My Absurd CEO

My Absurd CEO
Kecelakaan


__ADS_3

Alex pun mengalah, membiarkan Dean dan Angela yang pergi ke acara pertemuan dengan pejabat. Pakaian yang dibelikan untuk Alex pun jadinya dipakai oleh Angela, karena gaun panjang yang cukup dipakai oleh Alex menjadi gaun selutut di Angela. Tetapi bagian lainnya menjadi sedikit kebesaran karena tubuh Alex yang sedikit lebih berisi dibandingkan Angela.


Alex pun membereskan mejanya sebelum pulang menuju tempat kostan nya. Dia tidak mau kembali ke apartemen grand XX karena merasa itu bukan tempat tinggalnya. Alex berjalan dengan perasaan yang berkecamuk dan pikiran yang rumit. Dia merasa akhir-akhir ini, sudah terjebak ke dalam permainan cinta dari CEO absurd yang suka memaksa itu.


Namun tidak bisa dipungkiri jika dirinya pun telah jatuh cinta, makanya sekarang pikiran dan perasaannya mulai merasa terganggu akan kehadiran sosok Angela di antara mereka.


Seorang Angela yang pemaksa dan Dean yang tidak bisa menolak, membuat semuanya menjadi kacau balau. Kekacauan ini tidak akan selesai jika salah satu pihak tidak ada yang mengalah.


Alex merasa menjadi orang ketiga di antara mereka, namun Dean juga tidak mau melepaskan nya.


Selesai menghadiri pesta, Dean berniat mengantarkan Angela ke apartemennya. Jarak rumah pejabat yang jauh berada di atas pegunungan membuat mereka pulang sudah larut malam.


"Angela, apakah kamu akan selalu berbuat seperti ini terhadap Alex? Kamu kan sudah tahu jika di antara kita sudah selesai dan tidak mungkin kita melanjutkan hubungan yang sudah kandas." ucap Dean sambil pandangannya tetap fokus ke depan.


"Aku? berbuat apa pada wanita j****g itu? Aku hanya membela diri, dan mengambil apapun yang harusnya menjadi milikku." jawab Angela di kursi samping pengemudi.


"Kamu harusnya paham jika sekarang aku sudah tidak mencintaimu, hatimu sudah dimiliki wanita lain, yaitu Alex." ucap Dean menegaskan kembali hubungannya dengan Angela.


"No Dean, kamu pasti salah mengartikan hubungan mu dengan wanita itu. Aku yakin jika hatimu akan tetap milikku. Wanita itu hanya pelampiasan hasrat yang tidak bisa kamu dapatkan dariku dulu." ucap Angela kembali dengan mata yang sudah dibuat menangis.


"Aku harus bertanggung jawab kepadanya karena kami sekarang sudah berpacaran bahkan kami berdua sudah tidur bersama." ucap Dean dan hal itu membuat Angela emosi dan berteriak-teriak.


"No Dean, kamu pasti melakukan itu dengan wanita j****g itu sambil membayangkan aku kan? Aku bisa memberikan itu padamu bahkan lebih hebat dibandingkan wanita itu." ucap Angela sambil menarik tangan Dean menyentuh dadanya.

__ADS_1


"Ish, apa yang kamu lakukan? Aku sedang menyetir." ucap Dean terganggu dengan perilaku Angela yang mendadak aneh.


Angela melucuti semua pakaiannya untuk menggoda Dean, dan hal itu memancing kemarahan Dean.


"Angela, pakai kembali pakaianmu!" ucap Dean menyentak karena melihat kegilaan dari wanita di sampingnya.


"No Dean, menepi lah dulu aku sudah sangat menginginkan nya. Sentuh lah aku!" ucap Angela yang sudah polos dan menarik tangan Dean agar menyentuhnya.


Namun Dean yang tidak tertarik pada apa yang Angela lakukan bahkan merasa jijik tidak merespon dan apa yang Angela lakukan tidak membangkitkan gairahnya seperti halnya saat bersama Alex.


Mobil tetap melaju, bahkan Dean menambah kecepatannya agar segera sampai di apartemen Angela dan menurunkan wanita gila ini.


Jalanan yang sempit dan berkelok-kelok di daerah pegunungan membuat Dean kesulitan mengatur laju kendaraan bahkan perilaku Angela yang aneh serta menarik-narik tangannya yang sedang memegang setir membuat konsentrasi menyetir Dean buyar dan menyebabkan kendaraan yang mereka tumpangi menabrak pembatas jalan bahkan jatuh ke jurang yang tidak terlalu dalam tapi dalam keadaan mobil yang rusak parah karena terguling.


