My Absurd CEO

My Absurd CEO
Gaji Fantastis dan bonusnya


__ADS_3

Keesokan harinya, Semenjak tau mengenai kehamilan nya. Alex lebih memperhatikan asupan makanan nya. Pagi hari Alex menyiapkan sarapan bergizi seperti susu ibu hamil yang dia beli kemarin, telur orak arik ditambah Mash potatoes dan daging asap. Sengaja dia buat banyak karena nafsu makannya meningkat, jadi dia tinggal menghangatkan saja jika sewaktu-waktu lapar lagi.


Saat sedang asyik makan, terdengar suar bel pintu. Melihat dari layar monitor bel, tampak Keenan yang sedang memperlihatkan deretan giginya yang rapih dan besar.


Alex pun membuka pintu apartemennya.


"Hai, sweetie. Good morning." sapa Keenan yang baru dibukakan sebatas kunci rantai pintu.


"What are you doing? It's smells good." tanya Keenan yang masih menunggu dibukakan pintu oleh Alex.


"Ini masih pagi Keenan, apa yang kamu lakukan? Lagipula darimana kamu tahu apartemen ku ini? Kamu kan kemarin hanya mengantar sampai depan." tanya Alex penasaran.


"Buka dulu kunci rantai nya, baru aku ceritakan. Karena ceritanya luar biasa menarik dan lucu." ucap Keenan yang membuat Alex mengerutkan keningnya.


Akhirnya Alex pun membuka pintu apartemennya. Alex hanya memakai kaos putih pas badan dan celana hotpants dan rambut dicepol, namun karena ini di luar negeri jadi pakaian seperti ini sudah biasa dipakai oleh wanita.


"Apa yang kamu bawa?" tanya Alex karena melihat Keenan membawa dua tote bag dijinjing dan satu paper bag besar penuh belanjaan sampai terlihat tiga roti Perancis yang muncul dari paper bag.


Keenan menyimpan Tote bag di sofa dan membawa kantung belanjaan ke dapur.


"ini kebutuhan dapur, aku tadi ke supermarket. Ku pikir kamu akan lebih suka dibawakan belanjaan dapur seperti ini daripada barang mewah." ucap Keenan karena Alex pernah mengembalikan gaun dan perhiasan yang dibelinya.


Alex membongkar belanjaan yang dibawa Keenan dan melihat banyak sekali makanan sehat seperti kornet, daging asap dan tenderloin, sayuran bahkan buah-buahan, juice serta roti Perancis.


"Hehehe, kamu tau saja jika aku akan lebih welcome pada barang seperti ini daripada barang mewah. Menurutku barang itu tidak akan membuatku kenyang, kecuali aku jual kembali." ucap Alex dan membuat Keenan gemas hingga mencubit hidungnya.


Di saat Alex membereskan belanjaan yang dibeli Keenan ke dalam lemari pendingin. Keenan memakan sarapan Alex yang tinggal setengah, padahal jika mau Alex bisa membuatkannya yang baru.


"Hei kamu makan sarapan ku. Aku kan sudah memakannya." ucap Alex kesal karena dia belum kenyang.


"Aku tadi tidak sempat makan, saat olah raga pagi tiba-tiba aku ingat dirimu yang sedang bersembunyi di apartemen ini. Pasti kamu akan sulit untuk pergi keluar karena tidak mau bertemu bos mu dan asisten nya." ucap Keenan santai sambil terus menyantap sarapannya yang menurutnya sangat enak sekali hingga tandas tak bersisa.

__ADS_1


Untunglah Alex tadi membuat banyak dan masih hangat sehingga Alex memakan stok makanannya untuk sarapan.


"Ceritakan, bagaimana kamu bisa tau nomor apartemen ku?" tanya Alex.


"Sebenarnya tadi malam saat aku mabuk aku datang ke gedung apartemen ini karena rindu sekali ingin segera bertemu denganmu. Tapi satpam itu melarang ku masuk karena apartemen ini tidak boleh dimasuki orang lain tanpa janji terlebih dahulu." ucap Keenan sambil tetap makan dengan mencuri makanan yang sedang dimakan oleh Alex.


"Lalu bagaimana kamu tadi bisa sampai sini?" tanya Alex lagi.


"Aku bilang pada satpam, jika aku kurir yang mengantarkan pesanan nona Alexandra Rose." jawab Keenan.


