My Absurd CEO

My Absurd CEO
Kabar Mengejutkan


__ADS_3

Di dalam kamar hotel, Mikha terus mengikuti Alex ke manapun Alex pergi.


"Mikha duduk dulu sama uncle ya." ucap Alex yang merasa lucu karena Mikha terus mengikuti dirinya.


"No aunty, Mikha takut aunty pergi lagi. Mikha tidak punya mommy lagi. Mikha mau aunty jadi Mommy Mikha. Hiks..." ucap Mikha sambil menarik pakaian alex.


"Okey, aunty tidak akan pergi. Tapi aunty sekarang perlu ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Mikha juga mau mandi? Kita mandi bersama yuk!" ucap Alex membujuk Mikha agar tidak bersedih.


"Yeay...Mikha bisa mandi lagi bareng aunty. Mikha sangat merindukan aunty." ucap Mikha girang.


Keenan melihat kedekatan Mikha dan Alex, dia merasa bersalah karena sudah membawa Alex pergi dan menjauhkannya dari Mikha yang sangat membutuhkan Alex karena sikap Angela sebagai Mommy nya tidak memberikan perhatian yang baik kepada anaknya.


"Mikha sangat senang mandi sama aunty. Sama mommy Angela Mikha suka dimarahi kalau minta mandi bareng." ucap Mikha masih merasa sedih karena mommy nya dulu tidak perhatian.


Saat mandi dengan Mikha Alex tetap memakai bathrobe nya, walau jadi basah tapi mandi bersama Mikha membuatnya tidak nyaman jika tidak berpakaian.


Semalam bersama Alex sangat menghibur Mikha hingga bisa melupakan kesedihannya. Keenan dan Alex mengantarkan Mikha ke mansion sekaligus akan berpamitan karena harus segera kembali ke Amerika.


Alex tidak tega meninggalkan bayi-bayinya terlalu lama.


Sesampainya di mansion, ada Daddy Michael dan juga Dean yang sedang sarapan.


"Hai, Keenan, Alex ayo kemari ikut sarapan dengan kami." ajak Mr. Anderson


"Kami sudah sarapan di hotel tadi." jawab Keenan

__ADS_1


"Kalau begitu minum teh saja dan kudapan." ucap Dean yang masih tidak rela jika harus cepat-cepat ditinggalkan Alex.


Keenan dan Alex duduk di seberang Dean sehingga Dean dengan leluasa bisa melihat wanita cantik yang masih tetap menguasai hatinya. Keenan pun mengetahui dari cara Dean menatap Alex, bisa ditebak jika rasa cinta yang dimiliki Dean belum juga sirna.


berbeda dengan Alex yang merasa risih diperhatikan oleh lelaki di depannya ini, selain karena dia merasa tidak nyaman oleh Dean dan juga tuan Michael, Alex pun ingin menjaga hati Keenan agar tidak terluka melihat sikap Dean yang masih memperhatikannya.


"Bagaimana Mikha, apakah kamu tidur nyenyak semalam?" Syukurlah tuan Michael memecah kecanggungan.


"Ya grandpa, Mikha tidur dipeluk aunty dan juga Uncle. Sama kayak dulu, Daddy juga peluk Mikha dan aunty." ucap Mikha polos dan membuat Dean serta Alex tersedak dan batuk-batuk. Keenan menepuk punggung Alex agar berhenti batuk dan memberikannya minum.


Keenan berusaha tenang, walau hatinya sakit mendengar perkataan Mikha, tapi Keenan tau posisinya sebagai pria ketiga dalam hubungan Dean dan Alex. Walau Keenan sudah memiliki fisik Alex seutuhnya, tetapi Keenan masih belum memiliki hatinya. Terbukti setiap kali sedang bersama babies, Keenan sering mendengar Alex menangis dan berbicara dengan babies mengenai Daddy kandung mereka. Dan itu sangat menyedihkan bagi Keenan.


Selesai sarapan, Keenan dan Alex berpamitan, Mikha menangis histeris karena tidak mau berpisah dengan Alex. Alex berjanji akan kembali mengunjungi Mikha. Mereka tidak menceritakan mengenai Jacklyn dan Jesslyn, selain karena mereka tidak bertanya juga memang Alex ingin merahasiakan anak-anaknya dari Dean.


