
Alex resmi bekerja di perusahaan Barack Company sebagai wakil CEO sekaligus ahli IT khusus cabang di London. Awalnya Keenan ingin mengajak Alex ke Amerika. Namun Alex belum siap karena banyak hal yang harus dipertimbangkan. Sehingga sementara Keenan menjadikan Alex sebagai wakilnya di London, namun tidak menutup kemungkinan Keenan akan membawanya ke Amerika.
"Bersiaplah, aku sebentar lagi tiba di apartemen mu, kita berangkat bersama menuju showroom." ucap Keenan dalam sambungan video call yang terlihat Keenan sudah berada dalam mobil yang dikendarai oleh supirnya. Alex pun terlihat sudah rapi dan sedang sarapan.
"Hmm, aku sudah siap. kamu sudah sarapan?" tanya Alex.
"Belum, tidak sempat." jawab Keenan.
"Okey, aku akan buatkan sandwich dan kopi. Kamu tidak usah naik karena aku yang akan turun, makanlah di mobil." ucap Alex.
"Okey honey, thank you." ucap Keenan.
Hari ini adalah grand opening untuk showroom dan Robotic car wash hasil kerjasama Barack Company dan Anderson Tech. Kedua petinggi itu akan datang pada acara ceremony tersebut.
Alex mengikuti Keenan namun tidak akan menunjukkan dirinya di depan Dean karena dia tidak mau keberadaan nya terlihat Dean. Sehingga alat penyamaran pun dipakai, kacamata hitam yang hampir menutupi wajah dan masker digunakannya. Serta make up yang dibuat smoke eye untuk menutupi make up natural yang biasa dipakainya. Rambutnya dia ikat ekor kuda, pakaiannya pun lebih terlihat beda, karena biasanya Alex memakai rok sekarang memakai celana bahan panjang warna putih tulang dan blazer.
Alex berjalan di belakang Katty dan Keenan. Saat pembukaan berlangsung banyak wartawan bahkan rekan bisnis yang menghadiri undangan tersebut sehingga kehadirannya tidak membuat Dean curiga, lagipula Dean juga pasti sudah melupakan nya. Begitu yang dipikirkan oleh Alex.
"Congratulation Mr. Barack and Mr. Anderson, aku rasa bisnis kalian akan sangat luar biasa sukses." ucap wali kota London.
"You're welcome sir." jawab mereka berdua sambil bersalaman bergantian.
Dean didampingi oleh Angela dan Josh sedangkan Keenan didampingi Katty dan Alex. Mereka berjalan menuju ruangan showroom terlebih dahulu.
Di dalam showroom sudah terpajang beraneka mobil Mili dari family car dengan harga standar sampai mobil mewah dengan harga fantastis.
Alex pamit kepada Keenan untuk menuju ruangan control, karena Keenan membutuhkan bantuan Alex terutama dalam controller IT agar opening show ini berjalan dengan lancar. Tentu saja Alex menyetujuinya karena untuk menghindari Dean.
__ADS_1
"Wow, Keenan persiapan tekhnologi untuk pertunjukan showroom ini sangat luar biasa. Tampilan layar tiga dimensi dan Artificial Intelligence (AI) ini menambah performance interior menjadi lebih futuristik." ucap Dean.
"Kamu memiliki ahli IT yang hebat Keenan." ucap Dean lagi.
"Hmm, yes you right. She is my precious staff." jawab Keenan tanpa sadar membanggakan Alex karena Alex lah dibalik keberhasilan technology performance ini.
"What, dia perempuan kah? Wow pasti dia sangat pintar sampai bisa merancang semua ini." ucap Dean lagi.
"Hei, jangan lupa ajak wanita mu itu ke Acara pernikahan kami." ucap Angela.
"Hmm, of course akan aku ajak dia. Namun jaga suamimu nanti jangan sampai jatuh hati pada wanita ku." jawab Keenan.
"memang sehebat apa wanita mu itu? Sampai kau sangat protektif dan posesif terhadap nya?" tanya Dean penasaran.
"She is the best i ever jadi." jawab Keenan bangga menceritakan kedekatannya dengan Alex.