"Biasanya satpam akan menelepon dulu jika ada kurir." ucap Alex sambil menangkis garpu Keenan yang akan mengambil makanan di piringnya.


"Aku berpura-pura repot dengan bawaanku dan mengatakan jika kamu sedang menunggu pesanannya cepat, lalu satpam itu membukakan pintu lift untukku dan menekan tombol menuju kamarmu serta memberikan nomor kamarnya." ucap Keenan lagi.


"Hahaha, kamu ini ya. Pintar sekali mengecoh satpam itu. Lain kali aku akan memperingatkannya agar lebih berhati-hati jika ada kurir yang memaksa masuk lagi." ucap Alex sambil berdiri.


"Kamu mau minum teh susu atau kopi?" tanya Alex.


"Bagaimana kamu bisa mabuk? Tidak baik bagi kesehatan." ucap Alex sambil melipat kedua tangannya di depan perutnya sehingga membuat perutnya yang sedikit berisi terlihat dan membuat mata Keenan melihat perutnya itu.


Melihat tatapan Keenan ke arah perutnya yang masih rata tapi berisi sontak Alex berbalik untuk menutupi kehamilannya.


"Barack Company dan Anderson Tech telah menandatangani kontrak, jadi kami merayakan nya di bar." jawab Keenan.


"Sayang sekali kamu sudah tidak bekerja lagi di sana, jadi kami kehilangan seseorang yang paham dengan Robotic. Bukankah penelitian mu di Anderson University tentang Robotic?" tanya Keenan.


"Hmm betul, tapi penelitian ku sudah menjadi milik perusahaan karena semua penelitian nya dibiayai oleh perusahan." jawab Alex.


"Tapi kami akan butuh pandangan dan pendapat mu serta kontribusi mu agar proyek Robotic car wash ini bisa berjalan dengan baik." ucap Keenan.


"Hmm aku akan membantumu tapi tanpa sepengetahuan Anderson Tech. Aku tidak mau lagi berhubungan dengan mereka." ucap Alex.

__ADS_1


"Kalau begitu kamu bekerja saja dengan ku di Barack Company! Aku akan memberikan gaji fantastis dan bonusnya kamu bisa memiliki diriku." ucap Keenan sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Okey, aku akan bekerja di perusahaan mu, tapi tidak perlu gaji fantastis. Sesuaikan saja dengan jabatannya dan aku tidak perlu bonus itu. Terlalu mewah bonusnya." ucap Alex sambil melanjutkan sarapannya.


"Ish kamu ini, di saat banyak wanita menginginkan diriku ini. Kamu dikasih gratis saja tidak mau. Tapi walau kamu menolak bonusnya, aku akan tetap mengejar mu. Bersiaplah!" ucap Keenan lalu meminum kopi buatan Alex.


Selesai makan, Keenan memberikan dua tote bag bertuliskan toko fashion terkenal dan menyerahkan pada Alex.


"Apa ini?" tanya Alex.


"Bukalah, itu untukmu." jawab Keenan.


Alex membuka Tote bag nya dan melihat ada gaun cantik berwarna silver, sepatu, hand bag berwarna senada dan satu set perhiasan sederhana namun bisa dilihat jika perhiasan itu dihiasi berlian.


"Aku tidak bisa menerima ini." ucap Alex.


"Kamu akan memakainya for this Saturday." jawab Keenan.


"What for?" tanya Alex.


"Bukalah!" Keenan memberikan undangan pernikahan Dean dan Angela yang sontak membuat Alex terkejut dan terlihat wajahnya yang memucat.


"Are you okay?" tanya Keenan.


"Apakah kamu mencintai Dean?" tanya Keenan penasaran, namun sudah bisa menebaknya.


Alex meneteskan air matanya, "Sorry. Hmm benar aku sudah jatuh hati padanya. Namun saat hatiku sudah terisi dengan cinta terhadap Dean, takdir memisahkan kami melalui banyak cara. Dimulai kehadiran Angela, Mikha dan sekarang Dean amnesia yang membuatnya melupakan ku." ucap Alex


"Tenanglah, ada aku di sini. Aku akan tetap berada di sampingmu sampai kapanpun. Kamu jangan khawatir, aku akan membuatmu bahagia selamanya." ucap Keenan sambil memeluk Alex dengan erat dan membuat Alex semakin menangis.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2