baby Jack, bola matanya sama denganku. Aku tahu, Keenan dan keluarganya semua memiliki bola mata abu-abu." ucap Dean emosi karena Alex tidak mau mengakui jika baby Jack anaknya.


"Hmmm, tidak, maksudku hmm." Alex tiba-tiba kehilangan kata-katanya.


"Berarti benar kata dokter, setahun lalu selama 4 bulan aku selalu merasakan mual di pagi hari, aku pikir gejala asam lambungku kambuh, namun ternyata itu adalah gejala kehamilan simpatik. Sang ibu hamil, ayah yang merasakan morning sickness." ucap Dean yang membuat Alex berpikir dan mengingat kembali, memang benar selama hamil dia tidak merasakan mual atau apapun, ternyata Dean yang mengalaminya.

__ADS_1


"Tapi, hmm. Maksudku, bayi itu anak Keenan. Mereka sudah didaftarkan sebagai keturunan Barack. Nama mereka pun berakhiran Barack." ucap Alex yang merasa bodoh, kenapa jawabannya malah seperti membenarkan bahwa mereka anak Dean namun diakui sebagai anak Keenan.


"Oh, berarti kamu mengakui, jika mereka anakku. Ayo kita test DNA, kita masih berada di rumah sakit jadi sekalian saja test." ucap Dean menantang Alex.


"Tidak, jangan mereka masih bayi aku tidak mau menyakiti mereka dengan proses test itu." jawab Alex yang memikirkan berbagai macam cara agar Dean tidak melakukan test DNA yang hasilnya sudah sangat dipastikan akan sesuai dengan harapan Dean.


"Hahaha, Alex test DNA cukup mengambil rambut mereka sebagai sample, tidak akan menyakiti mereka. Kenapa kamu takut? Apa kamu takut dengan hasilnya yang menyatakan mereka positif darah dagingku hah?" tanya Dean lagi dengan senyuman smirk nya.


Dean merasakan jiwa absurdnya kembali muncul, apalagi membuat Alex ketakutan seperti ini sungguh sangat menggemaskan. Dean kembali mengingat masa lalunya yang selalu membuat Alex yang dingin dan cuek menjadi sangat menggemaskan saat bersama dirinya.


'Lihatlah Alex, Takdir yang membuat ku akan kembali merebut mu dari tangan Keenan. Aku tidak peduli jika dia sekarang suamimu. Karena aku yakin, hatimu masih milikku dan hatiku pun masih milikmu.' batin Dean dengan senyuman evil nya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2