
Alex merawat Dean yang masih tidak sadarkan diri dengan telaten, mulai dari melap tubuhnya sampai mengganti pakaiannya setiap hari. Walau perawat sudah meminta untuk membantunya tetapi Alex tidak mau kekasih hatinya yang sedang terbaring ini disentuh oleh wanita lain.
Ya betul, katakanlah Alex merupakan wanita bodoh yang telah merasakan jatuh cinta pada pria yang bahkan sudah memiliki wanita lain di sampingnya. Walau pria itu sudah menyatakan cinta kepadanya tetapi ikatan Dean dengan Angela pastilah lebih kuat karena ada anak di antara mereka.
Tapi dia tidak terlalu mempedulikan perasaan ini, yang paling penting dia ingin merawat dengan hati lelaki yang yang terbaring lemah di hadapannya ini.
Setiap selesai mengelap tubuh Dean dan memakaikan pakaiannya, Alex membacakan buku yang dia bawa dari koleksi buku di ruangan kantor Dean. Sesekali Dean menggerakkan jarinya, merespon dari setiap cerita yang dibacakan bahkan jika diajak mengobrol matanya bergerak-gerak walau dalam keadaan tertutup.
Alex selalu berdoa agar Dean segera sadar, membuka matanya sehingga bisa bertemu dengan putri kecilnya yang cantik dan lucu yang hampir setiap hari berkunjung diantar nyonya Drew.
"Aunty...!" teriakan seorang gadis kecil menggaung di koridor rumah sakit dan tidak lama bergeser pintu ruangan kamar VVIP tempat Dean dirawat.
"Bagaimana keadaan Daddy, aunty?" tanya Mikha dengan raut muka yang lucu. Sebulan berlalu, Dean masih belum menunjukkan jika dia akan sadar. Dokter mengatakan jika sebulan koma maka saraf di dalam tubuhnya harus dirangsang kembali agar bisa berfungsi dengan normal.
Alex selalu memijat dan menggerakkan kaki dan tangan Dean agar fungsi sarafnya tetap normal, namun tetap saja masih perlu terapi jika dia sudah tersadar.
"Daddy masih sama seperti sebelumnya, tetapi sekarang Daddy sudah tampan kembali. Tadi pagi ada yang datang untuk memotong rambut dan membersihkan bulu-bulu di wajahnya. Sehingga Daddy sekarang sudah terlihat lebih segar." ucap Alex sambil menggendong Mikha agar bisa melihat daddy nya.
"Mana Nyonya Angela?" tanya Alex pada nyonya Drew.
"Nyonya tadi sedang perawatan di salon katanya untuk menghilangkan bekas luka-luka di tubuhnya akibat kecelakaan. Setelah selesai baru akan menyusul Mikha kemari." ucap Nyonya Drew.
Mikha mengeluarkan mainannya yang dibawa dari mansion. Mikha dan Angela sekarang tinggal di mansion Anderson karena Tuan Anderson ingin cucunya berada di dekatnya.
Tidak berapa lama, tiba lah Angela dan Tuan Michael Anderson di ruang kamar pasien Dean Anderson. Daddy Michael terlihat sangat sedih karena anak semata wayangnya masih belum sadar, padahal berdasarkan hasil CT scan pendarahan di otak Dean sudah berangsur membaik dan seharusnya sudah membuatnya sadar.
Tiba-tiba Michael yang sedang menyentuh tangan anak kesayangannya itu merasakan gerakan, ya itu adalah gerakan tangan Dean yang mulai menunjukkan kesadaran.
__ADS_1
"Hei, lihat tangan Dean bergerak. Aku merasakannya. Ya Tuhan tolong buatlah anakku tersadar." ucap Michael mengusap tangan Dean dan berdoa sambil menitikkan air mata.
"Dean bangunlah, Aku dan anakmu selalu menunggumu di sini. Aku mohon bangunlah sayang!" ucap Angela mendekati tubuh Dean yang masih terbaring.
Alex yang hanya bisa melihat dari posisi yang agak jauh merasa canggung saat posisinya di ruangan itu tidak berarti apa-apa.
Kemudian tak lama, mata Dean mulai terbuka dan mengerjap-ngerjapkan matanya membiasakan cahaya yang masuk ke dalam matanya yang sudah tertutup selama satu bulan lamanya.
"Alex panggilkan dokter, cepat!" ucap Mr. Anderson dengan antusias karena merasa senang dengan kesadaran Dean.
Alex pun berlalu dan mencari dokter memberi tahukan berita mengenai Dean yang sudah tersadar.
