
Jam 10 pagi sesuai jadwal Dean memimpin rapat divisi dan Alex membantu menyiapkan laporan dari setiap divisi yang presentasi menyampaikan laporan bulanannya. Saat divisi IT tampil, yang menyampaikan presentasi adalah David teman pria Alex saat di divisi, bahkan mata David selalu terpaku pada Alex saat di depan dan itu membuat Dean tidak suka, sehingga Dean menginterupsi dengan pertanyaan.
"Bisakah kamu menjelaskan bagaimana mengatasi Malware yang terjadi pada sistem kita beberapa waktu yang lalu?" tanya Dean melihat laporan jika sempat terjadi Malware pada komputer perusahaan.
"Saya sudah menggunakan anti virus terbaik untuk mengatasi virus, namun Malware tersebut masih ada. Dengan bantuan Alex kami bisa mengatasi Malware tersebut Tuan." ucap David.
"Wow, Alex it's awesome...as a woman you can fixed the Malware." ucap Dean dalam rapat.
"I think for fixed the Malware not only men can do itu, but woman too." ucap Alex dengan berbisik.
"Okey, great job." ucap Dean lagi sambil tersenyum dan memberikan dua jempol untuk Alex dan perbuatannya itu sontak membuat orang-orang yang ada dalam ruang rapat terheran karena perilaku pimpinannya yang tidak seperti biasanya dingin, tegas dan cenderung pemarah. Tanpa sadar mereka ikut tersenyum sampai Dean kembali ke dalam mode serius dan menatap mereka satu persatu dengan tatapan devil sehingga semua kembali dalam mode siap dan serius.
Rapat selesai saatnya jam makan siang. Alex telah memesan makan siang yang diminta Dean, yaitu beef steak dari restoran X. Semua pesanan Dean yaitu 5 porsi dibawanya ke dalam ruangan Dean.
"Duduklah!" ucap Dean kepada Alex, "Kita makan bersama!"
"Maaf Tuan, saya akan makan siang di kafetaria." jawab Alex
"Kamu pikir aku akan menghabiskan semua makanan ini sendiri!" Dean berkata sambil menarik Alex agar duduk di sofa dan menemaninya makan.
"Tapi tuan, ini ada 5 porsi bukankah terlalu banyak." ucap Alex heran dengan banyaknya makanan yang ada di atas meja.
"Aku makan dua porsi, kamu satu, Josh satu dan Angela satu. Tapi karena mereka sedang pergi kita makan saja dulu, aku sudah sangat lapar. Ayo kita makan!" ucap Alex dan membuka makanan yang terlihat sangat menggiurkan.
Dean mengambil dua botol air mineral dari lemari pendingin yang ada di ruangannya. Dan memberikan satu botol kepada Alex.
__ADS_1
"Tuan maaf bolehkah saya makan di meja saya saja? Tidak nyaman jika kita makan berdua, saya tidak mau membuat orang yang melihat menjadi salah paham." ucap Alex.
"Tidak usah pikiran orang lain, lagipula kita berdua hanya makan tidak melakukan hal yang tidak pantas." ucap Dean dengan memberikan tatapan yang smirk
"Maaf Tuan tetap saja tidak pantas, terima kasih makanannya, saya permisi!" ucap Alex sambil membawa makanannya dan hendak berdiri.
Dean yang merasa perintahnya tidak dituruti menjadi kesal dan berdiri mengambil makanan Alex dari tangannya, menyimpannya di meja dan mendudukkan Alex kembali di sofa dengan memegang bahunya. Namun karena terlalu keras membuat Alex sedikit kesakitan pada bahunya dan Dean terduduk di lantai dan meminta maaf.
"Sorry Alex aku tidak sengaja apakah sakit?" ucap Dean sambil mengusap bahu Alex.
"Tidak apa-apa Tuan!" jawab Alex.
"Okey, makanlah di sini aku tidak mau makan sendiri, temani aku." ucap Dean seraya memotong daging steak dan menyuapkan ke mulut Alex.
"Enak kan? Sekarang makanlah, tidak ada bantahan!" ucap Dean dan memberikan pisau dan garpu yang tadi digunakan untuk menyuapi Alex, mau tidak mau Alex pun terpaksa mengikuti keinginan bos nya.
