
Akhir pekan yang dinantikan oleh Mikha datang juga. Mikha sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Aunty Alex. Dean mendatangi apartemen Mikha untuk bersiap-siap menjemput Mikha, karena Alex tidak mau mendatangi apartemen lagi takut disalahpahami oleh Angela, jadi Alex menunggu Mikha di taman kota dan meminta Dean mengantarkan Mikha ke taman.
"Mikha sudah siap?" tanya Dean saat masuk ke dalam apartemen dan melihat Mikha sedang sarapan.
"Yes Daddy i'm leady." ucap Mikha bersemangat.
Angela yang mendengar suara Dean ada di bawah langsung bangun mencuci muka dan tidak lupa memakai baju malam yang minim bahan yang sengaja ikatan kimononya dilepaskan.
"Hai honey, apa kamu sudah lama datang?" tanya Angela dengan pakaian minim dan berjalan lenggak-lenggok bak model yang turun dari tangga.
"Tidak, saya baru saja datang." Ucap Dean tanpa melihat ke atas tangga.
Angela sampai di lantai dasar dan langsung bergelayut manja di lengan Dean. "Kalian mau pergi kemana? Pagi-pagi sudah rapi." tanya Angela yang melihat Mikha dan juga Dean seperti akan pergi.
"Aku mau mengajak Mikha ke taman bermain, nanti malam biarkan Mikha menginap di mansion." ucap Dean sembari menuntun Mikha ke arah pintu keluar.
Namun tiba-tiba, "Aku ikut honey, kita kan keluarga jika pergi bermain Mommy pun harus ikut, benar kan Mikha?" tanya Angela sembari mengusap pipi Mikha dengan tatapan sedikit melotot agar Mikha mengiyakan pertanyaannya.
"iiiyyya Mommy." jawab Mikha terpaksa karena merasa terintimidasi oleh tatapan Angela.
Dean dan Mikha terpaksa menunggu Angela bersiap-siap. Angela memakai dress ketat membentuk tubuh tanpa lengan namun ditutupi oleh mantel bulu dan sepatu boots kulit dengan high heels.
"Kamu beneran akan memakai pakaian itu ke taman bermain anak?" tanya Dean heran dengan pakaian yang dipakai Angela.
"Yes honey, why? There's something wrong?" tanya Angela balik
"Okey, no it's ok." jawab Dean.
Mereka melakukan perjalanan selama kurang lebih satu jam untuk bisa mencapai taman kota. Saat turun dari mobil, mereka melihat Alex sedang menunggu di bangku taman. Siluet dari wajah Alex yang cantik dengan rambut diikat ekor kuda dan pakaian Alex yang casual. Celana Jogger dengan dalaman tank top putih dan sweater rajut kebesaran berwarna moka serta sneaker putih.
__ADS_1
"Aunty...aunty..." panggil Mikha semangat.
Alex tersenyum cantik menyambut kedatangan Mikha, namun saat melihat dua sejoli di hadapannya raut wajahnya berubah masam. Namun Alex berusaha menyembunyikan raut mukanya dan kembali tersenyum kepada Mikha.
"Aunty i miss you so much." ucap Mikha yang sudah digendong oleh Alex dan menciumi pipi Alex.
"Kenapa ada wanita ini di sini? Apa kalian memang berencana pergi bermain dengannya?" tanya Angela dengan sinis.
"Hei wanita J***Ng, beraninya ya kamu menggoda calon suamiku. Kamu pikir dengan berpenampilan seperti itu, kekasih ku akan tergoda oleh mu?" ucap Angela yang langsung dicekal lengannya oleh Dean dan dicengkeram keras untuk menghentikan dia berbuat kasar dan berbicara seenaknya.
"Stop Angela, jangan membuat suasana menjadi buruk, lagipula siapa calon suamimu atau kekasihmu?" tanya Dean tidak mau membuat Alex salah paham.
"Honey, kita sudah punya seorang putri yang sangat berharga, masa kamu masih tidak mau mengakui hubungan kita ini." ucap Angela seraya mengusap-usap dada bidang Dean dengan gerakan sensual.
"Maaf menyela, Terima kasih sudah mengantarkan Mikha untuk main bersamaku, aku akan mengantarkan Mikha pulang setelah selesai bermain. Maaf kami permisi pergi." ucap Alex memotong pembicaraan dua sejoli yang membuatnya muak.