Dean terluka parah karena benturan dan mobil yang berguling bahkan mengeluarkan darah dari bagian kepalanya dan terjebak di dalam mobil sedangkan Angela terlempar keluar mobil dalam keadaan tidak berpakaian karena tidak memakai sabuk pengamannya. Angela tidak terluka parah karena tidak ikut berguling hanya saja seluruh tubuhnya luka karena terlempar.


Kecelakaan yang terjadi di daerah pegunungan membuat ambulance datang lebih lama. Beruntunglah keduanya masih bisa diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit terdekat.


Angela diobati dan dirawat, Dean dalam keadaan koma karena luka di kepalanya dan kehilangan banyak darah. Daddy Michael yang dihubungi oleh Angela langsung datang ke rumah sakit menemui Dean yang masih berada di ruang operasi.


Alex dan Josh segera berangkat ke rumah sakit setelah mendapatkan kabar jika bosnya itu mengalami kecelakaan.


"Alex, Josh, bagaimana ini? Anakku satu-satunya terluka parah, bagaimana nasib penerus keluarga Anderson ini. Hanya dia milikku yang berharga." ucap Tuan Anderson menangis dalam pelukan Josh.

__ADS_1


"Tenang Tuan, semua akan baik-baik saja. Kita percayakan semua pada yang di atas, aku yakin dia akan segera sembuh dan sehat kembali." ucap Alex sambil ikut mengusap punggung Tuan Anderson.


"Bagaimana keadaan Angela?" tanya Josh


"Angela tidak parah karena dia langsung terlempar keluar saat mobil menabrak pembatas jalan sehingga kondisinya hanya luka ringan, tapi Dean sepertinya ikut terjatuh ke dalam jurang karena dia ditemukan masih di dalam mobil saat tim SAR mengevakuasi nya." cerita Tuan Anderson masih dalam keadaan bersedih.


Tidak lama dokter keluar dari ruang operasi, "Bagaimana Dok?" tanya Tuan Anderson.


"Syukurlah pasien sangat kuat, kondisinya sekarang sudah ditangani. Masa kritis sudah lewat, hanya saja di kepalanya terdapat luka dan gegar otak ringan yang akan menyebabkan pasien kemungkinan mengalami amnesia bahkan sebelum luka itu kering pasien akan selalu mengalami sakit kepala hebat. Tapi itu hanya sampai lukanya benar-benar sembuh." ucap dokter menjelaskan panjang lebar.


"Jangan dipaksakan untuk mengingat sesuatu, karena akan membuat pasien kesakitan bahkan jika dia berpikir keras lukanya akan sulit sembuh." kata dokter lagi.


"Baik dokter, kami akan mengingatnya, Terima kasih banyak karena sudah menolong anak saya." ucap Tuan Anderson sambil menjabat tangan dokter.


Mereka pun kembali duduk di depan ruang operasi karena Dean sedang berada dalam ruang observasi dan pemulihan pasca operasi, setelah dinyatakan stabil baru akan dipindahkan ke ruang rawat inap.


Alex berinisiatif pergi ke cafetaria membelikan 3 cup coffee dan juga makanan agar Tuan Anderson lebih tenang dan juga tetap menjaga kondisi kesehatannya selama menunggu Dean.


"Terima kasih Alex." ucap Tuan Anderson dan menyimpan makanan serta minuman yang diberikan Alex karena tidak bernafsu.


Alex duduk bersimpuh di hadapan Tuan Anderson dan berkata, "Makanlah, anda harus kuat untuk menjaga Tuan Dean. Saya khawatir anda akan jatuh sakit, dan malah akan membuat Dean bersedih."


"Ya kau benar Alex, thank you." jawab Tuan Anderson dan memakan makanan serta menyeruput kopinya.

__ADS_1


"Ah, enak sekali. Perutku kenyang dan pikiran ku sekarang lebih tenang." ucap Tuan Anderson.


"Nah betulkan, ingat saat kita menunggu pasien pastikan kita juga dalam kondisi sehat, cukup asupan makanan, minuman dan vitamin. Karena pasien membutuhkan penjaga yang sehat daripada yang sakit. Betul?" ucap Alex yang kemudian dijawab dengan anggukan oleh Tuan Anderson dan Josh sambil tersenyum.


__ADS_2