
Alex mendapatkan kabar dari Mr. Anderson jika Mikha sakit, Mikha terus memanggil Alex dan menolak makan jika Alex tidak segera mengunjunginya.
"Pergilah Alex, aku rasa Mikha sangat membutuhkan mu!" ucap Keenan kepada Alex yang sedang memakai skin care malam hari sebelum tidur.
"Tapi honey, bagaimana denganmu dan the babies?" tanya Alex berada di antara dua kekhawatiran.
"Aku akan baik-baik saja, tapi Jacklyn dan Jesslyn aku rasa kamu harus mengajak mereka agar mereka tidak jauh dari Mommy nya, bawalah dua maid yang akan mengasuh mereka dan memenuhi kebutuhan mu di sana." ucap Keenan.
"Oh ya, barang-barang dari apartemen mu yang lama sudah aku pindahkan ke penthouse ku yang sekarang jadi milikmu." ucap Keenan sambil berbaring di atas tempat tidur.
"Apa? Kenapa?" tanya Alex yang menghampiri Keenan di ranjang dan ikut berbaring.
"Apartemen mu sudah akan dirobohkan dan dibuat taman kota. Dan aku sudah membalik nama penthouse ku dengan namamu, kuncinya tinggal kamu minta di satpam. Aku sudah menginformasikan ke satpam nya." ucap Keenan lagi.
Alex memeluk Keenan erat, karena merasa suaminya ini begitu baik dan perhatian.
"Thank you so much Keenan, aku sangat beruntung bisa memiliki suami seperti dirimu." ucap Alex sambil mengecup bibir Keenan berulang kali dan membuat Keenan langsung menerjang Alex hingga terjadilah malam panjang bagi mereka berdua.
...----------------...
Keesokan harinya, Alex, Jacklyn dan Jesslyn serta dia pengasuh berniat pergi ke London menggunakan pesawat pribadi milik Keenan.
Di dalam pesawat, the babies awalnya terkejut karena ini pertama kali mereka menaiki pesawat, namun dengan bergantian diberikan ASI langsung oleh Alex, mereka kembali tenang bahkan tertidur pulas.
Alex sampai di rumah sakit tempat Mikha dirawat, Mikha merajuk tidak mau makan jika tidak disuapi oleh aunty Alex. Hingga Alex pun bergegas ke rumah sakit untuk membujuk Mikha agar mau makan.
__ADS_1
Tok Tok Tok
"Excuse me, maaf aku datang terlambat." ucap Alex saat masuk ke dalam ruangan VVIP tempat Mikha dirawat.
"Oh, Alex. Thank you for coming. Maaf membuat mu harus jauh-jauh datang ke London." ucap Mr. Anderson ayah dari Dean.
"No problem, Saya tidak merasa keberatan Tuan. Mikha sudah saya anggap seperti keponakan saya sendiri." jawab Alex.
"Tapi dia membutuhkan seorang ibu, dan dia hanya mau kamu menjadi ibu sambung nya. Dia tidak mau makan, hanya memanggil-manggil namamu saja." ucap Mr. Anderson lagi yang hanya diangguki oleh Dean yang berdiri di sebelahnya.
"Ehm, dad." ucap Dean menghentikan ayahnya yang sudah membuat suasana menjadi canggung bagi Alex.
Alex mendekat ke ranjang Mikha, tubuh Mikha sangat lemah tak bertenaga, dan wajahnya terlihat sangat pucat.
"Asam lambungnya naik, karena pencernaan nya terganggu akibat makannya sedikit, selain itu ada gejala thyfus juga." jawab Dean, yang sedari tadi diam karena merasa jantungnya berdetak tidak karuan berdekatan dengan wanita yang selama ini selalu menempati singgasana di hatinya.
"Maaf, Bisakah tolong mintakan kepada suster untuk membuatkan white rice poridge yang hangat hanya diberi garam sedikit jangan diberi apapun, biarkan polos." ucap Alex kepada Dean.
"Okey, i'll do it." jawab Dean sigap dan langsung keluar ruangan untuk menemui suster dan meminta sesuai apa yang Alex katakan.
Mikha terbangun dan langsung memeluk Alex dengan penuh kerinduan.
"Aunty, jangan pergi lagi. Mikha ingin ikut sama aunty. Mikha ingin aunty Alex menjadi mommy Mikha. Hu hu hu...." Tangis Mikha pecah, Alex pun memeluk Mikha dan mengusap punggung Mikha dan mengelus rambutnya yang sudah panjang.
"Okey, aunty janji tidak akan pergi lagi. Tapi Mikha juga harus berjanji pada aunty." ucap Alex.
__ADS_1
"Apa aunty?" tanya Mikha polos.
"Mikha harus mau makan, agar cepat sembuh dan nanti akan aunty ajak ke taman bermain lagi. OK?" ucap Alex dan memberikan jari kelingking untuk perjanjian.
"Okey aunty, Mikha janji." jawab Mikha dan disenyumi oleh Dean dan juga Mr. Anderson.
Tidak lama, pesanan Alex pun datang. Bubur dari beras putih yang hangat. Alex menyuapi Mikha, walau awalnya Mikha tidak suka karena tidak ada rasanya. Tapi setelah Alex memberitahukan jika bubur ini lebih mudah dimakan dan diserap tubuh serta untuk pemulihan juga. Karena gejala thyfus tidak boleh dulu makan makanan berserat, hanya boleh makan yang lembek dan mudah dicerna.
"Bagaimana, enak kan buburnya?" tanya Alex setelah Mikha menghabiskan satu mangkuk bubur.
"Hmm enak sekali mommy. Kalau Mikha sakit, Mikha mau makan bubur lagi." jawab Mikha dan membuat tiga orang dewasa di dalam ruangan itu terkejut karena panggilan Mikha terhadap Alex.
"Mommy, mommy. Mikha sekarang mau memanggil aunty mommy." ucap Mikha sambil mencium pipi Alex berkali-kali.
"Hmmm, tidak apa-apa. Jika Mikha senang, boleh memanggil aunty mommy." jawab Alex dan mengusap rambut Mikha dengan penuh kasih sayang.
"Ayo, sekarang Mikha mau mewarnai kah? Aunty membawa buku mewarnai dan juga crayon pen." ucap Alex.
"Mommy, no aunty." ucap Mikha menegaskan.
"Okey, mau mommy bantu mewarnainya?" tanya alex.
"Hmm, Yeay Mikha bahagia punya cute Mommy yang baik hati." jawab Mikha.
...****************...
__ADS_1