Mereka pun menghabiskan waktu seharian pada grand opening showroom dan car wash tersebut. bahkan dengan dibuka gratis' hanya hari ini saja, car wash sampai menjadi antrian panjang. Namun dikarenakan waktu jadi hanya dapat melayani 50 kendaraan saja seharian.
"Lepaskan!!!" ucap Dean.
Alex melepaskan lengan Dean yang terkunci. Beruntunglah Keenan segera datang dan memeluk Alex pada pinggangnya.
"Ada apa ini?" tanya Keenan.
"Wanita itu sangat mencurigakan, lihatlah penampilan nya seperti orang jahat yang sedang menyamar, dia juga keluar dari ruang controller." jawab Dean dengan Nafa masih terengah-engah.
"Hei, dia wanita yang dibicarakan. Ahli IT di perusahaan ku. Dan juga wanita yang kucintai." jawab Keenan.
__ADS_1
"Owh sorry, aku kira kamu seorang penjahat." ucap Dean dan mengulurkan tangannya meminta maaf, tapi tangan Keenan yang menyambutnya. Dan Alex tetap tidak bersuara karena khawatir ketahuan.
"Okey, kami pulang dulu, sampai bertemu di pernikahan kalian besok. Aku akan datang dengannya." ucap Keenan sambil mencium pipi Alex yang tertutup masker. Dan langsung mendapat pelototan dari Alex namun Keenan pura-pura tidak melihat karena kacamata hitam Alex yang menutupi.
Dean sempat tertegun, apalagi saat dirinya menarik tangan wanita itu ada perasaan berdesir dan harum tubuh wanita itu walau sekarang sedikit berbeda tapi dia menyukai nya.
Ya, untuk menyempurnakan penyamarannya Alex mengganti semua sabun, lotion bahkan sekarang memakai parfum yang baunya lebih ke harum bunga Jasmine.
...****************...
Hari pernikahan pun tiba. Dress yang diberikan oleh Keenan dipakai oleh Alex, begitu juga dengan semua aksesoris perhiasan, tas dan sepatu. Gaun selutut berwarna pink susu off shoulder. Dada Alex yang selalu tertutupi sekarang terpampang jelas dan sedikit menyembul keluar karena memang model gaunnya seperti itu.
Alex memakai blazer tanpa kancing berwarna putih untuk menutupinya. Terdengar suara bel pintu di depan apartemen, dia yakin itu adalah Keenan yang menjemputnya.
Saat Alex membuka pintu, Keenan yang sedang berdiri di depan pintu langsung terpana dan seperti terhipnotis melihat kecantikan Alex. Apalagi Alex hanya menggunakan make up natural, dan rambut yang dibiarkan tergerai dengan ujungnya dibuat curly.
Karena tidak tahan melihat kecantikan Alex, Keenan langsung menyeruduk Alex hingga ke dinding dan menciuminya dengan hasrat yang sudah dipendamnya lama. Alex pun tidak menyangkal bahwa dia seorang wanita yang senang jika ada pria yang perhatian dan berhasrat terhadap dirinya. Sehingga lama sekali mereka saling berbalas ciuman.
"Ish, lihat lipstik ku pasti sudah hilang." ucap Alex selesai mereka berciuman. Alex memakai lipstik yang stay colour dan tahan lama, jadi tidak akan terhapus.
"No Alex lipstik mu masih ada, dan bibir mu pun masih sangat cantik. Aku mau lagi." ucap Keenan yang sudah memonyongkan bibirnya namun ditahan oleh tangan Alex.
"Ayo pergi, kita sudah terlambat." ucap Alex yang langsung berjalan keluar apartemen.
Keenan berjalan sambil terus tersenyum karena bahagia, Alex sudah lebih membuka dirinya dan sudah menerima ciuman darinya serta membalasnya.
Di dalam lift, Keenan tidak berhenti tersenyum sambil terus melihat Alex.
__ADS_1
"Apa? Apa kamu tidak takut dibilang gila oleh orang yang melihat mu terus tersenyum seperti itu?" ucap Alex sambil matanya terus melihat ke depan dengan dingin.
"No problem, aku memang sudah gila karena mencintai sangat wanita yang ada di hadapanku ini." ucap Keenan yang kembali mencium Alex. Tapi kali ini hanya sebentar karena lift sudah berada di lantai satu dan langsung terbuka.