
"Hei Kamu, parfum apa yang kamu pakai hah?" tanya Angela.
"Maaf nyonya maksud anda?" tanya Alex kembali.
"Kamu pakai parfum merk apa, dan variant apa?" tanya Angela kembali.
"Oh, saya tidak pakai parfum nyonya." jawab Alex yang memang benar Alex tidak pakai parfum, bau yang tercium oleh Dean itu adalah harum sabun mandi yang dipakai Alex yaitu harum bunga mawar.
"Coba aku cium bajumu. Ini wangi, kamu pasti pakai parfum jangan bohong kamu!" ucap Angela marah karena merasa dibohongi.
"Tidak nyonya, jika anda tidak percaya silahkan periksa tas saya. Di dalam tas saya tidak ada parfum." ucap Alex sambil menyerahkan tasnya untuk diperiksa oleh Angela. Di dalam tasnya hanya ada dompet, organizer, pulpen, bedak dan lip balm.
"Oh, aku pikir kamu pakai parfum, awas kalau kamu berani menggoda calon suamiku. Aku tidak segan-segan akan memecat kamu dan tidak ada satu perusahaan pun yang akan menerimamu." ucap Angela mengancam Alex.
"Baik Nyonya akan saya perhatikan apa yang anda ucapkan, terima kasih atas perhatiannya." ucap Alex
Angela meninggalkan Alex dan masuk kembali ke dalam ruangan Dean. Waktu berlalu hingga tiba sore hari, Dean dan Angela keluar dari ruangan dengan Angela merangkul tangan Dean sampai dadanya menempel di tangan Dean.
"Alex, saya pulang duluan. Jangan lupa berkas yang ada di dalam, kamu susun kembali. Dan agendakan pertemuanku dengan CEO dari Barack Company." ucap Dean.
"Baik Tuan, saya akan membuat janji dengan sekretaris Tuan Barack." jawab Alex.
"Okey, saya pulang. Kamu segera lah pulang, hari sudah semakin gelap." ucap Dean, dan langsung mendapat tatapan sinis dari Angela.
Dean dan Angela sudah pergi, kemudian Alex menghubungi sekretaris Tuan Barack.
"Selamat sore, maaf saya dengan sekretaris Tuan Dean Anderson dari Anderson Tech. Bisakah membuat Janji temu dengan Tuan Keenan Barack pada waktu dekat ini?" tanya Alex dalam sambungan telepon.
"Selamat sore, hai Alex how are you? Aku sangat senang kamu menghubungiku. Maaf Tuan Keenan sedang ada acara jadi belum bisa menjawab permintaan pertemuan ini. Nanti aku beritahukan segera setelah dia selesai acara." ucap Katty sekertaris Keenan.
"Baiklah, aku tunggu jawaban mu. Thank you Katty." ucap Alex.
"You're welcome Alex, hei Alex Keenan pasti senang jika bertemu denganmu lagi. Dia selalu memintaku menghubungi mu, tapi aku sengaja tidak mengabulkan permintaan nya, karena aku ingin dia benar-benar menjadi laki-laki yang serius terhadap wanita. Apa kamu sudah punya kekasih?" tanya Katty.
"Tidak, aku tidak punya kekasih. Why?" tanya Alex.
__ADS_1
"Pertimbangkanlah permintaan Keenan untuk menjadikanmu kekasihnya. Aku rasa Keenan benar-benar serius terhadapmu." ucap Katty
"Okey Katty terima kasih atas perhatiannya. Aku akan memikirkannya." jawab Alex.
Selesai menelepon sekretaris Keenan, Alex membereskan barangnya dan segera pulang ke apartemennya. Alex sudah memiliki apartemen type studio yang cukup untuk dirinya dan dekat dengan kantor.
Tiba di apartemen, Alex segera membersihkan dirinya dan bersiap untuk tidur, karena tadi siang sudah makan banyak jadi Alex hanya minum susu plain hangat untuk merelaxkan tubuhnya yang lelah.
Saat hendak tertidur, tiba-tiba terdengar suara telepon berdering.
"Selamat malam My beautiful Rose." Ucap seorang pria dalam sambungan telepon.
"Selamat malam, maaf ini dengan siapa?" tanya Alex.
"Hai Alex i'm Keenan. I miss you so much." ucap Keenan.
"Hai Mr. Keenan. How are you?" tanya Alex.
