
Setelah memastikan Jack dan Jess baby tertidur, Alex pergi ke ruang kerja untuk mengingatkan Keenan agar segera tidur. Karena kebiasaan Keenan jika sudah bekerja akan lupa waktu.
Tok tok tok
"Honey, kamu belum selesai bekerja?" tanya Alex sambil berjalan mendekati Keenan yang sedang duduk di depan meja kerjanya dengan memakai kacamata baca nya.
"Hmm, sebentar lagi. kamu tidurlah jika sudah mengantuk." ucap Dean sambil mengusap lengan Alex yang memeluknya dari belakang kursi.
"Kamu pasti lelah, aku pijat ya." ucap Alex sambil memijat leher dan pundak Keenan.
"Ouh, nyaman sekali sweety. Thank you." ucap Keenan sambil menikmati pijatan Alex pada pundaknya.
"Masih lama kah? Aku ingin tidur dalam pelukanmu, sepertinya aku butuh hormon dopamine agar besok kembali semangat." ucap Alex merajuk sambil menciumi leher Keenan.
"Okey Sweetheart, ayo kita tidur. Aku lanjutkan pekerjaan itu besok saja dibantu Katty." ucap Keenan seraya menggendong Alex ala bridal style.
Alex sudah bisa menerima Keenan sebagai suaminya dan Keenan pun sudah tidak segan jika meminta jatahnya kepada Alex. Dan Alex pun akan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang isteri dengan sukarela.
Keenan, Alex dan the babies sudah seperti keluarga yang bahagia. Walaupun bayang-bayang Dean Anderson masih selalu ada di antara mereka, karena baby boy Jacklyn sangat mirip dengan Dean.
Jika orang lain melihat mereka berdua sudah dapat dipastikan mengetahui jika Jacklyn adalah anak Dean karena warna bola matanya biru seperti Daddy nya. Sedangkan Keenan memiliki bola mata berwarna abu dan Alex memiliki bola mata coklat terang seperti Jesslyn.
----------------
Dean masih setia menjaga Angela yang masih berada di ruang perawatan. Angela sudah tersadar namun kondisinya masih lemah akibat kehilangan darah yang banyak hingga harus dilakukan transfusi darah.
Dokter mengatakan jika harapan bagi Angela untuk hidup sudah sangat tipis karena kanker nya sudah menjalar ke alat-alat vital dalam tubuhnya. Dean sangat menyayangkan mengetahui hal ini yang sudah sangat terlambat.
"Dean minum." ucap Angela lirih.
Dean mengambilkan minum dan menggunakan sedotan untuk membantu Angela minum.
"Apa kamu mau makan sesuatu?" tanya Dean pada Angela.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak lapar. Kenapa tubuhku rasanya sakit semua Dean? Apa kata dokter?" tanya Angela.
"Kamu mesti kuat Angela, sebenarnya kamu memiliki penyakit kanker ovarium stadium empat." ucap Dean sambil mengusap tangan Angela yang terkulai lemah.
"Maafkan aku Dean, mungkin ini hukuman dari Tuhan bagiku karena aku sudah menyakiti mu, Mikha dan juga alex." ucap Angela dengan suara lirih dan diiringi dengan tangisan.
"Aku sudah menyakiti mu, meninggalkan mu saat rencana pernikahan kita dulu akan berlangsung, dan mencuri bank ****** mu untuk dilakukan inseminasi, sehingga aku melahirkan Mikha dan aku berbohong saat kamu amnesia sehingga memisahkan mu dari Alex." ucap Angela menyesal dengan perbuatannya.
"Dan...aku sudah mengkhianati pernikahan kita, aku berselingkuh dengan banyak pria. Hingga hiks, aku sekarang dihukum dengan penyakit ini." sesal Angela.
"Sudahlah, aku sudah memaafkan mu. Sebenarnya aku sudah mengingat semuanya. Bagaimana hubungan kita dulu dan perasaan ku terhadap Alex." ucap Dean masih menggenggam tangan Angela.
"Namun aku menerima takdir ini, aku mencoba berdamai dengan takdir, agar kamu dan Mikha tetap menjadi keluarga dan tanggung jawab ku. Namun maafkan aku karena sudah mengabaikan mu." ucap Dean juga dengan tangisan.
"Tidak Dean, aku yang salah karena memaksakan perasaanmu agar menerimaku, aku juga yang menjebak mu agar tidur denganku dan bertanggung jawab." ucap Angela.
