
Psikiater yang diminta oleh Dean sudah bersedia mengunjungi kediaman Angela di apartemen. Dean langsung meminta Psikiater menunggu di ruang tamu dan Dean menuju kamar Angela. Dan Alex membuatkan teh hangat untuk tamunya.
Dean mengetuk pintu kamar Angela namun tidak ada sahutan dari dalam kamar. Dean berinisiatif membuka paksa kamar Angela dan mendapati Angela masih tertidur dengan pakaian yang sangat tipis dan memperlihatkan tubuh indahnya di hadapan Dean.
Kamar yang dulunya rapih sekarang menjadi berantakan karena Angela tidak pernah membersihkannya. Dean mencoba membangunkan Angela berkali-kali tapi tetap tidak ada pergerakan. Sampai Dean mendekati ranjang dan berusaha menggoyangkan Angela agar bangun, tapi malah Dean ditarik dan tubuh Dean dinaiki oleh Angela.
Angela membuka paksa kemeja Dean hingga terlepas dan mencium paksa bibir Dean dengan penuh gairah. Alex yang berniat menyusul Dean karena sudah terlalu lama berada di kamar Angela, terkejut melihat pemandangan yang sangat tidak senonoh itu.
Posisi tangan Dean sedang menggenggam dada Angela dan Angela yang sedang menikmati bibir Dean. Padahal sebenarnya Dean sedang berusaha mendorong Angela hanya saja tidak sengaja tangannya menyentuh dada Angela.
Dean tidak berdaya karena sentuhan dan aroma tubuh Angela ini membuatnya bergairah dan menyelami waktu kenangan beberapa tahun ke belakang saat dirinya merasakan kebahagiaan menjadi seorang lelaki dan juga masih mendapatkan kasih sayang ibunya.
Alex yang menyaksikan langsung kejadian itu beberapa saat merasa tidak nyaman bahkan hatinya terasa sakit karena terkhianati oleh pria yang selama ini selalu baik dan perhatian bahkan telah merenggut kehormatannya.
Sakit hatinya membuat Alex meninggalkan kamar Angela dan berniat menutup pintu kamar itu agar orang lain terutama Mikha tidak melihat pergumulan Daddy dan Mommynya di ranjang.
Pintu yang tertutup menimbulkan bunyi yang menyadarkan Dean untuk melihat siapa yang menutup pintu dan langsung bangun sehingga membuat Angela terjatuh dari atas tubuh Dean ke kasur.
"Dean mau ke mana, kita belum selesai. Aku sangat menginginkan mu Dean!" ucap Angela memeluk Dean dari belakang menahan agar dia tidak pergi.
Dean yang merasa khawatir jika orang yang menutup pintu itu adalah Alex, seketika gairahnya hilang dan menjadi emosi.
"Stop, Angela! Jangan berprilaku seperti wanita m****an di depanku! Kamu wanita yang bermartabat, berprilaku lah layaknya wanita yang memang pantas untuk dihargai." ucap Dean emosi sambil merapikan kemejanya yang terlepas bahkan ada kancing yang hilang.
__ADS_1
"Bersiaplah, bersihkan tubuhmu. Ada psikiater yang menunggumu di bawah untuk mengobati penyakitmu." ucap Dean dengan tegas.
"Dean aku tidak gila tau!!! Aku hanya tidak bisa mengontrol emosiku, maka dari itu kamu harus menjaga perasaanku, kembalilah menjadi Dean yang dulu mencintaiku dan menyayangiku, aku berjanji akan setia selamanya padamu. Kita akan menjadi keluarga yang bahagia dengan Kamu, aku dan Mikha." ucap Angela
Perkataan Angela membuat Dean terdiam dan berpikir memang itulah yang diinginkannya selama ini. Memiliki keluarga utuh dan tidak mau jika Mikha harus merasakan apa yang dirasakannya, yaitu kehilangan ibunya. Tapi Dean masih belum yakin apakah perasaan untuk Angela masih tersisa di hatinya apalagi keberadaan Alex yang sekarang mengisi hari-harinya.
Dean menuju ke lantai bawah dan berniat menemui Psikiater Angela sambil menunggu Angela turun. Alex yang sedang menyiapkan sarapan dengan Mikha di kursinya menunggu sarapan siap.
"Alex apa kamu tadi ke kamar Angela?" tanya Dean memastikan orang yang menutup pintu apakah Alex. Jika ya, dia ingin menjelaskan apa yang terjadi di dalam kamar Angela, walau dia tahu orang yang melihatnya pastilah berpikir mereka sedang bercumbu.
"Tidak Tuan, saya dari tadi di dapur bersama Mikha." jawab Alex.
