My Absurd CEO

My Absurd CEO
Make it Sure


__ADS_3

Dean bermain salju bersama Mikha dan Alex, mencoba berbagai wahana yang tersedia di sana. Dean merasa bahwa hari ini adalah hari paling membahagiakan dalam hidupnya, karena bisa tertawa lepas bersama kedua wanita yang ia yakini sudah mengisi ruang di hatinya. Ternyata Angela, yang awalnya menguasai hatinya bisa dia lupakan begitu saja setelah bertemu dengan Alex wanita cantik yang sederhana dan hangat.


Dean meyakinkan hatinya bahwa benar dia sedang jatuh cinta terhadap wanita yang sekarang ada di depannya ini, Dean berniat ingin membuat semuanya make it Sure dengan menyatakan cintanya terhadap Alex dan memintanya untuk menjadi kekasih bahkan menjadi pasangan hidupnya.


Dean, Alex dan Mikha bertiga menaiki papan seluncur salju. Mikha berada di posisi paling depan dan digendong Alex sedangkan Alex berada di tengah dan di peluk oleh Dean dari belakang. Setiap kali ada kesempatan, Dean selalu mencuri cium pada Alex. Cintanya pada Alex semakin membuat dirinya tidak mau melepaskan setiap kesempatan yang ada.


"I love you Alexandra Rose." bisik Dean di telinga Alex hingga membuat Alex menganga tak percaya dengan apa yang didengarnya.


Selesai bermain, mereka menyempatkan diri untuk makan siang. Alex dengan telaten memotong daging steak milik Mikha hingga potongannya kecil-kecil, lalu memberikan garpu pada Mikha agar dia mudah untuk makan sendiri.


Dean memperhatikan perbedaan Angela dan Alex saat perhatian pada Mikha, jelas Alex sangat pandai mengurus anak kecil dan walaupun bukan ibu kandungnya tetapi perhatian Alex terhadap Mikha melebihi dari ibu kandungnya sendiri.


Selesai makan mereka pun pulang dengan mengendarai mobil Dean. Mikha tampak pulas tertidur dalam pangkuan Alex karena lelah setelah bermain seharian di taman bermain salju.


"Alex, ada hal penting yang mau aku bicarakan dengan mu." ucap Dean tampak serius.


"Ya, ada apa? Jika masalah aku harus kembali ke apartemen kumohon jangan kamu paksa aku, karena aku tidak mungkin tega mengusir Angela dan Mikha dari apartemen itu, biarkan mereka tinggal di sana." ucap Alex.


"Baiklah, di mana kamu sekarang tinggal? Aku akan mengantarkan mu pulang." ucap Dean


"Tidak perlu Tuan, saya turun di depan taman kota saja." ucap Alex tidak mau tempat tinggalnya diketahui, karena dia ingin hidup tenang.

__ADS_1


"Okey, jika kamu tidak ingin memberitahukan tempat tinggal mu, kita ke apartemen ku yang lain. Kita makan malam dulu di sana." ucap Dean tegas tanpa mau dibantah.


"No regret Alex!!!" ucap menekankan kembali.


"Okey, as your wish." jawab Alex malas berdebat dengan atasannya itu.


Mereka pun segera meluncur ke apartemen grand XX yaitu apartemen daddy Michael yang diberikan pada Dean. Sebelumnya Dean sdh menghubungi maid di mansion untuk membersihkan dan menyiapkan bahan makanan di apartemen itu.


Setibanya di apartemen, Alex menggendong Mikha dan menidurkannya di salah satu kamar yang disebutkan oleh Dean. Dean segera berkutat di dapur menyiapkan bahan makanan yang akan dimasaknya.


Dean menggulung lengan kemejanya hingga siku dan memperlihatkan otot-otot bisepnya yang kekar. Memakai apron dan mencuci semua bahan makanan serta memotongnya. Rencananya dia akan membuat spaghetti bolognese yang spesial untuk Alex dan Mikha.


Alex mendatangi dapur dan berniat membantu Dean menyiapkan makan malam, namun Dean menolaknya karena dia ingin memasak sendiri untuk membuat Alex terkesan.


