
Keenan mengantarkan Alex pulang ke apartemennya yang dekat dengan perusahaan Anderson Tech karena untuk kembali ke rumah Adele akan memakan waktu lama, lagipula Alex berencana untuk membereskan barang-barangnya dan pindah ke daerah pinggiran London untuk mencari pekerjaan di sana.
Saat mobil Keenan melewati perusahaan Anderson Tech menuju apartemen Alex, mobilnya berpapasan dengan mobil Dean yang akan keluar dari perusahaan.
Keenan pun menghentikan mobilnya dan membuka jendela kaca mobilnya. Hal yang sama dilakukan Dean karena dengan melihat mobil Lamborghini edisi terbatas Transformers itu yang hanya dimiliki oleh Keenan Barack.
"Hai, Dean! Long time no see you. How are you?" tanya Keenan dari dalam mobil.
"i'm fine. Hei kapan kamu sampai di London?" tanya Dean.
"Last night. Apa kamu baru saja pulang? today is week end buddy. Kamu workaholic sekali, libur pun tetap bekerja." ucap Keenan.
"No, aku hanya mengambil berkas yang tertinggal. Oh ya, this Monday kamu akan ke kantorku kan? Atau kita mau bertemu di luar?" tanya Dean
"Di kantormu saja. Aku tidak punya waktu banyak, harus segera kembali ke Amerika." jawab Keenan.
"Lalu apa yang kamu lakukan sekarang? Bukankah kau sekarang sedang bermain?" tanya Dean karena melihat seorang wanita di dalam mobil Keenan yang menutupi wajahnya dengan majalah yang ada di dalam mobil Keenan.
"No. Aku tidak sedang bermain, this is my quality time with my Sweetheart." jawab Keenan sambil menarik tangan Alex dan mencium tangannya mesra. Keenan tau Alex menutupi wajahnya pasti karena tidak mau terlihat oleh Dean. Perlakuan Keenan terhadap wanita di mobilnya itu dapat dilihat oleh Dean, namun Dean tidak bisa melihat wajah wanita itu karena gelapnya malam serta Alex yang menutupi wajahnya
"Okey, bagaimana jika kamu senggang besok pagi kita pergi ke club golf? Sudah lama sekali kita tidak bermain bersama Josh juga." tanya Dean.
"Okey, kamu atur saja, aku pasti datang. Sorry aku pergi dulu, my lovely sweety sepertinya sudah mengantuk." jawab Keenan sambil menciumi tangan Alex dari telapak tangan sampai pundaknya dan membuat Alex geli, tapi tidak berani berontak karena takut akan diketahui Dean.
"Okey, sepertinya kamu sudah sangat tidak sabar juga. Ingin segera menuntaskan hasrat mu malam ini!" ucap Dean menggoda Keenan.
"Yup, you know that. See you later!" ucap Keenan sambil menutup kaca jendela mobil dan melaju menuju apartemen Alex.
Sampai di depan apartemen Alex, Alex pun keluar dari mobil tanpa menunggu Keenan yang sedang berjalan memutar untuk membukakan pintu Alex.
"Ck kamu ini, aku ingin menutup malam ini dengan romantis membukakan pintu untuk tuan putri. Tapi kamu membuatnya menjadi biasa saja." ucap Keenan sambil melipat tangannya di depan dada.
"hahaha. Sudahlah, ini bukan cerita dongeng. Bika pintu sendirian tidak masalah. Toh tangan ku masih sehat." ucap Alex sambil mengangkat tangannya dan langsung ditarik oleh Keenan.
"Okey okey, apakah aku boleh main ke dalam apartemen mu?" tanya Keenan dengan senyum smirk dan alis yang naik turun.
"No, big no. Nanti bukan hanya main tapi kamu akan mengacak-ngacak apartemen ku. Sudah malam sebaiknya kamu pulang." jawab Alex dan mendorong Keenan agar kembali ke bagian kemudi.
"No, aku tidak akan mengacak apartemen mu. Aku hanya akan mengacak ranjangmu saja." jawab Keenan merajuk seperti anak kecil.
"Nah kan, apalagi itu. ayo kamu segera pulang, bukankah besok pagi kamu ada janji bermain golf dengan Tuan Dean?" ucap Alex.
"Apa kamu pikir aku selemah itu? Aku ini sangat juga, bahkan olah raga malam itu akan membuat tubuhku semakin bugar di pagi hari. Come on Alex satu kali aja." Keenan merajuk.
Alex langsung melipat tangannya dan memasang muka marah. Dan itu berhasil membuat Keenan ciut.
"Okey, i'll give up. Sorry I'm just kidding. Forgive me my Sweetheart." ucap Keenan sambil menangkupkan kedua tangan di depan dada.
__ADS_1
"Okey i'll forgive you. Berkendara lah dengan hati-hati!" ucap Alex sambil mendorong tubuh Keenan agar segera masuk ke dalam mobilnya.
"Kiss me! Baru aku akan pergi." ucap Keenan sambil menunjuk pipinya yang memiliki lesung Pipit hanya satu buah.
"Okey!" jawab Alex sambil mencium pipi Keenan.
Keenan pun masuk kedalam mobil sambil mengusap-usap pipinya yang sudah dicium Alex, senyumnya terus mengembang dan lanjut melambaikan tangannya kepada Alex yang masih setia mengantar kepergiannya serta melaju pulang menuju apartemen nya.
Alex masuk ke dalam apartemen dan membersihkan dirinya, saat hendak tidur tiba-tiba terdengar notifikasi handphone nya.
Keenan: Kamu sudah tidur?
Alex: Belum, tapi sudah mau tidur.
