
Dean tersenyum lebar saat melihat Alex dan Keenan keluar dari restoran.
"Hai...!!!" Dean melambaikan tangannya dan tersenyum sangat lebar. Menutupi kegugupannya karena sudah menguping pembicaraan Alex dan Keenan dan sudah berlari karena tidak mau ketahuan menguping.
"Sejak kapan kamu di sini?" tanya Keenan yang sengaja memanasi Dean dengan melingkarkan tangannya di pinggang ramping Alex.
"Hei, jaga tanganmu! Sepertinya tanganmu harus disekolahkan lagi. Lepas!" ucap Dean seraya menghampiri Alex dan melepaskan paksa tangan Keenan.
Dean, Keenan dan Josh sudah lama bersahabat, jadi mereka sudah sangat dekat. Namun urusan cinta tidak ada yang namanya menyerah karena sahabat. Buktinya sekarang mereka sedang perang dingin karena memperebutkan seorang wanita, yang tetap cuek dan karena sifat rendah dirinya tidak merasa jika dirinya sedang diperebutkan.
"Kamu itu seorang CEO, sebaiknya memberikan contoh terhadap orang lain agar tidak sembarangan menyentuh wanita yang baru dikenalnya." ucap Dean
"Hei kamu sedang membicarakan dirimu sendiri? Kamu juga CEO, sebaiknya kamu memberi contoh pada orang lain agar tidak sembarangan menyentuh wanita yang bukan kekasihnya terlebih dia adalah sekretarisnya." jawab Keenan membalas perkataan Dean.
Mereka berdua berebut agar bisa merangkul Alex, karena kesal dengan perilaku dua pria di kiri dan kanannya. Alex menginjak kaki kiri Dean dengan kaki kanannya sampai Dean mengaduh kemudian menginjak kaki kanan Keenan dengan kaki kirinya sampai Keenan pun mengaduh.
"Ekkkhhh...dasar CEO Absurd!!!" ucap Alex seraya berlari menuju taksi yang sedang menurunkan penumpang di depan restoran dan segera pergi dengan menggunakan taksi.
Dean dan Keenan yang masih memegang kakinya yang diinjak Alex terkesiap melihat perilaku Alex yang benar-benar berani terhadap dua pria tampan dan berkuasa itu.
"ha-ha-ha...wanita itu, benar-benar unik. Wah, aku semakin jatuh cinta dibuatnya. Dia pasti akan ganas juga di ranjang. Aku pastikan dia akan segera jadi milikku." ucap Keenan yang tidak tahu padahal Dean sudah lebih berpengalaman dengan Alex.
"Haha, siapa bilang dia ganas. Malah dia itu aslinya seperti anak kucing yang pemalu!" ucap Dean merasa percaya diri karena dia lebih unggul dalam mengenal Alex.
"Walaupun kamu lebih lama mengenalnya, tapi aku akan jadi pria terakhir baginya." ucap Keenan.
__ADS_1
"Hei, mana proposal kerjasama kita?" tanya Dean mengalihkan pembicaraan tentang Alex.
"My Sweetheart sudah membawanya." jawab Keenan yang membuat Dean ingin sekali menjahit mulutnya.
"Kamu kembali ke Amerika malam ini?" tanya Dean.
"Hmmm, sayangnya aku harus kembali ke Amerika. Tapi aku akan segera kembali ke London dan menjemput calon ibu dari anak-anakku." jawab Keenan.
"Oh, thanks God. Pergilah segera, jangan lupa pergi ke dokter untuk periksa isi kepalamu itu agar sedikit lebih waras." ucap Dean.
"Apa kau bilang, kamu bilang aku gila? Kamu yang harus periksa ke dokter, masa menggantung cinta wanita lain dikala kamu belum bisa move on dari masa lalu, bahkan sekarang lebih parah lagi. Kamu punya anak dari masa lalu mu. Lepaskanlah Alex my Rose, kembalilah ke Angela. Biarkan aku membahagiakan Alex." ucap Keenan yang langsung mendapat Bogeman mentah dari Dean dan menyebabkan luka di sudut bibirnya.
Keenan pun membalas Bogeman Dean dengan meninju wajah Dean hingga memar di bagian pipinya dan luka di pelipisnya.
"S***an, jika kamu berani mengambil Alex maka aku akan mencari mu sampai ke ujung dunia sekalipun." ucap Dean emosi.