Setelah mendudukkan Alex di kursi tanpa memberikan kesempatan menolak Dean langsung mendongakkan Alex dan mencium rakus bibir Alex yang selalu menggodanya. Dean ******* hingga menyesapnya serta menggigit bagian bawah bibir Alex agar terbuka sehingga memudahkan akses lidah Dean masuk ke dalam mulutnya dan membelit lidahnya.


Alex yang terbuai dengan permainan Dean berusaha membalas, hal ini membuat Dean tambah bersemangat dan menggendong Alex ke atas meja agar Dean lebih mudah jika keadaan mereka sama tinggi.


Ciuman itu semakin panas dan menuntut, Pakaian Alex yang hanya menggunakan tank top memudahkan tangan Dean untuk meremas dua bongkahan milik Alex hingga membuatnya melenguh dan mengeluarkan suara indah di telinga Dean. Dean menurunkan tali kaos Alex dan memperlihatkan bongkahan indah milik Alex yang sangat menantang.


Dean mencium bibir Alex dan turun ke leher jenjangnya sampai tiba di depan dada Alex, Dean menyesap dan memainkan dua bongkahan itu hingga membuat Alex mengeluarkan suara indah.

__ADS_1


Dean menurunkan celana yang dipakai Alex hingga terlihat sesuatu yang indah di bawah sana, tanpa sabar Dean memainkan milik Alex dengan jarinya bahkan lidahnya menggelitik dan membuat milik Alex basah.


Tanpa mau menunda waktu Dean membuka apron dan kancing kemejanya lalu menurunkan resleting celananya dan mengeluarkan pusakanya yang sudah menegang dan siap tempur.


Khawatir Mikha terbangun Dean tidak mengulur banyak waktu dan langsung memasukkan pusakanya ke dalam milik Alex yang masih sempit dan sempurna.


Entah apa yang merasuki keduanya hingga mereka larut ke dalam indahnya permainan percintaan mereka di dapur.


Permainan yang mereka lakukan hanya berlangsung satu kali dan satu jam saja hingga keduanya melenguh dan mencapai kenikmatan masing-masing.


Dean membersihkan sisa-sisa cairannya di milik Alex dengan tissue dan memakaikan kembali ****** ***** dan celana Alex serta merapikan tank topnya yang sudah turun ke perut Alex.


Kemudian Dean membersihkan pusakanya yang basah dengan tissue lalu merapikan kembali pakaiannya. Dean menarik Alex ke dalam pelukannya.


"Thank you Alex, i love you so much. Would you be my girlfriend?" tanya Dean yakin bahwa hatinya sudah menjadi milik Alex dan sontak membuat Alex terkejut karena pasalnya Alex tahu jika Dean sangat mencintai Angela dan tidak bisa meninggalkan nya.


"Are you serious Dean?" tanya Alex tidak yakin dengan perkataan Dean.


"Yes, i'm serious." ucap Dean.


"Okey, let's try. Aku akan mencobanya, karena ini merupakan pengalaman pertama ku memiliki kekasih bahkan kita berdua sudah melakukan hal yang lebih, maka aku meminta bantuanmu dalam hubungan ini." ucap Alex merasa tidak yakin karena walau hatinya Juga sudah dimiliki oleh Dean tapi dia tidak yakin dan takut dengan sakit hati.

__ADS_1


"Okey, menginap lah Alex, aku ingin melanjutkan permainan tadi di tempat yang lebih aman dan ingin melakukannya beberapa ronde." ucap Dean sambil mengedipkan sebelah matanya dan menggendong Alex turun dari meja, mendudukkannya di kursi serta melanjutkan pekerjaannya memasak makanan yang sempat tertunda karena kegiatan menyenangkannya bersama Alex.


Pusaka milik Dean sebenarnya masih menegang karena belum puas jika hanya satu kali namun karena kondisi dan keadaan yang belum memungkinkan membuatnya harus menenangkan burung perkututnya untuk bersabar.


__ADS_2