Keenan: Aku juga mau tidur, tapi malam ini aku sengaja tidak menggosok gigi dan juga tidak cuci muka.
Alex: Ih, jorok. Kenapa?
Keenan: Aku tidak mau jejak bibirmu hilang. Aku ingin membawanya dalam mimpiku.
Alex: Kamu itu sangat pandai menggombal. Pasti banyak wanita yang sudah kamu goda.
Keenan: No Alex, hanya kamu saja. Wanita lain yang mengejar ku tapi aku hanya mengejar mu.
Alex: Oh ya? Hua, aku mengantuk. Selamat tidur Keenan, have a nice dream.
****************
Pagi hari, Keenan sudah mandi dan berpakaian setelan bermain golf training serta kaos polo, tidak lupa topi dan sepatu olahraga. Perlengkapan bermain golf pun sudah disiapkan asistennya.
Sarapan telah sedia, maid yang biasa membersihkan apartemennya selama dia menginap di sini akan membuat sarapan dan makanan untuknya dan para bodyguard nya.
"Good morning Katty!" ucap Keenan sambil tersenyum.
"Wah, orang gila ini sudah bangun." ucap Katty.
"Apa??? Kamu bilang aku gila?" tanya Keenan
"Ya, dari semenjak pulang berkencan, senyum di bibirmu tidak hilang. Malam tadi saja kamu sampai tidak melihatku saat aku di ruang TV. Kamu langsung naik ke kamarmu tapi Senyum-senyum sendiri. Hiiiiiyyyy, jangan-jangan kamu sudah gila." ucap Katty.
"Husss, jangan sembarangan. Bukan gila, tapi kasmaran. I'm falling in love you know? Makanya kamu itu ya cepat cari pacar. Jadi tau bagaimana rasanya jatuh cinta." ucap Keenan.
"Hei, aku sudah punya kekasih di Amerika. Nanti aku kenalkan padamu." jawab Katty.
"Okey, aku berangkat dulu. Dean dan Josh mengajakku bermain golf. Pergilah bermain, nikmati kota London selagi kita di sini." ucap Keenan.
"Okey, aku pinjam mobilmu." ucap Katty.
__ADS_1
"Pakailah, kamu boleh pilih yang manapun." jawab Keenan.
Keenan pergi ke lapangan golf untuk bertemu dengan sahabat lamanya, yaitu Dean dan Josh. Dean ternyata tidak sendiri, Angela dan Mikha serta Daddy Michael ikut menemani.
"Hai Mr Anderson senang bertemu dengan anda." ucap Keenan.
"Hai, Keenan. Aku sangat merindukan mu." ucap Daddy Michael sambil memeluk Keenan.
"Kamu datang sendiri kah? Mana kekasih mu?" tanya Daddy Michael.
"Semalam dia kelelahan, jadi sedang beristirahat." jawab Keenan.
"Wah, kamu pasti ganas sekali semalam sampai dia kelelahan." ucap Dean sambil menepuk bahu Keenan dan dibalas Keenan dengan senyuman merona merah.
"Sudah, sudah ayo sekarang kita mulai bermain. Nanti akan segera terik mataharinya." ucap Daddy Michael.
Mereka pun bermain golf hingga matahari sudah terasa sangat terik, mereka baru selesai.
"Wah, Mr. Anderson anda masih sangat fit dan teknik bermain golf anda patut diacungi jempol." ucap Keenan.
"Ya, aku rindu sekali bermain bersama Daddy mu, andai dia masih hidup pasti kami akan menghabiskan sisa tua kami bersama. Sayangnya dia sudah pergi dahulu. Tapi teknik bermainnya menurun padamu" ucap Daddy Michael.
"Hmmm. Daddy selalu mengajakku bermain jika bertemu kolega bisnisnya. Jadi aku meniru tekniknya." jawab Keenan.
"Bagaimana bisnismu? Sekarang kamu sedang membuka showroom mobil juga kah? Wah kamu memang rajanya dunia bisnis." ucap Daddy Michael.
"Berkat anda dan juga Dean saya bisa sesukses sekarang. Besok pun kami akan membahas perihal showroom itu. Perusahaan Dean akan membuka Robotic Car wash yang berdampingan dengan showroom ku." ucap Keenan.
"Benar dad, besok kami akan bahas sekaligus survey lokasinya." ucap Dean menambahkan.
"Ajaklah Alex, dia pasti tau banyak mengenai Robotic." ucap daddy Michael yang lupa jika Alex sudah tidak bekerja lagi di perusahaan.
"Dad, pasti lupa jika Alex sudah tidak bekerja lagi." ucap Dean
"Oh y, daddy lupa. Kalau begitu ajak David saja dari divisi IT." ucap Daddy Michael.
"What Alex tidak bekerja di perusahaan mu lagi?" tanya Keenan.
"Hmmm, Angela memecatnya, dia pikir Alex menggodaku." ucap Dean dengan raut muka sedih.
Angela menghampiri para pria, dan memberikan undangan pernikahan dirinya dengan Dean pada hari Sabtu depan.
"Datanglah...bawa pasangan mu, jangan membuatku malu dengan datang sendiri." ucap Angela yang sudah biasa bercanda dengan ketiga lelaki sahabat masa kecilnya itu.
"Wah, kalian sudah akan menikah. Lalu gadis kecil itu. Apakah itu DP nya?" tanya Keenan dan mendapat tinjuan pelan dari Dean di lengannya.
"Hahaha...okey aku pasti akan datang dengan my Sweetheart." ucap Keenan sambil tersenyum.
__ADS_1
"Cieeeh, yang sedang kasmaran." ucap Josh sambil mencubit perut Keenan.