
"Apa yang terjadi Keenan? kenapa kamu terburu-buru?" tanya Taylor yang melihat Keenan pulang lebih awal dari kantornya.
"Aku harus terbang ke London, Alex dalam bahaya." jawab Keenan.
"Apa??? Alex dalam bahaya?" tanya Taylor yang merasa khawatir tentang keadaan Alex yang sudah dia anggap seperti adiknya, walau Alex lebih muda darinya tapi Alex lebih dewasa dalam bertutur kata.
"Hmmm, bisa tolong bereskan pakaianku? Aku akan terbang malam ini juga." pinta Keenan pada Taylor.
"Hmmm, baiklah. Bolehkah aku dan Kimmy ikut bersamamu? Aku pun ingin bertemu Alex." Pinta Taylor.
"Okey, berkemas lah, kita terbang malam ini ke London. Pesawatku baru dapat ijin untuk penerbangan malam." jawab Keenan.
Taylor merapikan pakaian Keenan lalu bergegas mengemas pakaian nya dan juga pakaian Kimmy yang akan dibawa dan dimasukkan dalam koper.
Keenan memberikan Taylor Debit card sesuai permintaan Alex, karena mau bagaimana pun Taylor adalah ibu kandung dari anaknya darah dagingnya sendiri dan keturunan darah keluarga Barack yang sangat dibanggakan oleh Keenan.
Dengan debit card yang nilai saldonya fantastis itulah, Taylor bisa leluasa berbelanja untuk kebutuhannya dan Kimmy.
Selama Alex tidak ada di mansion Barack, Taylor yang menggantikan Alex melayani Keenan dalam kebutuhan sehari-harinya, namun untuk urusan ranjang, Taylor masih tahu diri, dia tidak berniat merebut Keenan dari tangan Alex.
Tidak dapat dipungkiri, tubuh Taylor yang setelah melahirkan itu tampak lebih berisi dan sexy. Hal itu membuat Keenan beberapa kali hampir tergoda, apalagi dia dan Taylor memiliki kenangan indah bersama dan sekarang sudah menghasilkan keturunan yang akan meneruskan perusahannya kelak.
Selama dalam perjalanan di pesawat, Keenan tidak hentinya melihat paha Taylor yang roknya selalu tersingkap karena Kimmy yang tidak mau diam dalam pangkuannya.
Gairah lelaki Keenan memuncak, bahkan kenangan panas antara Taylor dan dirinya kembali hadir dalam ingatannya. Keenan sudah mulai berkeringat dingin, karena juniornya yang bangkit dan sulit untuk menidurkannya tanpa pelepasan.
__ADS_1
Taylor menidurkan Kimmy di kursi yang bisa ditidurkan di bilik depan, kemudian berbalik ke bilik di mana Keenan berada.
"Mau aku bantu?" tanya Taylor pada Keenan yang terlihat gugup karena pertanyaan Taylor.
"Maksudmu?" tanya Keenan masih gugup.
"Aku akan menidurkannya untukmu, mau pakai tangan, mulut atau ...." tanya Taylor sambil menunjukkan hal yang disebutkan nya tadi.
"Bisakah? Baiklah aku butuh bantuanmu." ucap Keenan yang semakin panas dingin membayangkan kehebatan permainan Taylor dulu.
Awalnya mereka bermain di kursi, namun Keenan yang tidak tahan, akhirnya membawa Taylor ke kamar yang ada dalam pesawat. Akhirnya pergumulan pun terjadi sangat lama dan berkali-kali. Keenan yang merasa sangat puas dengan keagresifan Taylor langsung tertidur.
Keenan terbangun masih dalam kondisi polos, hanya tertutup selimut dan tidak melihat Taylor sama sekali. Keenan pun bangun dan langsung membersihkan diri di kamar mandi yang ada di dalam kabin kamarnya.
'Permainan Taylor sangat luar biasa, dia wanita yang sangat agresif. Alex pun hebat namun lebih pasif karena menurutnya Alex masih belum berpengalaman.' pikir Keenan dalam guyuran shower yang merasa bersalah karena telah membandingkan mereka berdua dan Keenan pun merasa bersalah karena telah melakukan percintaan dengan Taylor dan mengkhianati Alex.
"Daddy sudah mandi?" tanya Kimmy yang melihat Keenan dengan rambut yang basah. Dan ada handuk di pundaknya.
"Aku bantu keringkan, duduklah. Pasang sabuk pengamanmu." Taylor mendudukkan Kimmy dan memasangkan sabuk pengaman pada anak semata wayangnya dan beranjak menghampiri Keenan dan mengeringkan rambut Keenan dengan handuk.
"Taylor, tadi itu. Maaf aku sudah merepotkan mu." ucap Keenan.
"No problem, aku pun sangat menikmatinya." jawab Taylor.
"Tapi bisakah kamu merahasiakan nya, terutama pada Alex." ucap Keenan lagi.
__ADS_1
"Hmmm, tenang saja. Aku tidak akan menceritakan apapun pada Alex. Dia wanita yang baik, aku tidak mau membuatnya bersedih." ucap Taylor.
"Tapi..." Taylor akan mengatakan sesuatu namun ditahannya.
"Apa?" tanya Keenan.
"Bolehkah jika suatu saat aku meminta hal seperti tadi lagi? Aku sangat menikmati permainanmu. Dan aku tidak pernah bisa melupakan kehebatan mu itu." ucap Taylor sambil menggigit bibir bawahnya, dan hal tersebut dapat Keenan lihat karena kepalanya mendongak ke atas melihat Taylor.
"Hmmm, tentu saja. Aku juga sangat menikmati permainanmu. Bahkan aku ingin setiap saat merasakannya." ucap Keenan yang jiwa Cassanova nya kembali muncul dan melupakan isteri sah nya yang sekarang sedang dia tuju.
Pesawat pun mendarat dengan selamat di London. Keenan mulai bingung, dengan alasan apa dia mendatangi Alex sedangkan sekarang dia sudah mengkhianati Alex. Awalnya Keenan ke London karena khawatir Alex akan kembali jatuh ke dalam pelukan Dean. Tapi sekarang dialah yang sudah jatuh ke dalam pelukan Taylor.
"Ahhhh, ****!!!" ucap Keenan sambil mengacak-acak rambutnya.
Keenan turun dari pesawat diikuti oleh Taylor yang menuntun Kimmy. Namun tiba-tiba, Keenan berbalik dan hendak naik kembali ke pesawat.
"Keenan apa yang kamu lakukan? Kenapa naik lagi?" tanya Taylor yang aneh melihat tingkah laku Keenan.
"Sebaiknya kita kembali, aku tidak sanggup bertemu Alex." jawab Taylor.
"Kenapa? Kamu takut aku membocorkan rahasia kita tadi? tenang saja aku tidak akan melakukan hal yang murahan seperti itu." ucap Taylor menenangkan.
"Bukan itu, walau kamu tidak bilang. Aku tetap merasa tidak sanggup bertemu dengan Alex, aku merasa sangat bersalah." ucap Keenan.
"Agar kamu tidak merasa bersalah, ceritakan lah pada Alex. Kita lihat bagaimana reaksinya, jika dia marah maka dia sangat mencintai mu, tapi jika sebaliknya berarti dia tidak benar-benar mencintai mu." ucap Taylor yang memang masuk akal menurut Keenan.
__ADS_1
"Okey, kita pergi menemui Alex di penthouse." Ajak Keenan pada Taylor sambil mengambil Kimmy untuk digendongnya menuju mobil yang telah menjemput kedatangannya.
...****************...