
Satu tahun berlalu
Setelah menikah, Angela hidup bergelimang harta. Black card yang diberikan Dean tidak pernah absen menggesek setiap toko branded yang ada di mall dan butik. Bahkan kebiasaannya belanja dan foya-foya bisa dilakukannya sekarang tanpa khawatir akan habis.
Daddy Michael yang melihat perilaku isteri dari anaknya itu mulai gerah karena Dean seperti tidak mau peduli dengan apa yang dilakukan isterinya.
Angela juga sering mengunjungi diskotik bahkan jika sudah berpesta dengan teman-temannya lupa untuk pulang. Berganti pasangan setiap malam sudah sering dilakukannya karena penolakan Dean untuk berhubungan suami isteri dengannya.
"Nyonya Drew. Panggilkan Dean ke kamarku, aku sedang tidak enak badan." ucap Angela dalam sambungan interkom ke dapur.
Nyonya Drew pun menelepon Dean yang sedang ada di kantor. semenjak berita pernikahan Keenan dan Alex, Dean lebih sering menghabiskan waktu dengan bekerja. Bahkan saham Anderson Tech sekarang menjadi paling diminati dan berharga fantastis karena kerja keras Dean dalam mengembangkan sayap perusahaannya di bidang lain seperti hotel, departemen store bahkan maskapai penerbangan pun sekarang menjadi miliknya.
"Selamat siang Tuan, saya nyonya Drew." ucap maid dari sambungan telepon.
"Ya, ada apa?" tanya Dean.
"Nyonya Angela sakit Tuan. Dan meminta Tuan untuk melihatnya." jawab nyonya Drew.
"Bawa saja dia ke rumah sakit!" ucap Dean.
"Tapi nyonya maunya ke rumah sakit diantar oleh Tuan." ucap nyonya Drew lagi.
"Baiklah aku akan pulang. Bagaimana Mikha, apa sudah pulang dari sekolah?" tanya Dean.
"Sudah Tuan, sekarang sedang bermain dengan pengasuhnya." jawab Nyonya Drew.
Mikha sekarang berusia 5 tahun, dan sudah bersekolah di Kindergaten school.
Dean tiba di rumah dan langsung masuk ke kamar Angela berniat untuk memarahi Angela karena mengganggunya bekerja. Namun betapa terkejutnya Dean melihat kondisi Angela yang mengenaskan.
Angela dalam keadaan pingsan dan Darah mengalir dari bagian ***********. Dean menutup tubuh Angela yang hanya menggunakan lingerie dengan selimut dan menggendongnya serta membawanya ke dalam mobil.
"Cepat ke rumah sakit!" ucap Dean khawatir.
__ADS_1
Mereka pun bergegas pergi ke rumah sakit dan menuju Emergency Room, karena Angela membutuhkan penanganan yang cepat akibat pendarahan yang banyak.
Dean menunggu di luar ruang Pemeriksaan, Daddy Michael yang mengetahui Angela dibawa ke rumah sakit pun bergegas menyusul ke rumah sakit.
"What happened Dean?" tanya Daddy.
"Angela pingsan dan mengeluarkan banyak darah dari arah ***********." jawab Dean.
"Apa dia sedang datang bulan?" tanya daddy.
"Entahlah, kita tunggu hasil pemeriksaannya." jawab Dean.
Dokter pun keluar dari dalam ruang pemeriksaan.
"Bagaimana dok kondisi isteri saya?" tanya Dean.
"Begini tuan, saya harap anda tenang. Kondisi isteri anda sudah sangat parah, isteri anda memiliki kanker ovarium stadium empat. Sehingga janin di dalam rahimnya tidak dapat terselamatkan." ucap Dokter, yang membuat Dean tiba-tiba oleng dan ditahan oleh Daddy Michael.
"Usia janinnya baru sekitar satu bulan, karena masih berupa gumpalan kecil." jawab dokter .
"Isteri anda sepertinya sering mengkonsumsi minuman beralkohol dan kehamilannya menekan kankernya sehingga tambah parah." ucap dokter lagi.
"Tapi bagaimana bisa dok sudah stadium empat, karena tidak ada keluhan selama ini?" tanya Dean lagi penasaran.
