
Keenan kembali ke penthouse dengan tangan kosong, karena Dean menghalangi nya untuk mengambil babies dan istrinya tidak berani pergi karena baby Jack dan baby Jess pasti sangat membutuhkan nya untuk minum ASI.
Saat Keenan kembali ke penthouse, terlihat Taylor sedang memasak di dapur menyiapkan makan malam. Perut Keenan yang keroncongan langsung mendatangi sumber aroma yang sangat membuatnya ingin segera melahap makanan yang dihidangkan.
"Oh Keenan, kamu sudah pulang?" tanya Taylor.
"hmm, sepertinya lezat. Aku sangat lapar." ucap Keenan.
"Baik, duduklah. Aku siapkan, Kimmy cuci tangan sama Daddy." ucap Taylor.
"Mana Alex dan babies?" tanya Taylor.
"Ayah mereka menahan mereka, Alex pun tidak berkutik karena para bayi masih membutuhkan ASI, jadi dia pun tetap berada di sana." ucap Keenan.
"Aku sepertinya tidak memiliki kesempatan lagi. Karena sang pemilik aslinya sudah sembuh amnesianya dan ingat segalanya. sekarang akulah yang ada di posisi tidak kuat, walau Alex isteriku tapi aku tahu Alex masih mencintai Dean." ucap Keenan bersedih dan dipeluk oleh Taylor.
"Tenanglah, kamu tidak sendiri. Ada aku di sini." ucap Taylor.
"Makanlah!" ucap Taylor lagi sambil memberikan piring berisi makanan.
Mereka makan bersama sebagai keluarga kecil bahagia, setelah makan Kimmy pun sikat gigi dan mulai mengantuk. Taylor menidurkan Kimmy di kamar tamu yang kosong, karena kamar tamu yang satunya ditempati oleh alex.
Taylor mengetuk kamar Keenan karena beralasan kamar mandi di kamarnya tidak mau menyala, jadi mau menumpang mandi. Keenan yang selesai mandi dan masih memakai handuk sebatas lutut dan memperlihatkan tubuh bagian atasnya membuat Taylor menggigit bibir bagian bawahnya dan tampak sangat cantik bagi Keenan.
"Maaf keran di kamar mandi mati. bolehkah aku ikut mandi di kamar mandimu?" tanya Taylor yang sudah membawa baju gantinya dan meletakkan di atas meja nakas.
Taylor bergegas ke kamar mandi, Keenan menunggu Taylor di kursi nakas sambil mengeringkan rambutnya yang basah masih tanpa pakaian.
__ADS_1
Tiba-tiba keluarlah Taylor yang memakai handuk Keenan di kamar mandi dan memperlihatkan tubuhnya yang berbalut handuk menutupi sebagian dada dan pahanya.
Tentu saja hal ini membuat Keenan sangat tidak tahan, sehingga terjadilah pergumulan season dua bagi mereka.
Alex yang tidak tega membiarkan Keenan kembali ke penthouse sendiri tanpa isteri dan anaknya pun bergegas kembali ke penthouse setelah memberikan ASI dan memastikan kedua bayinya tertidur pulas, tidak lupa Alex pun memompa ASI ke botol untuk cadangan karena dia pergi menemui Keenan.
Alex ijin ke tuan Michael dan Dean. Dean menawarkan untuk mengantarkan Alex menemui Keenan, karena dia pun perlu membicarakan hal penting terutama mengenai hal asuh anaknya.
Sesampainya di penthouse, Alex dan Dean tidak menemukan keberadaan Keenan di ruangan keluarga dan dapur. Mereka berdua berinisiatif mencari Keenan di kamarnya, namun apa yang dilihat Dean dan Alex adalah Keenan yang sedang memadu kasih dengan Taylor dan Taylor sedang berada di atas Keenan, mereka berdua tidak berpakaian sama sekali.
Pintu yang tidak tertutup rapat membuat Dean dan Alex dapat melihat aksi pasangan sejoli itu dengan jelas.
