
Keesokan harinya, Dean ke apartemen yang ditinggali Angela untuk menjemput Mikha pergi ke mansion Anderson menemui Daddy Michael. Dean tiba di apartemen dan disambut oleh tawa riang Mikha yang merasa senang karena akan diajak Daddy nya pergi.
"Hai Dean, i miss you." ucap Angela sembari melingkarkan tangannya di lengan Dean yang kekar dan berotot.
Dean berusaha melepaskan tangan Angela, tapi Angela malah memeluk pinggang Dean erat sehingga Dean kesulitan melepaskan apalagi di depan Mikha dia tidak mau terlihat kasar kepada Mommy nya.
"Daddy...kemana kita akan pergi?" Tanya Mikha yang minta digendong oleh Dean. Otomatis Dean berjongkok untuk menggendong Mikha sehingga mau tidak mau pelukan Angela terurai.
"Kita pergi menemui grandpa di mansion Anderson." ucap Dean
"What, kamu mau mengajak Mikha menemui Uncle Michael tanpa mengajakku?" tanya Angela dengan raut muka heran dengan Dean.
"Ya, Daddy hanya ingin bertemu Mikha saja." jawab Dean.
"Hello Dean, Mikha dan aku itu satu paket, jika Uncle dingin bertemu dengan Mikha, ya harus dengan Mommy nya juga. Tidak bisa jika hanya anaknya saja yang diakui keluarga Anderson. Aku sudah melahirkan keturunan Anderson yang berharga, seharusnya kalian berterima kasih kepadaku." ucap Angela jumawa.
"Tapi Daddy tidak bilang ingin bertemu dengan kamu, Angela. Lagipula Daddy masih kecewa atas perilaku mu yang membatalkan pernikahan dan kabur menikah dengan pria lain." ucap Dean masih merasa sakit hati dengan perilaku Angela dahulu.
"Pokoknya aku ikut, sebentar aku berganti pakaian dulu." ucap Angela langsung meluncur ke lantai atas untuk bersiap-siap.
Tidak lama Angela turun dengan pakaian yang anggun dan membuat karakter dirinya seperti ibu yang baik bagi Mikha.
Dean pun mau tidak mau mengikuti keinginan Angela yang ingin ikut ke mansion.
Setibanya di mansion, semua pelayan bahkan Michael sudah menanti kedatangan penerus keluarga Anderson itu di teras rumah.
Dean turun dari mobil dengan menuntun Mikha di sisinya, tidak lama Angela pun turun kemudian ikut menuntun Mikha di sisi lainnya. Mereka terlihat seperti keluarga bahagia.
Michael langsung menyambut Mikha yang dari jauh saja sudah terlihat sangat cantik dan lucu. Michael merentangkan tangannya dan Berharap Mikha berlari ke arahnya dan memeluknya.
__ADS_1
Namun anak kecil seperti Mikha akan sangat takut melihat orang yang baru ditemuinya.
"Mikha, this is grandpa." ucap Dean mengenalkan Daddy Michael kepada Mikha agar Mikha mau menyambut pelukannya.
"Hai glandpa, aku Mikha." ucap Mikha dengan memberikan tangan kanannya hendak bersalaman namun ditariknya oleh grandpa ke dalam pelukannya.
"Oh, cucuku yang berharga. Grandpa sangat merindukan mu. Kamu sangat cantik dan lucu." ucap Michael sambil menciumi pipi Mikha dan membuat Mikha kegelian karena bulu cambang yang ada di wajahnya.
"Berapa usiamu?" tanya Michael
"Dua mau tiga tahun glandpa." ucap Mikha membalas pertanyaan grandpa nya.
"Wow kamu sudah besar, ayo kita masuk!" ucap Michael
Michael menggendong Mikha dan tanpa sadar terus tersenyum karena melihat Mikha terus berceloteh dengan riangnya. Daddy Michael tidak sadar jika kehadiran Mikha dan Dean ada seorang wanita yang menyertai mereka.
Setelah sampai di ruang keluarga, mereka berkumpul dan tiba-tiba. "Hallo Uncle, maaf aku tadi akan menyapamu tapi Uncle terlihat fokus menyapa Mikha sampai tidak melihat ke arahku." ucap Angela dengan sopan.