"Okey, awas kalau Mikha kamu culik, dia adalah seorang putri keluarga Anderson yang sangat berharga. Sedikit saja Mikha lecet maka aku akan membuatmu lebih menderita." ucapan Angela mengancam Alex.
"Aku harus menemui klien penting, kamu bisa pulang sendiri kan?" tanya Dean pada Angela.
"Kamu bilang kita akan pergi jalan-jalan, tapi ternyata kamu cuman mengantarkan Mikha menemui Alex, tau akan seperti ini untuk apa aku lelah-lelah berganti pakaian." ucap Angela dengan marah-marah.
"Okey kamu naik taksi saja atau mau aku panggilkan supir mansion untuk menjemputmu?" ucap Dean
"Tidak perlu, aku naik taksi saja. Selagi ada di luar aku mau sekalian ke mall saja, seharian di apartemen membuatku semakin tertekan. Oh ya Dean, bolehkah aku pinjam kartu kreditmu, dulu kamu memberikan aku black card untuk aku gunakan jika ingin berbelanja." ucap Angela dengan nada manja dan tangan yang mengusap-usap dada bidang Dean.
"Okey, ini kamu bisa gunakan black card ini jika kamu memerlukannya." Dean memberikan salah satu black card miliknya untuk Angela.
Setelah itu, Dean meninggalkan Angela di taman kota. Dan berniat untuk menyusul Mikha dan Alex ke taman bermain salju yang ada di kota XX. Sebetulnya Dean ingin sekali mengantarkan Mikha dan Alex, namun karena Angela ikut jadilah dia membiarkan Alex dan Mikha pergi lebih dulu.
__ADS_1
Dean sengaja memasang GPS pada jam tangan smart watch Mikha yang bisa dipantaunya dari handphone sehingga dengan mudah dia bisa mencari tahu di mana keberadaan Mikha sekarang.
Tiba di lokasi taman bermain, Dean membeli karcis dan langsung masuk ke dalam wahana bermain salju serta mencari keberadaan Alex dan Mikha. Sebelum masuk ke dalam wahana, terlebih dahulu Dean menyewa sepatu dan pakaian musim dingin serta menyimpan sepatunya di loker.
Terlihat Mikha sedang bersenang-senang dengan Alex yang juga ikut tertawa bersama Mikha yang sedang membuat boneka salju. Entah mengapa Senyuman Alex menular begitu saja sehingga Dean pun ikut tersenyum. Selalu berbeda rasa saat kebersamaannya dengan Angela dan juga Alex.
Saat bersama Angela sekarang sudah tidak merasakan adanya getaran dalam hatinya, tapi saat melihat Alex tanpa sadar Dean selalu ingin berusaha mendekat bahkan merengkuh tubuh mungil Alex ke dalam dekapannya serta menciumnya.
"Hai...!" Dean langsung mendekati Alex dan Mikha yang sedang fokus dalam membuat boneka salju.
Sontak kehadirannya mengejutkan Alex, "Tuan, kenapa anda ada di sini?" tanya Alex terkejut dengan kedatangan bosnya.
"I miss you." ucap Dean yang membuat Alex tertunduk dan merona.
"Mikha, i miss you..." ucap Dean sengaja membuat Alex malu karena salah paham jika dia merindukan Mikha bukan dirinya.
"Kamu pasti berpikir aku merindukan mu ya?" tanya Dean mengolok-olok Alex.
"Oh, tidak. Tentu saja saya tidak berani berpikir seperti itu Tuan." ucap Alex tertunduk malu.
"Alex...!" panggil Dean.
Alex pun berbalik dan Cup. Dean mencium bibir Alex. "Don't call me like that, panggil namaku!" ucap Dean.
"Maaf Tuan, sebaiknya saya tetap memanggil Tuan karena anda bos saya." ucap Alex.
Dean menarik tengkuk Alex dan mencium bibir Alex berkali-kali.
"Daddy, kasihan Aunty Alex pasti sakit." Ucap Mikha yang melihat Daddy nya memaksa mencium Alex.
__ADS_1
"No, Daddy kiss aunty Alex because Daddy love her." ucap Dean sambil menarik Mikha dalam gendongannya dan mencium Mikha.
"Daddy kiss aunty cause Daddy love aunty Alex, jadi daddy kiss Mikha juga kalena daddy love Mikha ya?" ucap Mikha mencerna ucapan dari Dean.