"Keenan, apa yang kalian lakukan?" tanya Alex yang memergoki suaminya berselingkuh dan bercinta dengan wanita lain yang sudah dia anggap seperti kakaknya.
"Alex!" ucap Keenan terkejut dan langsung melepaskan penyatuan mereka dan mengambil handuk yang tergeletak di lantai dan menutupi bagian bawahnya yang masih bangun.
"Hahaha, ternyata jiwa Cassanova mu masih belum hilang Keenan. Siapa wanita itu? Wanita panggilan kah?" tanya Dean dengan senyum mengejek.
"Diam berengsek! Dia bukan wanita seperti itu, dia Taylor mantan tunangan ku dulu." ucap Keenan
"Wow membela wanita lain di depan isteri mu yang sudah memergoki mu selingkuh." ucap dean lagi memanasi suasana.
"Dean diamlah! Jangan menambah suasana menjadi runyam." ucap Alex sambil memijit pelipisnya yang pusing menghadapi suaminya yang berselingkuh dengan Taylor.
"Keenan aku mau tanya, sudah berapa kali kalian melakukan itu?" tanya Alex sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Ehmmm." Keenan gugup tidak bisa menjawab.
__ADS_1
"Dua kali, kami melakukannya di pesawat dalam perjalanan kemari." ucap Taylor yang baru turun setelah memakai pakaiannya.
"Maafkan aku Alex, aku masih sangat mencintai Keenan, dan aku pikir Keenan pun sama, lagipula yang aku tahu kamu masih mencintai lelaki itu, benar bukan?" ucap Taylor menunjuk pada Dean.
Dan sesuai prediksi Keenan dan Taylor, jika Alex tidak bersedih apalagi marah berarti benar, Alex tidak benar-benar mencintai Keenan.
"Jangan mengalihkan pembicaraan, sekarang yang sedang dibahas adalah perselingkuhan kalian berdua. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Alex.
"Kita bercerai Alex, aku akan kembali pada Taylor dan kamu kembalilah pada Dean." ucap Keenan tegas dan ini merupakan final, dia sudah tidak ingin menyiksa dirinya yang tidak dicintai Alex dan Alex yang tidak mencintai dirinya.
"Terima kasih sudah menjadi isteriku selama 1,5 tahun ini, maafkan aku karena sudah memaksamu menikah dan mencintaiku." ucap Keenan sambil tertunduk.
"Tidak perlu Keenan, aku yang berterima kasih, karena kamu sudah menolong ku dan membuat ku bangkit dari keterpurukan ku. Bahkan kamu mau menerima aku dan anak-anakku dengan limpahan kasih sayangmu." ucap Alex yang mulai menangis.
Keenan memeluk alex, "Maafkan aku menyakitimu dengan cara ini. Aku ingin melihatmu bahagia Alex, dengan lelaki yang benar-benar kamu cintai."
Alex melepaskan pelukannya, "Setidaknya pakailah dulu bajumu Keenan. Kamu lengket, euh sudah berapa ronde tadi sampai tubuhmu lengket begitu?"
"Sorry, aku mandi dulu. Setelah ini aku akan meminta pengacara di Amerika mengurus perceraian kita. Sorry Alex!" ucap Keenan yang bergegas kembali ke atas untuk membersihkan dirinya.
Alex, Dean dan Taylor menertawakan kelakuan Keenan yang absurd.
"Alex maafkan aku, karena aku sudah melakukan itu dan menyakiti hatimu. Terima kasih kamu sudah sangat baik padaku, menerimaku dan Kimmy. Dan sekarang memberikan Keenan kembali padaku." ucap Taylor, meminta maaf.
"Hmmm, ini pasti coretan takdir yang Tuhan gariskan untuk kita, kita manusia hanya bisa menjalankan apapun yang sudah digariskan takdir itu." ucap Alex bijak.
Dean menggenggam tangan Alex untuk menguatkan hati Alex, walau Dean merasa senang dengan perceraian Alex dan Keenan tapi dia pun masih tidak tahu, apakah Alex akan kembali menerimanya sebagai suami dan ayah dari anak-anak mereka.
__ADS_1
...****************...