
Selesai makan, Alex dan Adele menuju kamar Adele. Alex meminjam pakaian Adele dan membersihkan diri. Mereka berdua sudah seperti adik kakak, tidur pun berdua. Pakaian yang diberikan Adele untuk dipakai Alex berupa kaos ketat dan celana hotpants. Alex jadi terlihat lebih segar dan cantik.
"Alex, kamu terlihat lebih berisi. Pasti pekerjaan mu membuat kamu banyak makan ya. Bukankah jika kita stress dengan tugas kuliah kita selalu mencari makanan enak untuk menghilangkan stress kita." ucap Adele.
"Oh ya, padahal aku sih merasa biasa saja tapi aku sudah lama tidak mengukur berat badan. Memang akhir-akhir ini aku selalu ingin makan. Pasti karena pekerjaan ku yang banyak." jawab Alex.
"Ayo ceritakan, bagaimana sekarang hubungan mu dengan Dean?" tanya Adele
"Sepertinya aku harus merelakannya, Dean sudah memiliki Angela dan juga mereka sudah dikaruniai anak. Aku tidak mau merusak hubungan mereka apalagi sampai membuat Mikha tidak memiliki orang tua yang lengkap." jawab Alex.
"lalu kamu akan menyerah begitu saja?" tanya Adele lagi.
"Hmm, mungkin ini yang terbaik. Aku ingin kembali menjadi diriku yang dulu. Tidak mengandalkan pria dan berdiri di atas kakiku sendiri." jawab Alex.
"lalu apa kamu akan hadir di acara pernikahan mereka?" tanya Adele.
"Let's see. Jika takdir mengatakan aku harus hadir, pasti akan banyak cara yang membuat aku hadir. Ataupun sebaliknya." jawab Alex
"wow Alex, kamu sekarang lebih dewasa. Aku sepertinya jatuh cinta kepada mu Alex." ucap Adele.
"Hei, kamu mau selingkuh denganku? Lalu bagaimana dengan Jeremy?" tanya Alex sambil memeluk Adele.
"Ihhhh, amit-amit. Aku masih normal Alex. Tentu saja aku dan Jeremy masih bersama, bahkan sedang hot." jawab Adele.
"What? Hot? Jangan-jangan kalian sudah melakukan hubungan yang intim?" Tanya Alex lagi.
__ADS_1
"Hmmm. Pastinya, aku sangat suka dengan permainannya. Wah, dia sangat bisa membuatku terbang ke langit. Tapi tenang saja, aku meminum pil pencegah hamil, bahkan waktu pertama kali kami melakukanya Jeremy memakai pengaman. Jadi aku tidak akan hamil." Jawab Adele
Deg, perkataan Adele membuat Alex membeku dan mengingat kembali kejadian sebelumnya. Saat melakukan hubungan dengan Dean, beberapa kali itu Dean tidak memakai pengaman dan Alex juga tidak meminum pil pencegah kehamilan.
Alex baru tersadar jika dirinya belum mendapatkan datang bulan, dan ini sudah lebih dari tanggal yang seharusnya dia mendapatkan haid.
'Oh ya Tuhan, bagaimana ini? Apa aku hamil? Lalu bagaimana dengan ku dan anak yang nanti tidak memiliki ayah.' batin Alex.
Adele melihat perubahan raut muk Alex yang tampak pucat dan sedih.
"kenapa Alex? Apa kamu sakit?" Tanya Adele.
"tidak apa-apa, sepertinya aku lelah. Bolehkah aku tidur lebih awal?" tanya Alex.
"Yes Alex. Kamu tidurlah. Aku masih harus menyelesaikan pekerjaan ku." jawab Adele sambil beranjak dari tempat tidur dan menuju keluar.
Keenan: Hai sweety. Jangan lupa janji kita akhir pekan ini on Saturday night. Sekarang aku sedang berada di pesawat pribadi menuju London.
Alex: Ok, semoga perjalananmu menyenangkan dan selamat sampai London.
Keenan: Akan sangat menyenangkan jika kamu ada di sampingku sekarang. Aku sangat merindukan mu my rose.
Alex: is writing.....
Karena lelah, Alex sudah tertidur tanpa membalas kembali pesan yang dikirim Keenan.