"Maafkan aku Dean, aku takut umurku tidak akan lama lagi. Aku ingin meninggal dalam keadaan tenang tanpa penyesalan. Jika kamu bertemu Alex, sampaikan maafku." ucap Angela lagi.
"Sampaikan juga maafku pada Mikha, aku belum bisa menjadi ibu yang baik, bahkan aku selalu menyakitinya." ucap Angela lagi.
"Maaf Dean, aku sepertinya sudah tidak kuat, sakit yang kurasakan sudah sangat menyiksaku. Aku, aku."
Tiiiiiiiiiiit
Alat detektor jantung pun berbunyi, karena Angela sudah meninggal. Dean memanggil dokter, dan dokter menyatakan bahwa Angela sudah meninggal.
Angela dimakamkan di pemakaman khusus keluarga Anderson, bersama mendiang ibunya Dean.
Dean dan Mikha serta pelayat lain mengantarkan kepergian Angela, kabar duka sampai kepada Keenan yang ada di Amerika.
Keenan dan Alex pun bergegas menaiki pesawat pribadi untuk pergi ke rumah duka. The babies ditinggalkan bersama pengasuhnya dengan Stok ASI yang sudah biasa Alex siapkan jika ada acara mendadak yang mengharuskannya ikut mendampingi Keenan, seperti hari ini.
Alex dan Keenan telah sampai di mansion Dean, walau kedatangan mereka terlambat karena penerbangan dari Amerika ke London namun tidak menghalangi mereka untuk mendatangi rumah Dean dan mengucapkan bela sungkawa.
__ADS_1
"i'm sorry we late, kami turut berdukacita Dean. Kamu pasti sangat berduka." ucap Keenan sambil memeluk Dean erat dan menepuk-nepuk punggungnya.
"Hmm, thank you. Kalian sudah datang jauh-jauh kemari." ucap Dean.
Alex pun mengucapkan hal yang sama seperti Keenan, namun saat Alex memberikan tangannya untuk bersalaman dengan Dean. Dean menarik Alex ke dalam pelukannya dan langsung menangis.
"i'm sorry Alex, Angela juga berpesan di detik terakhirnya. Dia meminta maaf karena sudah menyakitimu." ucap Dean sambil menangis dalam pelukan Alex dan Keenan yang masih berdiri tidak jauh dari mereka hanya bisa membiarkan saja, karena dia menghargai Dean yang pasti butuh seseorang untuk menumpahkan kesedihannya.
"Tenanglah, Angela pasti sudah tenang di alam sana. Penyakitnya sudah tidak membuatnya menderita, pasti dia sedang bahagia. Tapi kamu harus kuat, Angela akan sedih jika melihatmu menangis seperti ini." ucap Alex berusaha menahan perasaannya dan hanya bersikap seakan-akan hanya untuk menghibur Dean.
Dean pun melepaskan pelukannya dan mengucapkan terimakasih kepada Keenan dan Alex yang sudah hadir.
Keenan dan Alex menghampiri Tuan Michael Anderson dan mengucapkan turut berdukacita.
"Aunty Alex..." ucap Mikha sambil loncat ke dalam gendongan Alex.
"Hai Mikha, aunty turut berdukacita karena meninggalnya mommy Angela." ucap Alex sambil mencium pipi Mikha yang semakin chubby.
"Ya aunty, Mikha sudah tidak menangis lagi, apalagi sekarang ada aunty yang menghibur Mikha. Aunty menginap di sini ya?" pinta Mikha pada Alex dan terdengar oleh Keenan serta kedekatan Mikha dan Alex terlihat oleh Dean dan Daddy Michael.
"Aunty mu tidak bisa jika menginap di sini. Bagaimana jika Mikha saja yang ikut kami menginap di hotel?" tanya Keenan yang tidak tega memisahkan Mikha yang membutuhkan Alex.
"Daddy, bolehkah Mikha menginap di hotel dengan Aunty?" tanya Mikha.
"Nanti Mikha ganggu aunty Alex dan uncle Keenan." jawab Dean.
"No Daddy, uncle yang mengajak Mikha." jawab Mikha.
"Yes, don't worry Dean. Kami malah senang jika Mikha bisa menginap bersama kami." jawab keenan.
"Okay, nyonya Drew tolong siapkan perlengkapan Mikha menginap satu malam. Dia akan ikut bersama Alex." ucap Dean
"Baik Tuan." jawab Nyonya Drew.
__ADS_1
Mikha , Alex dan Keenan pun pamit untuk pulang ke hotel.
...****************...