
Alex tersenyum melihat Kimmy yang tertidur pulas di sofa karena kekenyangan makan nasi, makan cookies serta minum susu hangat.
Di saat suasana bersitegang ada hal yang membuat mereka menahan emosinya, khawatir membangunkan Kimmy.
"Kalian berbicaralah berdua, biar aku akan bawa Kimmy tidur bersama the babies." ucap Alex memberikan kesempatan mereka untuk berbicara lebih leluasa.
"No sweety, kamu juga perlu mendengarkan cerita Taylor agar kamu tidak salah paham, aku mau kamu mendengarnya langsung." jawab Keenan.
"Tidak perlu, aku akan mendengarkan ceritamu nanti, i trust you Keenan. Aku yakin kamu akan bercerita nanti. good night honey." ucap Alex dan memberi kecupan di bibir Keenan, seperti biasanya ritual mereka saat akan tidur.
"You have a good wife. Dia cantik dan juga sangat baik, maaf jika berita yang aku bawa telah melukai hatinya." ucap Taylor menyesal.
"No, dia wanita kuat dan juga baik, dia akan selalu bijak dalam menghadapi kenyataan. Bahkan mungkin hal ini tidak akan membuatnya cemburu." ucap Keenan yang sedih dengan Alex yang terlihat biasa saja dan tetap cool dalam menghadapi berita mengejutkan ini.
Alex akan menunggu Keenan sendiri yang akan bercerita secara terbuka padanya. Dan permasalahan ini hampir sama dengan saat Angela membawa Mikha ke apartemen Dean.
'Apa ini takdirku? Selalu menjadi wanita ketiga dalam hubungan masa lalu. Ya Tuhan, aku harus bagaimana? melihat Kimmy sudah bisa dipastikan dia memang anak Keenan, bola matanya yang berwarna abu-abu, hidungnya yang mancung dan yang paling terlihat mirip adalah dagunya yang terbelah seperti dagu Keenan.'
'Aku hanya bisa menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.' batin Alex saat melihat Jacklyn dan Jesslyn tertidur pulas karena sudah diberikan ASI melalui DOT oleh baby sitter. Kimmy pun tidur di ranjang yang biasa Alex gunakan jika sedang menyusui Jacklyn dan Jesslyn.
Alex menyuruh baby sitter menunggu di kamar bayi, karena khawatir Kimmy terbangun dan mencari mommy nya. Alex pun menuju kamarnya dengan Keenan untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah karena sudah berpergian London Amerika.
Terdengar bunyi pintu kamar yang terbuka. Perlahan Keenan naik ke atas tempat tidur, masuk ke dalam selimut dan memeluk Alex erat. Alex yang merasa terusik tidurnya pun berbalik. Dan Keenan pun masuk ke dalam ceruk leher Alex dan menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
"Hei, kenapa?" tanya Alex.
"Sorry, sorry Alex..." jawab Keenan.
"Why?" tanya Alex lagi.
"Aku pasti telah menyakitimu." ucap Keenan.
"No Keenan, it's destiny. Kita tidak bisa menolak takdir yang hadir ke dalam hidup kita." jawab Alex.
Keenan mengangkat kepalanya dan menatap lekat mata Alex, mencari kebohongan dalam jawaban Alex. Namun Alex mengatakannya dengan sejujurnya dan dengan tenang.
"Apa kamu kecewa dengan ku?" tanya Keenan.
"Tidak." jawab Alex.
"Hmm aku tahu, jika kamu ingin lebih yakin lakukan saja test DNA. Aku yakin hasilnya akan membuatmu bisa membuat keputusan." ucap Alex.
"Namun tanpa test pun sebetulnya aku sudah tahu jawabannya. Dia mirip sekali denganmu Keenan. Congratulation, you are A Daddy Keenan, real daddy." ucap alex sambil bercanda, tidak mau Keenan bersedih.
"Are you jealous?" tanya Keenan.
Alex memukul punggung Keenan, "Of course i'm jealous Keenan. Apalagi saat tahu ternyata kalian pernah bertunangan." jawab Alex.
__ADS_1
"i'm happy, kamu cemburu tandanya cinta. Hehe." ucap Keenan sambil mencium kening Alex.
"Kamu mau mendengar cerita tentang apa yang kamu bicarakan?" tanya Keenan.
"Hmm, if you don't mind." jawab Alex.
"Kamu tahu, aku pernah kecelakaan yang menyebabkan orang tuaku meninggal dunia?" tanya Keenan.
"Hmm, ya kamu pernah cerita jika kamu sudah tidak memiliki orang tua karena kecelakaan." jawab Alex.
"Sebelum kecelakaan itu, aku dan Taylor masih berhubungan dan melakukan itu malam sebelumnya tanpa pengaman. Keesokan harinya aku kecelakaan, dan bagian itu ku terjepit bagian depan mobil yang ringsek. Dokter memvonis aku tidak bisa memiliki anak alias mandul karena saat terjepit ada bagian yang rusak yang menyebabkan produksi ******* tidak subur. Dan aku pikir hal itulah yang membuat Taylor pergi meninggalkan ku." cerita Keenan.
"Namun ternyata Taylor bukan pergi, tetapi diculik oleh musuhku dan menjadi tawanannya di Amsterdam, Taylor berhasil kabur dan karena tidak membawa apapun dan tidak bisa pulang, jadi Taylor melanjutkan hidup di sana dalam keadaan hamil." cerita Keenan lagi.
"Setelah dapat mengumpulkan uang selama lima tahun, baru bisa kembali ke Amerika dan menemui keluarganya. Namun malah disiksa dan diusir oleh keluarganya yang sudah kecewa karena kepergian Taylor membuat keluarganya bangkrut. Hingga akhirnya berujung dia ada di depan pagar mansion kita." cerita Keenan lagi.
"Sungguh tragis kisah Taylor, biarkan dia tinggal di mansion. Kimmy memerlukan kasih sayang darimu Keenan." ucap Alex bijaksana.
"Namun, bagaimana denganmu?" tanya Keenan.
"I'm okay, aku akan berteman dengan Taylor. Aku yakin dia wanita yang baik. Tapi apakah kamu masih memiliki perasaan terhadapnya?" tanya Alex.
"No...Aku hanya padamu Alex." jawab Keenan sambil mencium bibir Alex dengan mesra.
__ADS_1
"Thank you honey." ucap Keenan.
"Hmm, sekarang kita tidur. Besok kita bicarakan kembali. Aku akan selalu mendukung apapun keputusan mu." ucap Alex.