My Absurd CEO

My Absurd CEO
Angela dan Psikiater


__ADS_3

"Josh bisakah kamu mencarikan aku Psikiater yang bisa dipanggil ke rumah? Untuk pengobatan Angela " ucap Dean pada asistennya.


"Angela mantan kekasih anda bos?" tanya Josh.


"Ya, Angela mana lagi. Oh ya, bisakah kamu sesekali mengajak Mikha main. Aku khawatir Mikha akan mengganggu Alex bekerja." ucap Dean.


"Mikha, anak Angela dan Tuan?" tanya Josh.


"Josh, kamu itu banyak nanya. Ya dia anakku dan Angela, oh ya ambil rambut Mikha, minta pada Alex untuk mengambilnya untuk test DNA Mikha aku hanya ingin memastikan kebenaran dari cerita Angela. Walau hasil test DNA menyatakan jika Mikha bukan anakku, aku akan tetap menyayanginya seperti anakku sendir. Tapi jika dia memang anakku, maka aku akan membuatkan surat-suratnya agar dia diakui oleh keluarga Anderson." ucap Dean.


"Siap Tuan, saya akan segera laksanakan." Jawab Josh.


Josh keluar dari ruangan Dean Anderson, CEO Anderson Tech yang mendadak punya seorang putri yang cantik dan lucu. Josh terkekeh dan menuju ruangannya untuk menghubungi psikiater bagi Angela.


...----------------...


"Hai, bisakah aku bertemu dengan CEO Anderson Tech?" ucap seorang Pria yang tiba-tiba berada di depan meja sekretaris, yaitu meja Alex.


"Baik, mohon ditunggu sebentar. Maaf anda dengan siapa?" tanya Alex untuk menginformasikan kepada bosnya jika ada tamu. Pria itu tidak melepaskan pandangannya dari wanita cantik di depannya, dari saat dia tersenyum menyambut tamu, menyelipkan helai rambutnya ke telinga, membasahi bibirnya saat akan mengangkat telepon interkom.


"Katakan padanya, aku Keenan Barack from Barack Company." Ucap Keenan


"Hallo Sir, ada tamu dari Barack Company. Beliau adalah Keenan Barack. Baik saya akan mengantarkan beliau." ucap Alex kepada Dean dalam telepon. Pria itu sampai memperhatikan gerakan bibir Alex saat menelepon, bahkan gerakan jarinya yang mengetuk-ngetuk meja saat menelepon pun tidak luput dari perhatiannya.


'Wow, so Sexy, her body, her mouth, everything so hot.' batin Keenan melihat Alex dengan sangat intens.


"Itu putrimu?" tanya Keenan.


"No Sir, dia keponakan saya." jawab Alex


"Wow how beautiful, what's your name sweety?" tanya Keenan pada Mikha yang sedang asyik bermain boneka di stroller nya.

__ADS_1


"Namaku Mikha Uncle." jawab Mikha dengan senyum lebar.


"Hai Mikha, kamu sangat cantik seperti aunty mu. Bolehkan om kenalan dengan aunty mu?" tanya Keenan sambil mengedipkan sebelah matanya pada Mikha.


"Silakan Tuan, Tuan Dean Anderson sudah menunggu anda." ucap Alex berniat mengantarkan Keenan masuk ke dalam ruang kantor Dean, namun langkah Alex terhenti saat Keenan menghadangnya.


"Okey, may i have your name and your phone number?" tanya Keenan.


"Jujur aku sangat tertarik padamu, aku rasa ini adalah Love at the first sight (Cinta pada pandangan pertama)." ucap Keenan lagi.


Dean yang melihat perilaku Keenan dari kaca besar yang membatasi ruangan CEO dan Sekretaris itu mulai merasa gerah dengan perilaku sahabatnya itu.


"Ekhm, Hei kamu mau menemui ku atau mau menggoda sekretarisku?" tiba-tiba terdengar suara Dean keluar dari ruangannya karena melihat tingkah laku sahabatnya yang seorang Cassanova ulung. Sahabatnya ini mempunyai perusahaan besar di Amerika.


"Hallo Bro! Long time no see you, wow sekretaris baru? She is so beautiful and sexy. May i have her?" tanya Keenan.


"No, jangan pernah berpikir sedikitpun untuk mendekatinya." ucap Dean.


"Hei, jaga bicaramu. Pokoknya jangan berusaha mendekatinya. Karena dia sekretarisku." jawab Dean emosi.


"Hei, sekretaris pun punya kehidupan bebas bro! Masa kamu mencampuri urusan pribadinya juga. Okey fix, aku akan mengejarnya." ucap Keenan sambil mengepalkan tangannya dan memberi semangat pada dirinya.


