My Absurd CEO

My Absurd CEO
Resign


__ADS_3

Josh memperhatikan gelagat tuannya yang berbeda. Semenjak hilang ingatan, perilaku Dean menjadi sangat aneh. Bau parfum saja dipermasalahkan, makanan pilih-pilih bahkan pakaian yang dipilih dan disiapkan Angela tidak dipakainya.


Sesuai dengan permintaan bos nya, Alex menyiapkan teh hangat dan roti cheese cream yang dia pesan dari toko roti terkenal.


Tok tok tok


"Maaf Tuan, ini teh hangat pesanan anda." ucap Alex sambil membawa nampan berisi teh hangat yang masih mengepul dan sepiring roti yang sudah dipotong-potong agar mudah memakannya.


Alex mendekati meja Dean dan meletakkan cangkir berisi teh hangat serta piring kecil berisi roti di atas meja bagian samping.


"Alex, apa saja agendaku hari ini?" tanya Dean.


"Hari ini anda akan menerima laporan dari semua divisi yang sudah direvisi dan harus segera ditandatangani agar bisa segera ditindaklanjuti oleh mereka." jawab Alex.


"Baiklah, nanti berikan aku salinan data kerjasama dengan Barack Company untuk ku pelajari sebelum bertemu Keenan!" ucap Dean.


"Baik Tuan." jawab Alex dan hendak meninggalkan ruangan. Namun Dean kembali memanggilnya.


"Wait, bisakah kamu duduk sebentar. Ada yang perlu aku tanyakan." ucap Dean.


"Baik Tuan." Alex kembali mendekat.


"Duduklah!" Dean bangkit dari kursinya dan duduk di sofa kemudian disusul oleh Alex.


"Apakah selama aku di rumah sakit kamu merawat ku?" tanya Dean.


"Tidak Tuan, saya bergantian dengan Tuan Josh menjenguk anda di rumah sakit." jawab Alex


"Tapi kenapa suara mu dan harum lotion ini yang selalu aku ingat saat aku dalam keadaan koma?" tanya Dean lagi.

__ADS_1


Alex jadi merasa tidak nyaman karena pesan dan perintah dari tuan Michael agar menjaga jarak dari Dean dan tidak membuatnya mengingat akan perasaannya terhadap Alex. Juga ancaman Angela, yang menyuruhnya untuk tidak mengganggu hubungan mereka. Semenjak kedatangan Angela dan Mikha, Alex pun sudah memikirkan untuk tidak mengembangkan perasaan terhadap Dean, namun perhatian dan perlakuan Dean terhadapnya membuat dirinya tidak bisa menolak.


"Mungkin saat saya berkunjung ke rumah sakit, alam bawah sadar Tuan sedang bekerja sehingga yang Tuan ingat adalah saat saya berada di sana." jawab Alex.


"Benarkah? Tapi saat aku koma aku selalu bermimpi ada seorang wanita yang sedang membacakan cerita setiap malam." ucap Dean dengan wajah sedih, karena hilang ingatan ini membuatnya frustasi. Cerita yang disampaikan oleh Angela dan juga daddy Michael tidak sesuai dengan perasaannya, bahkan Angela yang selalu berusaha mendekatinya pun tidak membuat dirinya senang.


"Maaf Tuan, saya pamit." ucap Alex, namun saat Alex berdiri tiba-tiba Dean menariknya dan langsung mencium Alex. Alex yang tidak siap akhirnya terdiam karena tubuhnya berada dalam pelukan Dean dan kepalanya ditahan oleh Dean.


Awalnya hanya ciuman biasa, lama-lama Dean menciumnya dengan rakus. Dean menggigit bibir bagian bawah Alex sehingga terbuka dan ******* bibir bawah serta atas bergantian.


'Bibir ini, ah...ini yang membuatku candu. Bibir ini dan rasa strawberry nya sama seperti yang ada dalam bayanganku.' batin Dean yang masih terus meraup dan ******* lagi bibir Alex tanpa jeda sampai terasa oksigen dalam paru-paru nya menipis.