Tak lama dokter datang dan memeriksa keadaan Dean, bertanya mengenai hal-hal yang membuatnya tidak nyaman, apakah ada rasa sakit atau tidak. Dokter menaikkan posisi tempat tidur dengan bagian kepala agak dinaikan sedikit agar pasien lebih nyaman.
"Selamat Tuan Dean, anda sudah kembali sadar. Apakah anda mengingat siapa saja yang ada di ruangan ini?" Dokter menanyakan kemampuan mengingat pasien.
"Hallo Dean, ingat aku?" tanya Daddy Michael.
"Dean, kalau aku. Apakah kamu ingat aku?" tanya Angela antusias.
"Of course honey, kamu Angela tunanganku." ucap Dean dengan senyuman yang lebar merasa senang ada kekasih hatinya di sampingnya.
"Hey, kita bertunangan tapi sekarang kita sudah punya anak. Lihatlah ini Mikha, putri kita yang sangat cantik." ucap Angela sambil menggendong Mikha dan mendekatkan Mikha kepada Dean.
"Hai Daddy, Mikha sangat senang Daddy sudah sadar." ucap Mikha sambil tersenyum dan mencium pipi Dean
"Hah, aku sudah punya anak? Maaf aku tidak ingat hal itu. Tapi thank you Mikha Daddy sangat senang punya putri cantik sepertimu." ucap Dean.
__ADS_1
"Okey, sepertinya Tuan Dean mengalami amnesia berjangka. Jadi pasien hanya akan memiliki ingatan beberapa tahun ke belakang, sedangkan ingatan masa kini nya terlupakan." Dokter memberikan penjelasan.
"Tapi apakah ingatan itu akan kembali Dok?" tanya Angela yang takut jika Dean ingat masa kini maka dia akan ingat penghianatan dirinya dulu yang meninggalkannya karena menikah dengan orang lain.
"Seiring berjalannya waktu ingatannya akan kembali tapi jangan dipaksakan karena itu akan memicu luka di kepalanya menjadi sakit." jawab dokter.
"Baik dokter akan kami perhatikan itu." ucap Michael.
"Baiklah, silakan anda membiasakan diri terlebih dahulu. Beberapa jam lagi akan saya jadwalkan untuk melakukan CT scan lagi, saya permisi." ucap Dokter dan menuju keluar kamar pasien.
"Daddy, kenapa Daddy tidak ingat aku?" tanya Mikha yang naik ke atas kursi karena sudah diturunkan dari gendongan Angela.
Angela mendekati ranjang Dean dan mengusap dada Dean dengan mesra dan menjawab pertanyaan Mikha, "Kepala Daddy masih sakit sayang, jadi belum bisa mengingat banyak."
Dean mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dan melihat Alex yang berdiri mematung di pojok ruangan bersama nyonya Drew.
"Siapa dia?" tanya Dean.
"Oh, dia sekretaris mu di kantor membantu pekerjaan Josh." jawab Angela dan hanya dibalas anggukan oleh Alex yang hatinya merasa sedih, karena kekasih nya yang sangat dicintainya itu melupakan dirinya. Memang takdir selalu tidak berpihak padanya, setiap kali dia merasakan kebahagiaan pasti selalu direnggut paksa menjauh lagi dari dirinya.
"Oh, bukankah sekretaris ku itu Clara?" tanya Dean.
"Oh, wanita penggoda itu sudah kamu pecat karena selalu menggoda mu." jawab Angela.
"Oh, ya kamu benar aku tidak suka dengan wanita yang suka menggoda pria terlebih pria yang sudah memiliki tunangan yang cantik sepertimu." ucap Dean sambil mengusap tangan Angela yang masih betah berada di atas dada Dean dan hal itu tidak lepas dari mata Alex.
"Maaf karena anda sekarang sudah baikan saya mohon ijin kembali ke kantor." ucap Alex karena merasa tugasnya menjaga bosnya sudah selesai dan dirinya sudah tidak dibutuhkan oleh bosnya itu.
__ADS_1
Mendengar suara Alex tiba-tiba hati Dean merasa sakit dan matanya kembali melihat Alex. 'Suara ini, aku seperti tidak asing dengan suaranya. Apakah karena dia sekretarisku jadi suaranya seperti yang selalu ada dalam mimpiku.' batin Dean.
Alex pun pamit dengan hati yang terluka dan sedih, kemudian berlalu dari kamar pasien VVIP yang sudah menjadi aktivitas kesehariannya selama sebulan ini. Tapi kesadaran Dean merupakan hadiah terbaik baginya saat ini.