Dan hal itu membuat Dean mengepalkan tangannya, Alex adalah miliknya dan dia sudah melakukannya pada Alex. Pasti Alex tidak akan berpaling darinya. Karena dia sudah merenggut milik Alex yang pastinya akan membuat Alex tetap berada di dekatnya.


"Oh ya, gadis kecil itu lucu sekali. Alex bilang dia keponakannya." ucap Keenan penasaran.


"Tapi jika gadis itu anaknya sekalipun asalkan tidak bersuami aku pasti akan tetap mengejarnya." ucap Keenan lagi.


"Hei bro, kamu itu hanya terobsesi pada wanita cantik. Hentikan bro, kamu sudah waktunya mencari wanita secara serius, usia kamu sudah tidak muda lagi." ucap Dean mengejek.


"Hahaha kamu itu sedang membicarakan dirimu sendiri hah? Kayak kamu sudah lupa jika dirimu pun belum menikah...Tenang saja, tidak lama lagi kamu akan menerima wedding invitation Keenan Barack dan Alexandra Rose." ucap Keenan dan ucapannya terhenti saat Alex masuk dan menyajikan dua cangkir kopi hitam dan satu cup krimer terpisah.

__ADS_1


Keenan merapikan pakaiannya dan berkata, "Thank you Rose. Kamu yang membuat kopi ini?" tanya Keenan.


"Benar Tuan, maaf saya tidak tahu Tuan menyukai kopi apa, jadi saya buatkan kopi hitam dan krimer terpisah." ucap Alex dengan kepala menunduk.


"Aku suka apapun yang kamu buat Rose. Maukah kamu minum kopi bersamaku?" tanya Keenan dan terdengar Dean yang mencebikkan bibirnya karena sebal dengan ke playboy an sahabatnya itu.


"Maaf Tuan, anda bisa memanggil saya Alex dan maaf saya sedang menjaga keponakan saya. Jadi saya undur pamit." jawab Alex


"No, aku akan memanggilmu Rose, karena kamu cantik seperti bunga mawar. Dan bunga mawar akan sangat indah jika berada di sisi Keenan." ucap Keenan gombal.


"Permisi Tuan." ucap Alex tanpa memperdulikan perkataan Keenan, yang Alex tahu pasti teman bosnya itu sangat pandai menggombal dan playboy cap macan.


Alex keluar dari ruangan CEO dan menemani Mikha yang masih tertidur pulas. Alex melanjutkan pekerjaannya, setelah satu jam keluarlah Dean dan Keenan sahabatnya.


"Alex aku akan mengantarkan Keenan ke bawah." ucap Dean.


"Hei, kamu tidak perlu mengantarkan Samapi ke bawah, sebaiknya sekretaris mu saja yang mengantarkan aku." ucap Keenan sambil melihat ke arah Alex.


Dean mendorong Keenan agar segera berjalan menuju lift, namun Keenan berhasil lolos dan kembali ke meja Alex serta mengambil tangan Alex dan menciumnya. Alex terperanjat dan tidak sempat untuk menepis tangan Keenan.


Tentu saja hal ini membuat Dean geram dan menarik Keenan agar segera pergi. Dua pria tampan itu memasuki elevator. Keduanya masih melihat ke arah Alex, Alex yang merasa ditatap pun melihat ke arah lift dan sebelum pintu elevator tertutup terlihat Keenan yang tersenyum genit dan Dean yang muram.


Di dalam lift, suasana mencekam, dingin dan suram. Keenan berusaha membuka suara, "Apa kamu menyukai sekretaris mu hah?" pertanyaan tiba-tiba dari Keenan membuat Dean terperanjat dan kikuk.


"Jika kamu menyukainya aku akan mundur, tapi jika tidak aku akan maju terus pantang mundur. Dan jangan harap aku akan melepaskannya. Sekali kau menargetkan wanita, maka aku tidak akan berhenti sebelum keinginanku tercapai. Aku serius, melihatnya menjaga Mikha membuatku yakin dia akan menjadi istri dan ibu yang baik." ucap Keenan.


"Dia wanitaku, tidak akan aku berikan pada siapapun." ucap Dean.


"Apakah kamu sudah memintanya menjadi kekasihmu?" tanya Keenan.


"Bukan urusanmu!" jawab Dean

__ADS_1


"Aku tahu kamu masih belum move on dari Angela, jangan sampai trauma mu itu membuat orang lain salah paham. Okey aku akan menunggu, jika kamu masih tetap tidak meresmikan hubungan kalian, maka aku akan merebutnya." ancam Keenan.


__ADS_2