"Oh okey, aku akan menemani Angela berkonsultasi dengan psikiater, kamu bisa berangkat ke kantor dengan Josh sudah menunggu di parkiran. Mikha biarkan saja di sini, Mrs. Drew akan datang dan tinggal di sini untuk menjaga Mikha. Dia akan tidur di kamar Mikha." Ucap Dean.
"Baik Tuan, setelah selesai menyiapkan sarapan saya ijin pamit pergi ke kantor." ucap Alex yang membuat Dean heran karena Alex kembali memanggilnya Tuan dan bahasanya formal.
Dan perbuatannya itu terlihat oleh Alex, memang rencana Angela adalah segera menyingkirkan Alex dari kehidupan Dean. Angela bertekad akan membuat Dean kembali menjadi miliknya.
Dia pun akan mulai berperilaku baik kepada Mikha walau sulit karena baby blues yang dirasakannya saat melahirkan Mikha membuatnya tidak menginginkan Mikha, jika bukan karena ibu angkatnya di Swiss yang membuatnya mempertahankan Mikha dan mengasuhnya pastilah dia sudah menggugurkan kandungannya karena ternyata kehamilannya tidak bisa membuat suaminya dulu mempertahankan pernikahannya.
"Aku sedang berbicara pada Alex, jika aku akan menemanimu menemui psikiater dan Mrs. Drew akan datang menjaga Mikha jadi Alex bisa berangkat ke kantor dengan Josh." jawab Dean sambil berusaha melepaskan tangan Angela yang membuatnya tidak nyaman karena khawatir Alex akan salah paham.
"Maaf Tuan, nyonya, sarapan sudah siap. Saya akan segera berangkat ke kantor." ucap Alex dan ingin segera pergi dari suasana yang membuatnya panas dingin dan tidak nyaman.
__ADS_1
"Kamu sarapan dulu, kamu sudah menyiapkan ini semua." ucap Dean
"Saya sudah memasukkannya ke dalam kotak bekal, saya akan sarapan bersama Tuan Josh di mobil, saya pamit pergi Tuan." ucap Alex dan membuat Dean sedih karena Alex lebih memilih sarapan dengan Josh.
"Aunty, Mikha ikut!" ucap Mikha merentangkan tangannya ingin digendong oleh Alex.
"Sorry Mikha, Aunty harus pergi, nanti ada Mrs Drew yang baik hati akan menjaga Mikha di rumah." ucap Alex sambil berjalan menuju pintu keluar karena jika dia tidak segera keluar akan membuat dirinya tidak tega meninggalkan Mikha.
Dan benar saja, saat dia menutup pintu terdengar tangisan Mikha yang menjerit ingin ikut Alex.
"Mikha sama Mommy dan Daddy di rumah, Tuh kan wanita jelek itu sudah mempengaruhi Mikha sehingga jadi tidak penurut seperti ini." ucap Angela.
"Berhentilah Angela jangan membuatnya tambah nangis, Sini Daddy gendong Mikha, sudah jangan menangis ya." ucap Dean dan tidak lama Mrs Drew datang.
Pengalaman Mrs Drew membuat Mikha berhenti menangis dan berada dalam gendongan Mrs Drew kembali ke dapur melanjutkan sarapannya.
"Makanlah, kamu pasti belum sarapan!" ucap Alex menyodorkan kotak Sandwich dan satu cup kopi pada Josh yang sedang menunggu bosnya.
"Wow, sandwich. Mana Mr. Dean apakah dia tidak turun bersamamu?" tanya Josh.
"Tidak Usah menunggunya, dia sedang menemani calon istrinya berkonsultasi dengan psikiater." ucap Alex sambil meminum kopi Latte nya.
"Wah, tercium bau kecemburuan di sini. Kamu pasti sedang cemburu ya Alex?" tanya Josh memancing jawaban dari perasaan Alex yang sebenarnya terhadap bosnya.
__ADS_1
"Tidak, kenapa juga aku harus cemburu. Aku bukan siapa-siapa di antara mereka, lagipula mereka sudah memiliki anak, sudah sepantasnya mereka menikah dan menjadi keluarga utuh." jawab Alex, tapi ada perasaan menyesal karena dia sudah memberikan hal yang paling berharga buat lelaki yang ternyata tidak ditakdirkan untuknya.
Andaikan waktu bisa diulang pastilah dia akan menjaga kehormatannya dan tidak memberikan pada lelaki manapun walau pada saat melakukannya, Alex yakin jika hatinya sudah menjadi milik Dean tapi takdir berkata lain. 'Life must goes on, semangat!!!' ucap Alex dalam hati menyemangati dirinya sendiri agar tidak terpuruk. Namun apa yang terjadi di masa depan masih menjadi misteri.