My Absurd CEO

My Absurd CEO
Seperti Orang Gila


__ADS_3

Pagi hari pun tiba, Alex sedang menyiapkan sarapan. Maid yang bekerja di apartemen sudah kembali tadi malam ke mansion bersama dengan Dean yang tidak menginap di apartemen.


"Wah Mikha pintar sekali makannya. Mikha suka bisa makan di kursi dan tempat makan sendiri?" tanya Alex pada Mikha.


"Iya aunty, Mikha suka kulsinya bagus, thank you aunty. I love you." ucap Mikha


"Apaaa yang kamu katakan hah??? Dasar bocah bodoh, kamu mengatakan love pada wanita ini? Apa kamu tidak tau siapa dia hah???" ucap Angela yang marah karena mendengar Mikha mengatakan cinta pada Alex.


"Mommy jangan malah-malah, Mikha suka aunty baik sama Mikha." ucap Mikha dengan mata berkaca-kaca.


"Awas kamu jangan dekat-dekat dengan anakku, kamu bermaksud untuk merebutnya dariku kan, agar Dean jadi memilihmu. Benar kan?" tanya Angela yang sudah termakan pikiran negatifnya sendiri.


Alex yang tidak mau ribut, tetap melanjutkan aktivitasnya menyiapkan sarapan untuk Angela juga. Mikha pun terlihat sangat lahap memakan makanan yang dibuat oleh Alex yaitu Mash potato with Mozarella cheese.


"Hei kamu, awas kamu ya sok sok an masak, memangnya kamu koki apa? Mengambil hati anak orang bahkan calon suami orang dengan masak. Awas kalau kamu kasih racun, jangan-jangan masakan kamu ga enak!!!" ujar Angela dengan nada sombong dan marah


Dua piring Oven Baked Beef bacon with egg dihidangkan di atas meja, Angela yang disodorkan makanan di atas meja dengan segelas orange juice langsung diam dan makan.


"Sudah berapa lama kamu jadi maid di apartemen ini? Pintar masak juga kamu. Aku akan membayar kamu jika pekerjaan kamu sebagai maid memuaskan. Kamu juga bisa menjaga Mikha disaat aku berkencan dengan Dean." ucap Angela tanpa merasa bersalah makan dengan lahap makanan yang dimasak oleh Alex.


Alex pun makan dalam diam. Hanya suara Mikha yang makan tapi sambil sedikit-sedikit berceloteh lucu mengatakan "Enak makanannya, Mikha suka." Celotehan Mikha membuat Angela marah, "Diam Mikha!!! Makan aja berisik!" Kemarahan Angela membuat Mikha kembali berkaca-kaca dan menangis pelan. Alex mengusap rambut Mikha sambil berkata, "Mikha ayo lanjutkan makannya, makanannya dihabiskan ya." kelembutan Alex membuat tangisan Mikha berhenti.


'Ya Tuhan, ibu macam apa Angela ini? Masa anak sendiri dibentak dan dimarahi, kasihan Mikha. Mungkin selama ini perasaannya selalu tertekan.' batin Alex merasakan perihnya menjadi Mikha, bahkan dirinya pun merasa bersyukur walau tidak memiliki ayah dan ibu tapi ibu panti menjaga dan mengasuhnya layaknya Anak sendiri.

__ADS_1


Selesai makan, Angela langsung pergi ke kamarnya tanpa membersihkan mejanya apalagi mencuci piringnya. Meninggalkan Mikha yang masih belum selesai makan.


"Ayo Mikha, kita mandi dulu, kemudian pakai baju baru Mikha yang kemarin beli!" ucap Alex dengan mimik wajah ceria. Alex pun merasa aneh dengan dirinya, padahal dirinya adalah pribadi yang pendiam tapi menghadapi Mikha, mother soul dalam diri Alex muncul.


"Ok aunty, Mikha mau pakai yang gambal beluang." jawab Mikha.


Alex memandikan Mikha dan dia pun ikut mandi karena khawatir terjadi sesuatu pada Mikha jika dia mandi dan meninggalkan Mikha sendiri.


Selesai mandi dan berpakaian rapih Alex dan Mikha keluar kamar, lalu mengetuk pintu kamar Angela.


Tok tok tok


Angela membuka pintu dengan malas.


"Ada apa?" tanya Angela.