Mereka telah sampai di Amerika, saat akan memasuki mansion terlihat ada seorang wanita yang sedang menggendong seorang anak kecil dan dalam keadaan pakaian yang lusuh.


Penjaga gerbang membuka gerbang mansion, namun wanita yang berdiri di depan mansion sengaja menghalangi jalur mobil milik Keenan. Penjaga sudah memberikan peringatan bahkan menarik wanita itu agar segera pergi, namun wanita itu bersikeras.


Keenan pun turun dari mobilnya dan menghampiri penjaga yang sedang menarik wanita itu. "Ada apa ini? Siapa dia?" tanya Keenan.


"Keenan, it's me Taylor, Taylor Johnson. Do you remember me? Ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu." ucap gadis itu sambil membenarkan rambutnya yang berantakan.


"Ya, aku ingat. Apa yang kamu lakukan di sini? Lihatlah dirimu sungguh sangat berantakan. Masuklah ke dalam mobil kita berbicara di dalam." ucap Keenan yang merasa kasihan melihat wanita di hadapannya terlihat kusut dan penuh luka di tangannya.


Wanita itu pun masuk ke dalam mobil dan duduk di samping supir, sedangkan di belakang ada Alex dan Keenan. Wanita itu belum sadar jika di belakang ada Alex, sehingga dia tetap berbicara panjang lebar tentang masa lalu wanita itu dengan Keenan. Mereka sudah tidak bertemu selama 5 tahun

__ADS_1


Taylor ini merupakan wanita yang pernah dekat dengan Keenan, bahkan mereka pernah bertunangan, namun kecelakaan Keenan dan vonis dokter yang menyatakan Keenan mandul membuat Taylor memutuskan pertunangan mereka dan melanjutkan kuliah di Amsterdam.


"Taylor, bisa kah kamu berhenti berbicara. Jika tidak ada hal penting, supir akan mengantarkan mu pulang. Namun sebaiknya luka-luka kamu dan anak kamu diobati dulu, baru pulang." ucap Keenan yang melihat dahi anak kecil itu pun terlihat memar.


Sampai di depan mansion, mereka turun dari mobil. Taylor melihat ke arah Alex dan bertanya, "Siapa dia?" tanya Taylor.


"Dia isteriku Alex." jawaban Keenan membuat Taylor terkejut dan hampir terjatuh, beruntung Keenan menahannya. Anak kecil itu pun menangis karena terkejut dan hendak terjatuh, Alex menolong dengan menggendong anak lelaki kecil yang sangat tampan berusia sekitar empat tahun.


"Masuklah, ayo ikut aku ke kamar. Sepertinya kamu dan anak mu perlu membersihkan diri dulu. Nanti kita obati luka-lukamu." ucap Alex.


"Terima kasih banyak, aku....maaf merepotkan." ucap Taylor sungkan terhadap kebaikan Alex. Alex tidak mempermasalahkan masa lalu Taylor dan Keenan, yang ada dalam pikirannya hanya ingin membantu.


Alex mempersilahkan Taylor membersihkan diri di kamar tamu, pakaian Alex pun disiapkan yang seukuran dengan Taylor sedangkan anak Taylor memakai pakaian yang ada di tas yang Taylor bawa. Setelah Taylor dan anaknya selesai membersihkan diri, mereka diajak Alex untuk makan malam terlebih dahulu, karena terlihat sekali mereka seper sangat kelaparan.


Selesai makan malam, Alex menyiapkan kotak obat. Dan mengobati luka pada lengan Taylor dengan obat merah, sedangkan salep dingin untuk memar pada dahi anak kecil itu.


"Siapa namanya?" tanya Alex pada anak lelaki yang sedang asyik memakan cookies yang disediakan maid.


"Namanya Kimmy Barack." jawab Taylor, dan membuat Keenan terkejut bahkan hampir menumpahkan kopi yang sedang diminumnya.


"Kenapa kamu beri dia nama belakang ku?" tanya Keenan dengan emosi.


"Dia anakmu Keenan." jawab Taylor dan sungguh malam itu menjadi bersitegang, karena kabar mengejutkan dari seorang wanita masa lalunya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2