Alex menitikkan air matanya karena perasaannya yang tidak terbendung namun terpaksa ditahan karena tidak mau merusak kebahagiaan Mikha yang membutuhkan sosok seorang ayah dan ibu yang lengkap.


"Maaf, aku tidak bisa menahannya lagi. Setiap melihat mu ada perasaan lain yang kurasakan. Apa benar selama ini kita berdua tidak ada hubungan?" tanya Dean sambil membersihkan saliva yang menempel di bibir Alex akibat perbuatannya.


Pintu terbuka dan seorang wanita cantik berpakaian sexy elegan menghampiri Mereka berdua yang masih dalam keadaan berpelukan.


Plakkkk!!!!


"Dasar wanita j****g! Beraninya kamu menggoda calon suamiku! Mulai hari ini, kamu tidak lagi bekerja di sini, kemasi semua barang-barang mu dan segera angkat kaki dari perusahaan ini!" ucap Angela sambil menarik rambut Alex dari pelukan Dean.


Saat Angela akan menampar Alex lagi, Dean menghadang dan mencekal tangan Angela serta menarik dan menjauhkannya dari Alex.


"Apa yang kamu lakukan hah?" tanya Dean geram dengan perilaku Angela yang tiba-tiba menampar Alex.d


"Dia tidak menggodaku tapi aku yang memaksa untuk memeluknya." ucap Dean masih menarik tangan Angela agar tidak menyakiti Alex.


"Pasti kamu memeluknya karena dia yang sengaja menggoda mu Dean. Apa kamu tidak ingat, aku ini calon isteri mu! Ibu dari anakmu!" ucap Angela sambil menangis histeris.

__ADS_1


"Jika kamu masih mempertahankan wanita itu di kantor ini, maka aku akan melompat dari gedung ini. Biarkan Mikha menjadi anak yang tidak memiliki ibu." ancam Angela dan tentu saja hal itu membuat Alex tidak tega.


"Jangan sembarangan kamu! Kamu tidak berhak memecat karyawanku dengan seenaknya! lagipula Alex tidak salah, aku yang memaksa memeluknya!" ucap Dean.


"Okey, jika wanita itu masih di sini, maka jangan salahkan aku jika nanti akan ada berita di gedung Anderson Tech ini ada wanita yang bunuh diri dari atas gedungnya." ucap Angela yang segera berbalik dan berjalan ke luar ruangan untuk membuat gertakannya dihalangi oleh Dean.


Dan tentu saja hal tersebut langsung dihalangi oleh Dean dan Alex.


"Baik Nyonya, saya mohon jangan emosi. Saya akan segera membereskan barang dan mengundurkan diri dari perusahaan ini." ucap Alex


"No Alex, kamu tidak harus mengundurkan diri. Aku yang salah!" ucap Dean dengan raut wajah sedih.


"Tidak apa-apa Tuan, saya tidak mau jadi penghalang bagi hubungan anda dan calon istri anda." ucap Alex seraya pergi keluar ruangan CEO dan membereskan barang-barangnya.


Josh yang keluar dari ruangannya karena mendengar keributan pun menghampiri Alex dan menanyakan perihal kejadian di ruangan CEO itu.


"what's happened Alex?" tanya Josh.


"Sorry Josh, aku mau resign." jawab Alex singkat.


"but why?" tanya Josh lagi.


"Angela memergoki kami sedang berpelukan, Dean tiba-tiba menarik tubuhku ke dalam pelukannya dan aku tidak menolaknya hingga Angela datang dan melihat kami yang sedang berpelukan dan marah besar." jawab Alex.


"stop, jangan diteruskan. Aku yakin itu hanya emosi sesaat, aku akan bicara dengan Dean." ucap Josh


Tidak lama dari itu terlihat sosok pria paruh baya yang masih terlihat sangat gagah dan berwibawa sedang menggendong seorang putri cantik yang menjadi cucunya itu.


"Aunty Alex....!" panggil Mikha yang sedang digendong oleh Tuan Michael.

__ADS_1


__ADS_2