Sopir Keenan melajukan mobilnya mendekati Tuannya untuk melerai perkelahian di antara dua sahabat itu. Sopir membukakan pintu untuk Keenan dan Keenan masuk ke dalam mobilnya meninggalkan Dean yang masih berdiri dengan luka di wajahnya dan termenung mengingat perkataan Keenan juga perkataan Alex di restoran tadi.
...----------------...
Alex tiba di perusahaan, untuk mengerjakan tugasnya sampai waktu pulang tiba. Beberapa jam kemudian, Alex melihat jam dan menunggu Dean yang masih belum kembali dari restoran. Karena Bosnya itu tak kunjung datang, Alex pulang ke apartemen. Namun saat sampai di lantai apartemennya, Alex melihat Semua barang-barang miliknya ada di lorong apartemen. Alex mencoba memasukkan nomor kode apartemen tapi gagal, dia coba memencet bel dan akhirnya pintu dibuka, muncul kepala Angela dari balik pintu.
"Kami pergilah dari apartemen ini! Dean memintaku membereskan semua barang-barang mu. Aku dan Dean akan segera menikah, jangan coba-coba merayu calon suami dan ayah dari anakku! Kalau aku jadi kamu, aku pasti akan langsung keluar dari perusahaan Anderson karena kamu tidak diterima sama sekali di keluarga ataupun perusahaan Anderson." ucap Angela dari celah pintu yang terbuka sedikit dan tidak memberikan kesempatan Alex untuk berkata sedikit pun.
Alex sudah merasa lelah, sehingga malas untuk berdebat. Alex memeriksa isi dalam koper dan tasnya. Barang yang dia cari ternyata masih ada di dalam kopernya, foto ayah dan ibunya yang ibu panti bilang ditemukan di dalam keranjang bayi saat Alex dibuang di panti asuhan.
__ADS_1
Alex tidak mencari keberadaan orang tuanya, karena dia sudah menganggap orang tuanya sudah tidak ada karena orang tua yang dengan tega membuangnya ke panti asuhan pastilah tidak akan mencarinya.
Alex membawa koper dan tasnya berniat untuk mencari hotel tempatnya bermalam dan melepaskan lelah malam ini. Besok baru akan mencari tempat tinggal untuknya. Syukurlah, Dean selalu memberikan uang tambahan dan gaji 2 kali lipat sesuai perjanjian. Jadi uang yang ada di rekeningnya lebih dari cukup bahkan bonus berpura-pura jadi kekasihnya saja sudah cukup untuk membeli satu apartemen type studio.
'Akhh, akhirnya aku bisa melepaskan lelah." ucap Alex merebahkan tubuhnya di ranjang hotel bintang satu. Alex pergi membersihkan dirinya sebelum tertidur lelap melupakan nasib dirinya yang lagi-lagi terbuang.
...----------------...
Keesokan harinya, Dean berniat menjemput Alex di apartemen dan meminta penjelasannya karena sudah berani pergi dengan Keenan tanpa persetujuannya.
Dean memencet tombol sandi di pintu, tapi gagal sampai Nyonya Drew membukakan pintu sambil menggendong Mikha.
"Hallo Mikha, apakah semalam tidurmu nyenyak?" tanya Dean memecah keheningan dan bertanya asal pada Mikha.
"Tidak Daddy, Mikha cali aunty. Mikha akan tidul jika aunty bacakan celita dan menepuk pantat ku. Tapi aunty semalam tidak pulang." ucap Mikha menahan tangisannya.
"Apa, tidak pulang? Benarkah nyonya Drew?" Dean bertanya memastikan kebenaran cerita Mikha.
"Ehmmm, maaf Tuan sebenarnya..." saat nyonya Drew akan bercerita turunlah Angela dengan memakai hot pants dan tank top.
"Nyonya Drew, pergi ke kamar Mikha. Aku ingin bicara berdua dengan Daddy Mikha." Ucap Angela.
"Dia sudah pergi Dean, pulang bekerja dia marah-marah, mendorong aku dan membuat Mikha menangis berusaha mengusir kami dari apartemen ini. Dia bilang kamu adalah pacarnya, jadi dia berhak mengusir kami dari sini. Lihatlah, tanganku terluka karena didorong oleh wanita jahat itu." ucap Angela sambil pura-pura menangis.
Dean bingung berada di antara dua pilihan. Antara memercayai perkataan Angela ataukah perkataan Alex nanti saat mereka bertemu. Yang pasti Dean akan mencari tahu kebenarannya.
__ADS_1
...****************...