"i'm fine Alex. Akhir pekan ini aku akan terbang ke London. Jika kamu mau menjadwalkan pertemuanku dengan Dean di hari Senin saja, On Sunday let's daging?" ucap Keenan
"Yes, Mr. Keenan. I'm here. Baik akan saya pikirkan." jawab Alex.
"No, kamu tidak boleh memikirkannya tapi say Yes. Aku tidak terima penolakan, kita bertemu di restoran yang sama." ucap Keenan lagi.
"Baik Mr. Keenan, terima kasih atas undangannya." jawab Alex.
"See you Alex. Aku tidak sabar ingin segera bertemu denganmu! Have a Nice dream sweety." ucap Keenan dan membuat suara mengecup handphonenya.
"Baik Mr. Keenan, good night." jawab Alex lalu memutuskan sambungan telepon.
Alex tidak pernah sekalipun membayangkan jika dia akan berada di posisi seperti sekarang. Dahulu dia sama sekali tidak pernah memikirkan masalah cinta, namun sekarang saat di dalam hatinya ada seorang Dean Anderson namun ternyata pria yang disukainya melupakan dirinya.
Dan sekarang malah ada lelaki lain yang memasuki kehidupannya. 'Hah...lebih baik aku tidur, semoga saja besok akan menjadi lebih baik. Biarkanlah Tuhan mengatur semuanya, tugasku hanya menjalaninya saja.' batin Alex dan bersiap-siap untuk tidur.
...****************...
__ADS_1
Keesokan harinya, Alex kembali dengan rutinitasnya. Bangun tidur langsung membereskan tempat tidurnya, menyiapkan sarapan dan membersihkan tubuhnya kemudian sarapan dan bersiap berangkat untuk bekerja.
Apartemen studionya hanya berjarak sekitar 500 meter dari gedung kantornya sehingga Alex hanya berjalan kaki untuk sampai ke gedung kantornya.
Tiba di kantor, security yang berjaga di depan langsung menyapa Alex.
"Selamat pagi nona. Anda terlihat sangat cantik hari ini." ucap Security yang berbadan tegap dan berkulit gelap.
"Selamat pagi Pa, selamat bekerja." jawab Alex kemudian memasuki gedung Anderson Tech. Hari ini Alex memakai outfit Setelan kerja celana panjang sebetis model kulot dan kemeja pendek berwarna putih dengan renda di dada serta ditambah jas dengan warna senada dengan celananya. Rambut dia biarkan tergerai karena rambutnya yang masih sedikit basah.
Alex berjalan dengan elegan, tidak lupa tas selempang andalannya. Sampai di mejanya, Alex menyalakan komputer dan langsung menuju pantry untuk menyalakan mesin coffee karena sebentar lagi pasti bos nya akan datang.
Benar saja, tidak lama Dean dan asisten Josh sudah datang. Alex yang berada di mejanya, langsung membungkukkan badan dan menyapa Dean serta Josh.
"Selamat pagi Tuan Dean dan Tuan Josh." ucap Alex.
"Bagaimana Janji temu dengan Barack Company?" tanya Dean.
"Akhir pekan ini Tuan Keenan Barack akan ke London, dan beliau meminta bertemu di hari Senin Tuan." jawab Alex.
"Okey, pertemuan kita adakan di ruang rapat saja, dan pesankan ruang VVIP di Bar and Lounge yang biasa kita pergi Josh." ucap Dean.
"Baik Tuan akan segera saya pesankan." ucap Josh.
"Buatkan aku teh hangat saja jangan kopi, entah mengapa akhir-akhir ini aku sedikit mual dan pusing. Dan minta pewangi ruangan yang aromanya sama seperti parfum yang kamu pakai Alex." ucap Dean, karena akhir-akhir ini tubuhnya merasa lelah dan tidak sehat. Namun jika mencium aroma tubuh Alex dia merasa tenang dan nyaman.
"Baik Tuan, namun saya tidak menggunakan parfum. Jadi saya tidak tahu harus membeli pewangi ruangan dengan aroma apa?" tanya Alex.
"Ini, aku mencium aroma yang harum saat berada dekat denganmu. Kamu Pakai parfum apa?" tanya Dean.
"Saya tidak pakai parfum Tuan, apakah aroma sabun atau lotion? Sebentar saya ambil lotionnya." ucap Alex.
"Hmmm benar sekali harum ini. Belikan juga lotion yang sama sepertimu." ucap Dean sambil mengeluarkan lotion Alex dan mengoleskan di tangannya dan terus mencium aromanya.
"Baik Tuan." jawab Alex
__ADS_1