"Aku tidak mau menjaganya, bukankah kamu yang harus mengurus Mikha, beraninya kamu berikan tugasmu padaku hah! Kamu urus saja anak itu, sudah untung aku mau melahirkannya ke dunia masa harus menjaganya juga." ucap Angela tanpa disadari ucapannya itu terdengar oleh Dean yang baru datang ke apartemen untuk menjemput Alex.


"Angela!!! Apa yang Kamu katakan hah??? Bisa-bisanya kamu berkata seperti itu kepada Mikha. Apa kamu tidak punya perasaan? Dia itu anak kamu, darah daging kamu sendiri. Mengapa kamu tidak mau menjaga anak kamu sendiri!" Dean berbicara keras dan marah dan membuat Mikha menutup telinganya.


Angela tiba-tiba menangis, "Bukan begitu Dean. Aku sedang sakit, lihat tanganku saja tidak bisa digerakkan. Sedangkan wanita jelek ini memaksaku untuk menggendong Mikha, padahal aku sudah mau menjaganya tapi dia marah-marah dan menghina jika aku tidak mau, maka sebaiknya pergi dari apartemen ini! Memangnya ini apartemennya apa, seenaknya usir-usir orang." ucap Angela lebay.


Alex memutar bola matanya malas dengan akting dan karangan bebas dari Angela. Padahal seingat Alex, saat Dean cerita bertemu Angela pertama kali di Swiss itu Angela seperti mengkhawatirkan anaknya yang terjatuh, padahal itu hanya akal-akalan Angela saja yang berharap Dean bertemu Mikha agar jalan Angela kembali pada Dean bisa terlaksana.

__ADS_1


"Daddy, Mikha mau ikut aunty bekelja, Mikha tidak mau sama Mommy Angela." ucap Mikha dengan berlinang air mata karena takut mendengar bentakan Angela dan juga Dean.


"Sorry Girls, Daddy membuatmu terkejut dengan suara keras Daddy. Don't cry, okey Mikha boleh ikut Daddy dan aunty bekerja ya...Nanti Mikha bisa main di kantor Daddy." ucap Dean lembut menenangkan Mikha yang menangis dan mengambil Mikha ke dalam gendongannya.


"Dean aku ikut ke kantormu, aku juga mau bekerja. Tunggu aku sebentar aku ganti pakaian dulu." ucap Angela terburu-buru masuk ke dalam kamar.


Namun Dean langsung mengajak Alex dan masih menggendong Mikha pergi meninggalkan Angela. Alex menyempatkan diri ke kamar untuk membawa tas perlengkapan Mikha seperti baju ganti, diapers dan botol serta susu.


Di dalam mobil Mikha terus bernyanyi bersama Alex, Dean merasakan kehangatan dengan adanya Alex dan juga Mikha.


Karena lama berganti pakaian dan berdandan, Angela keluar dari kamar mencari keberadaan Dean dan anaknya itu, namun tidak menemukan satu pun. Angela sangat kesal bahkan melemparkan tas dan sepatu yang dia pakai. "S****n...Dasar wanita jahat, dia pasti mempengaruhi Dean dan juga Mikha untuk menjauhi aku!" ucap Angela semakin terlihat seperti orang gila karena mengacak-ngacak rambutnya.


Angela mencoba menghubungi handphone Dean, namun tidak kunjung diangkat. Angela tidak tahu lokasi kantor Dean, karena saat mereka berpacaran statusnya masih menjadi mahasiswa.


"Dean, apa tidak apa-apa kita meninggalkan Angela di apartemen. Tidak kah kamu khawatir, jika emosinya akan melukainya lagi?" tanya Alex khawatir.


"Aku akan menghubungi temanku yang punya kenalan seorang psikiater untuk menangani penyakit Angela, sepertinya dia membutuhkan pertolongan dokter. Karena masalah yang dihadapinya mengganggu kejiwaannya." ucap Dean panjang lebar.


"Bukankah harus ada yang mendampinginya, kasihan dia tidak punya siapa-siapa yang mengurusnya." kata Alex.


"Aku akan menemui orangtuanya dan menceritakan keadaan Angela, syukurlah dia tidak sampai melukai Mikha. Yang aku takutkan jika dia sampai melukai Mikha. Makanya aku titipkan Mikha padamu Alex, nanti akan ada pengasuh juga yang menjaga saat kita bekerja." ucap Dean


"Okey, don't worry, aku menyukai mIkha, dia anak yang baik dan penurut. Tidak sulit untuk menjaganya." kata Alex

__ADS_1


"Thank you Alex." ucap Dean sambil mencium tangan Alex.


...****************...


__ADS_2