My Absurd CEO

My Absurd CEO
I Still Love You Alex


__ADS_3

Dean memaksa Alex agar mau melakukan test DNA pada anaknya. Dean tidak peduli dengan penolakan Alex, bahkan Dean meminta bantuan bodyguard nya untuk memudahkan Alex dibawa ke tempat test DNA.


Di laboratorium, Dean meminta perawat di laboratorium mengambil sample rambut kedua bayinya dan juga rambutnya. Sang perawat gugup saat akan menggunting rambut Dean, karena terpesona dengan ketampanan sang CEO ini.


Alex mengambil alih tugas perawat dengan menarik satu helai rambut Dean secara paksa hingga menimbulkan sakit berdenyut pada kulit kepala yang helai rambutnya dicabut paksa oleh Alex.


"Awwww, honey. Kenapa kamu kasar sekali, wah jangan-jangan kamu masih selalu kasar ya. Aku merindukan menerkam mu di ranjang." ucap Dean tanpa rasa malu di depan semua orang yang mendapat cubitan Alex di lengannya.


"Hei, kamu masih suka cubit-cubit ya. Apa kamu mau dicubit juga olehku di lehermu." ucap Dean nyeleneh dan membuat Alex pergi dari tempat itu, diikuti oleh pengasuh yang menggendong baby Jack dan baby Jess.


"Honey, baby, kamu marah ya...Hei, please forgive me." ucap Dean sambil mengejar Alex yang berjalan cepat menuju kamar Mikha.


'Apa dia sudah kembali ingatannya ya? Kenapa sikap absurdnya kembali seperti dulu. Ah gawat, kalau dia sudah kembali ingat pasti dia ingat jika sudah melakukan beberapa kali denganku. Apa yang harus kulakukan?' batin Alex saat berada di dalam lift menuju kamar tempat Mikha dirawat.


"Daddy, Mommy. Wah, ada baby Jess dan Baby Jack juga. Yeay, Daddy aku sekarang sudah jadi kakak. Aku mau cepat pulang ke rumah dan bermain dengan adik-adikku." ucap Mikha semangat.


"Wah, kamu sudah tahu kalau bayi-bayi ini adikmu?" tanya Dean sambil melirik Alex dengan senyuman nakalnya.

__ADS_1


"Tentu saja aku tahu Daddy, lihatlah mata Jack sama dengan mataku. Sedangkan Jess mirip Mommy." ucap Mikha dan diangguki oleh Dean yang menganggap Mikha yang masih 5 tahun saja sudah berpikir seperti itu.


"Aku akan menelepon Keenan, dan memarahinya karena menyembunyikan kekasihku dan anak-anakku." ucap Dean yang akan mengeluarkan handphone nya dari saku celananya.


"No Dean please, jangan katakan pada Keenan. Aku yang akan berbicara dengannya langsung. Aku tidak mau menyakitinya, dia lelaki yang baik dan sudah memperlakukan aku dengan baik." ucap Alex dengan menangkupkan kedua tangan memohon agar Dean tidak menelepon Keenan.


"Okey, tapi dengan satu syarat. Aku bebas menemui anak-anak ku kapan saja. Dan aku tidak mau kamu melarang ku untuk menemui mereka. I still love you Alex, dan selamanya akan mencintaimu. Jadi jangan harap pergi dari hidupku, walau kamu masih menjadi isteri Keenan, aku tetap akan setia menunggumu." ucap Dean yang membuat para pengasuh bayi terharu.


Alex hanya bisa terdiam membisu dan tidak membalas ucapan Dean, karena takut akan terbawa perasaan jika membahas masalah cinta.


Trrrrt, trrrrt. Bunyi handphone Alex, panggilan video call dari Keenan.


Alex: "Hmmm, aku masih di rumah sakit."


Keenan: "Bolehkah aku melihat Mikha?"


Alex membawa handphone nya ke Mikha tanpa memperlihatkan ada Dean di ruangan kamar ini.

__ADS_1


Keenan: "Hai Mikha, do you Miss uncle Keenan?"


Mikha: "Hai Uncle, yes i miss you so much."


Keenan: "Bagaimana keadaan mu sekarang, apa sudah sehat?"


Mikha: "Yes, uncle Mikha sudah sehat dan sekarang sedang bermain bersama mommy, Daddy dan adik-adik Mikha baby Jack dan Jess."


Alex langsung mengambil handphone yang sedang dipegang Mikha dan memutuskan panggilan video dari Keenan.


Alex tidak menyangka jika Mikha akan menceritakan hal itu. Dean tersenyum lebar, ternyata tidak dari mulutku tetapi dari mulut Mikha lah semua terbongkar.


"Dean bagaimana ini? Aku tidak mau Keenan salah paham." ucap Alex yang malah diberi senyuman oleh Dean.


"Kenapa? Bukankah yang tadi diucapkan Mikha sudah sangat jelas, Keenan pasti mengerti dan sadar jika semua ini sudah terbongkar dan semuanya akan kembali pada tempatnya semula. Kamu hanya wanitaku dan milikku dan mereka tetaplah anak-anakku dan akan kembali ke pangkuan Daddy nya." ucap Dean egois tidak memikirkan bagaimana perasaan Keenan di Amerika sana.


Keenan langsung membereskan pekerjaan nya dan bersiap-siap untuk terbang ke London.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2