__ADS_1
'Ah, sepertinya dia sudah tertidur. Oh sangat menggemaskan, andai dia sekarang ada di sampingku pasti sudah aku peluk dengan erat.' batin Keenan sambil tersenyum sendiri.
Katty yang melihat saudaranya itu senyum sendiri langsung bisa menebak pasti dia sedang berbalas pesan dengan Alex. Baru kali ini dia melihat sepupunya itu jatuh cinta terhadap seorang wanita, biasanya dia hanya menghabiskan satu malam saja dengan wanita tanpa melibatkan perasaan. Itu pun hanya dengan beberapa artis papan atas yang sengaja menyerahkan tubuhnya kepada Pengusaha muda yang sukses seperti Keenan dan berharap jadi Nyonya Barack.
Namun harapan mereka selalu sia-sia, karena sifat Keenan yang dingin dan pemilih menjadikan mereka marah dan berujung pada siraman air pada tubuh Keenan. Namun ada juga yang hanya rela menjadi teman malamnya saja, karena kehebatan Keenan di tempat tidur. Mereka merasa senang walau hanya menjadi mainan Keenan.
"Hei, Keenan kamu pasti sedang falling in love ya? Sudah seperti orang gila saja. Senyum-senyum sendiri." ucap Katty sambil melemparkan bantal kecil yang biasa ada di pesawat.
"Yes, sepertinya aku jadi gila gara-gara wanita dingin ini. Baru kali ini ada wanita yang jelas-jelas menolak pesonaku. Dan dia membuatku sangat ingin mengejarnya." ucap Keenan.
"Apa kamu tidak taku, persahabatan mu dengan Dean akan menjadi buruk karena rebutan wanita?" tanya Katty.
"No, feeling ku mengatakan jika Dean akan kembali pada Angela. Mereka sudah menjadi soulmate dari kecil, bahkan Dean tidak pernah jatuh cinta pada wanita lain." ucap Keenan.
"Tapi apa kamu tidak ingat, terakhir kalian bertemu kalian berantem dan beradu Bogeman karena memperebutkan Alex?" ucap Katty khawatir.
"Hmm, aku juga melihatnya. sorot mata Dean memang memperlihatkan jika dia sangat menyukai Alex, namun dia tidak bisa meninggalkan Angela karena sudah ada anak di antara mereka." jawab Keenan.
"Ya, sepertinya Dean berada dalam posisi yang sulit, karena Tuan Anderson pasti sangat membutuhkan penerus keluarganya sehingga mau tidak mau akan memilih Angela untuk menjadi istri Dean." ucap Katty.
"Hmmm, biarlah Tuhan yang menentukan. Aku sih hanya menjalankan peran yang sudah digariskan. Saat ada wanita yang membuatku jatuh cinta. Kenapa tidak aku perjuangkan sampai bisa kumiliki? Aku kan tidak merebutnya hanya mengambil kesempatan yang diberikan Tuhan." ucap Keenan sambil meminum Wine yang disiapkan pramugari yang sengaja mencuri perhatian dari seorang pria tampan itu.
Namun Keenan tidak memperdulikannya. Sehingga pramugari itu pun pergi dengan raut muka kecewa. Dan itu tidak luput dari perhatian Katty yang langsung tertawa melihat pramugari wanita itu ngambek.
Pesawat yang ditumpangi Keenan dan Katty sampai di London dan mereka langsung disambut oleh barisan bodyguard dan dua mobil. Mobil pertama berisi 4 bodyguard dan mobil kedua supir dan satu asisten yang merangkap bodyguard.
__ADS_1
Maklum, Keenan merupakan pemilik perusahaan besar di Amerika sehingga ke manapun dia pergi, ancaman pasti selalu ada apalagi para pesaing juga rekan bisnisnya yang tidak segan-segan untuk melakukan kekerasan jika perjanjian atau kerjasama mereka tidak dilanjutkan.
Bagi Keenan jika ada wanprestasi dalam bisnis, dia akan menghentikan perjanjian walau mengalami kerugian. Daripada bekerjasama dengan orang-orang yang nantinya akan membuat kerugiannya semakin besar.