"Saya sudah selesai Tuan, saya ijin kembali ke meja saya." ucap Alex sambil beranjak berdiri, namun lagi-lagi lengannya ditarik agar duduk kembali.
"tidak bisakah kamu lihat, aku belum selesai makan? Aku makan 2 porsi dan baru selesai 1 porsi. Tolong potong-potong steak nya." Dean menyodorkan beef steak yang baru untuk dipotong oleh Alex.
Selesai dipotong, Dean membuka mulutnya.
"Aaaaaaa!" Dean meminta Alex menyuapinya.
"Maaf Tuan?" Alex pura-pura tidak mengerti dan diam.
__ADS_1
"Suapi aku Alex, aku malas menggerakkan tanganku." ucap Dean sambil membuka kembali mulutnya, Alex pun menyuapi Dean sambil sesekali membersihkan saus yang menempel di bibir Dean dengan tissue.
Ekspresi Alex yang sedang menyuapi Dean sama sekali tanpa senyum, karena Alex memang tidak nyaman dengan aktivitas ini yang bisa membuat orang lain salah paham.
Tapi Dean sangat menikmatinya, apalagi sekarang selain bisa menikmati makannya yang disuapi, Dean juga bisa bebas melihat wajah Alex yang memang sangat cantik alami dan bibirnya yang tebal dan berwarna pink alami membuat Dean tergoda untuk mencicipinya juga.
Entah dorongan apa yang ada dalam diri dan pikiran Dean sehingga ingin sekali menikmati bibir Alex yang sangat menggodanya. Alex yang sudah menangkap sinyal jika Dean ingin menciumnya langsung berdiri dan ijin untuk mencuci tangan karena tangannya sengaja mengenai saus.
Hal itu membuat Dean sedikit malu dan kesal, "Kembalilah ke meja mu. Bereskan sampahnya! Aku selesai makan!" ucap Dean ketus dan beranjak berdiri sambil meminum air mineralnya.
"Baik Tuan." jawab Alex sambil membereskan sampah bahkan mengelap meja agar bersih kembali serta membawa sampahnya ke luar ruangan. "Permisi Tuan." ucap Alex membungkukkan badannya dan pergi keluar.
"****!!!" ucap Dean sambil melemparkan botol air mineralnya kesal.
"Kenapa bibirnya sangat menggodaku, Akhhhh perasaan apa ini, mana mungkin aku tergoda oleh wanita dingin seperti dia. Apa itu trik dia menggodaku dengan berpura-pura menjadi wanita dingin. Oh apa ini? Mengapa juniorku pun ikut menegang saat aku membayangkan bibirnya." ucap Dean kesal sambil mengacak-acak rambutnya dan pergi ke wastafel untuk mencuci mukanya.
Tidak lama Josh dan Angela datang karena sudah selesai mendapatkan tempat yang akan dijadikan salon oleh Angela. Tempat strategis dan juga besar, sesuai keinginan Nyonya besar. Dengan merogoh kocek yang sangat besar Josh mengeluarkan surat kontrak serta kwitansi pembelian ruko yang akan dibuat menjadi salon dan butik.
"Dean thank you honey. Hari ini aku sangat senang sekali! Impianku selama ini sudah tercapai, aku akan menjadikan salon dan butik itu menjadi sukses dan terkenal." ucap Angela sambil memeluk Dean.
Namun anehnya pelukan Angela membuat Dean mual karena lagi-lagi indera penciumannya menghirup parfum Angela yang sangat kuat.
"Lepas Angela, parfum apa sih yang kamu gunakan, kenapa sangat menyengat sekali! Ganti parfummu, aku mual mencium bau parfummu itu!" ucap Dean sambil pergi ke wastafel dan berkumur-kumur menghilangkan keinginannya untuk muntah.
"Makanlah, itu ada Beef steak untuk kalian berdua." ucap Dean kemudian duduk kembali di kursinya.
__ADS_1
'Kenapa parfum Angela membuatku mual, sedangkan parfum Alex malah membuatku nyaman. Akhhh kacau, aku butuh anti virus. Sepertinya bukan komputer saja yang terkena Malware tapi otakku juga.' batin Dean yang merasa pikirannya sudah kacau karena memikirkan dia wanita yang sekarang memenuhi otaknya seperti terserang virus.