"Kenapa Uncle seperti itu, aku datang ke mansion ini karena aku berhak untuk berada di sini. Aku sudah melahirkan penerus keluarga Anderson. Harusnya uncle bangga dan memberikan selamat kepadaku karena hanya aku satu-satunya wanita yang selalu dicintai oleh Dean. Ucap Angela dengan sombong.
"ck ck ck, kamu pikir hamil dengan cara inseminasi hasil pencurian ****** itu bisa ditolerir? Jika aku melaporkan hal ini kepada polisi pasti kamu akan mendekam di penjara seumur hidup." ucap Michael tak kalah sombong.
"Okey, tidak masalah jika aku tidak diterima di keluarga ini, tapi jangan harap kalian bisa melihat Mikha lagi." ucap Angela dengan ancaman dan berusaha mengambil Mikha dari tangan Michael.
"Okey, Angela sebaiknya kita bicarakan baik-baik tidak perlu emosi. Dad, apa daddy tidak kasihan melihat Mikha yang menyaksikan keributan seperti ini. Come on, semua bisa kita selesaikan dengan cara baik-baik." ucap Dean
"Okey, duduklah Angela. Kita akan makan siang bersama." ucap Michael berusaha menerima keberadaan Angela, walaupun hari kecilnya masih tidak menerima karena Angela yang meninggalkan Dean sehingga membuat Dean sudah seperti mayat hidup yang tidak berekspresi.
"Tuan, makan siang sudah siap. Silakan menuju ruang makan." ucap Tuan Edward kepala pelayan di mansion.
__ADS_1
"Ok Edward kami akan segera ke ruang makan." ucap Michael.
Mereka makan dengan tenang, sesekali Mikha berceloteh dan makan dengan lahap.
"Ehm...kuenya enak sekali sama seperti buatan Aunty Alex." ucap Mikha.
"Aunty Alex?" tanya Michael.
"Yes glandpa, aunty Alex yang cantik seperti cute Mommy." ucap Mikha yang langsung dibungkam oleh Angela dengan menyuapkan potongan kue agak besar ke mulut Mikha.
Angela tidak mau, nama Alex disebut di keluarga ini. Apalagi Angela mengira jika Alex selalu menggoda Dean agar menyukai Alex dan menjauhi dirinya.
"Ya, kamu benar Mikha. Alex merupakan wanita cantik dan lemah lembut serta terlihat sangat setia, dia pasti akan menjadi istri dan ibu yang baik " ucap Michael memuji Alex dan dibenarkan oleh Dean dengan anggukan kecil.
Hal tersebut membuat Angela geram dan berusaha menarik perhatian Michael.
"Uncle lihatlah hidung dan mata Mikha bukankah mirip dengan Daddy nya?" tanya Angela memotong pembicaraan yang membahas tentang Alex.
"Sedangkan rambut dan bibirnya sangat mirip denganku." ucap Angela lagi.
"Mmmmh." jawaban Michael singkat
Takut jika akan memancing kemarahan dari keluarga Anderson, Angela bersikap sopan dan lemah lembut bahkan berusaha menyuapi Mikha padahal selama ini dia tidak pernah mengurus Mikha.
Mikha yang aneh dengan sikap ibunya yang tiba-tiba ingin menyuapinya tampak melongo saat akan diberikan suapan.
"Mikha, aaaa." ucap Angela.
Karena Mikha tidak juga membuka mulut, tangan Angela yang sedang menyuapi Mikha menjadi tidak sabar dan akhirnya mendorong paksa sendok yang berisi makanan ke dalam mulut Mikha dan membuat Mikha terpaksa membuka mulutnya karena merasa sakit dengan sendok yang didorong keras.
__ADS_1
"Bagaimana Mikha, senangkan disuapi oleh Mommy?" tanya Angela lemah lembut namun matanya melotot mengintimidasi.
"Yyyaaa mommy, Mikha senang disuapi oleh Mommy." ucap Mikha dengan air mata yang tertahan karena makanan yang disuapkan ke dalam mulutnya adalah makanan Angela yang sudah diberikan black pepper dan terasa pedas di lidah anak kecil.