"Sepertinya setiap isteri anda merasa sakit, pelariannya pada minuman beralkohol untuk meredakan sakitnya." jawab dokter.
"Bisakah disembuhkan dokter? Saya mohon lakukan yang terbaik untuknya." ucap Dean.
"Kami akan melakukan yang terbaik, namun kita serahkan juga kepada Tuhan. Karena manusia hanya bisa berusaha tapi Tuhan yang berkehendak." jawab dokter.
Dean dan Daddy Michael kembali duduk dan menunggu Angela dipindahkan ke ruang perawatan.
...****************...
__ADS_1
Alex sudah melahirkan bayi kembar laki-laki dan perempuan. Usia mereka sekarang empat bulan dan masih mengkonsumsi ASI eksklusif.
Keenan merupakan lelaki yang sangat menyukai anak-anak, terbukti setelah Alex melahirkan. Keenan selalu pulang cepat dari kantor dan membawa pekerjaannya ke rumah hanya untuk bisa bertemu dengan bayi-bayi mungil itu.
"Bagaimana the babies?" tanya Keenan saat masuk ke kamar bayi yang berwarna setengah biru dan setengah pink. Ranjang babies berada di tengah-tengah pembatas warna itu agar mereka tetap tidur berdekatan.
"Mereka masih rakus meminum ASI nya, sampai aku harus banyak minum juga." jawab Alex.
"Hei boy, kamu masih saja tidak mau melepaskan ibumu ya? Lihat adikmu sedang mengantri menunggu giliran." ucap Keenan
"Andai ayah pun mengeluarkan ASI pasti aku bantu agar kamu tidak kelelahan." ucap Keenan polos dan dibalas Alex dengan pukulan di punggungnya.
"Hei, CEO absurd. Omongan mu itu kenapa selalu di luar nalar. Mana mungkin laki-laki bisa menyusui, punyamu kan kecil pasti tidak akan ada isinya." ucap Alex yang sekarang sudah lebih easy going dan suka bercanda.
Jacklyn Barack dan Jesslyn Barack. Nama dari anak kembar Alex dan Keenan sebagai ayah asuhnya. Selain nama mereka menggunakan nama Barack, mereka dan Alex juga sudah tercatat menjadi pewaris dari kekayaan Barack Company.
Walaupun bukan anak kandungnya, tetapi Keenan menyayangi kedua anak tersebut seperti anaknya sendiri.
"Okey boy, kemari. Sekarang Daddy yang gendong, adikmu mau menyusu juga. Setelah adik selesai bolehkah Daddy juga menyusu pada mommy mu?" gumam Keenan pada baby boy yang dapat didengar oleh Alex dan baby sitter.
"Ish, apa yang kamu bicarakan. Masa baby Jack kamu ajak ngobrol begitu." ucap Alex marah sekaligus gemas dengan ucapan Keenan tadi.
"Sweety, baby boy dan baby girl harus tahu. Kalau mommy nya bukan hanya milik mereka tapi ada Daddy juga yang butuh kasih sayang mommy." jawab Keenan nyeleneh.
"Okey, kamu tidurkan saja baby Jack di ranjangnya. Kamu mandi dulu, baru kembali kemari." ucap Alex yang sudah memberi tahu Keenan beberapa kali jika mau menemui baby harus mandi dulu, karena dia membawa kuman dari luar sana.
"Okey, siap. Aku mandi dulu kalau begitu, kamu mau mandi bersama kah?" tanya Keenan sambil mengelus rambut alex. Dan dibalas dengan pelototan oleh Alex.
"Semenjak kehadiran nyonya di rumah ini, sekarang Tuan menjadi sangat humoris. Aku melihat kebahagiaan pada diri Tuan. Terimakasih Nyonya." ucap pengasuh bayi.
"Kenapa kamu berterima kasih?" tanya Alex.
"Semenjak kematian Tuan dan nyonya besar, rumah ini seakan seperti kuburan. Tidak ada suara orang mengobrol, tidak ada canda apalagi tawa. Tapi sekarang, bukan hanya canda tawa, tapi suara tangisan bayi menambah kehangatan rumah ini." ucap baby sitter yang merupakan maid yang sudah lama tinggal di mansion ini.
__ADS_1