My Ceo Love

My Ceo Love
Kepergok


__ADS_3

Hari berganti hari saat ini usia Xanders sudah memasuki usia sembilan bulan. Pasangan orang tua muda ini kerap kali di buat kualahan oleh tingkah putranya.


Xanders yang akan membuat Sean naik darah, bagaimana tidak ia seperti pencuri saat meminta jatah bercocok tanam. Xanders akan menangis hebat saat Sean mendekati Inka dan akan berhenti jika ia menjauh.


"Lama lama aku akan mengurung dan melakban mulut_..Ah.. Baby sakit."


Sean berteriak keras saat telinga ditarik dan di putar oleh istrinya.


Tak lama ia cengengesan melihat istrinya berkacak pinggang.


"Aku hanya bercanda Baby, mana mungkin aku akan mengurung jagoanku."


Inka melirik sengit, "Awas saja.."


Pelayan yang melihat tuan dan nonanya hanya tersenyum. Ini adalah pemandangan yang mereka tunjukan setiap hari. Keluarga harmonis dan bahagia.


*


Seperti sebelumnya Sean akan menguras perutnya di pagi hari.


Huek..Huek..


Sean bahkan sampai menjatuhkan dirinya sendiri, bersandar pada dinding wastafel. Sean mendelik mengingat sesuatu.


"****.. Kalian benar benar ingin membunuhku, huh..


Baby... Baby..."


Sean berteriak memanggil istrinya, keluar dari kamar mandi dengan keadaan lemas. Ia menjatuhkan tubuhnya di kasur empuk sambil memijit pelipisnya. Jangan sampai dugaannya benar, bisa mati dia.


"Ada apa,? tak perlu berteriak by.." Inka datang bersama Xanders.


"Mana Nola.." Inka mengangkat sebelah alisnya, untuk apa menayangkan Nola.


"Nola..."


"Ya tuan.."


Nola datang dengan membawa teh jahe pesanan majikannya.


"Pergilah ke apotik, beli yang untuk melihat anakku"


Kedua wanita itu bengong, mereka berdua tak mengerti apa yang Sean maksud.


"Aish... Sayang kau pasti hamil, suruh Nola membeli alat yang bisa melihat anakku."


Hah..


Inka refleks membuka mulutnya, benarkah!


Tapi jika dilihat dari sebelumnya, gejala ini yang Sean alami saat hamil Xanders.


"Sayang.."


Sean gemas sekali dengan reaksi istrinya, ingin sekali Sean hajar di bawah kungkungan nya.


Hah.. Sean melirik Xanders yang tersenyum menampilkan empat gigi susunya.


"Setan kecil ini memang menertawakan ku"


Sean bergumam dalam hati, dongkol sekali ia dengan satu putra nya ini. Entah mirip siapa dia, tak mungkin mirip dia kan. Secara Sean itu anak yang baik tidak mungkin seperti Xanders, menyebalkan....


Sean hanya berani dalam hati, jika ia benar-benar bersuara, jatah seminggu full di pangkas.


"Tespek tuan.."

__ADS_1


"Ya mana ku tau apa namanya, yang penting yang bisa melihat anakku, pergi sana..?"


Nola segera pergi meninggalkan kamar tuannya. Sementara Inka menyipitkan matanya melihat suaminya. Jika benar dirinya hamil, tidak mungkin. Dua hari yang lalu tamu bulanannya datang, meskipun hanya bercak saja sih.


"By, kau yakin tidak melakukan kesalahan...."


Sean mengalihkan pandangannya pada wanita nya. Sean mengkerut kan keningnya, apa maksudnya?


"Kau yakin by kau muntah karna aku hamil, dua hari yang lalu aku baru saja datang bulan. Awas saja kalau kau berani menghianati ku by....."


Inka melirik ke arah bawah pusar suaminya, Sean yang menyadari bahwa istrinya melihat di tengah selangkangannya, tangan nya refleks menutupi benda kebanggaan nya.


"Ku potong dia.."


Glek... Sean menelan ludahnya cekat, istrinya ini sangat menyeramkan.


Sean gelisah, ia mondar-mandir di kamar sambil menunggu istrinya di kamar mandi. Nola datang membawa tiga tespek yang berbeda.


Sungguh ia sangat bingung sekaligus ciut, bagaimana jika istri nya tidak hamil. Mungkinkah dia pernah tak sengaja mabuk dan berhubungan dengan wanita lain. Sementara Sean merasa tak pernah melakukan dalam keadaan sadar.


Clek...


Sean takut melihat wajah murung istrinya, Sean tidak akan pernah bisa melepaskan istrinya jika dia memang melakukan kesalahan.


"Sa_Sayang.."


Gugup, tangan Sean bahkan berkeringat dingin, jangan sampai dia melakukan kesalahan.


"By.."


Sungguh dada Sean berdebar kencang, melihat mata istrinya berkaca-kaca.


"Aku hamil.."


Sean langsung memeluk tubuh istrinya, ia sangat bahagia. Ketakutan nya sirna mendengar kalimat yang keluar dari bibir mungil Inka.


Tuing...


Sean lupa dalam hal ini dirinya yang tersiksa, apa mereka memang benar-benar akan membunuhnya perlahan.


"Asal kau tak mengabaikan aku sayang, aku tak masalah." Mode manja.


Inka mencibirnya, kesempatan untuk merayu dirinya.


"Tapi by, dua hari yang lalu aku baru saja datang bulan."


"Yah kita akan ke dokter hari ini"


*


"Dimana tuan"


Kenzo bertanya pada Nola yang duduk di karpet bulu bersama tuan kecilnya.


"Tuan sedang ke rumah sakit tuan.."


Nola menjawab sambil menundukkan wajahnya malu. Belakang ini hubungan keduanya mengalami kemajuan. Kenzo duduk di sebelah Nola, ia melirik wanita itu.


Sudah tiga bulan lamanya mereka berdua seperti teman. Kenzo melirik lagi kearah Nola, ia harus mengatakan nya.


"Seminggu lagi kita akan menikah.."


Hah..


Nola mengangkat wajahnya melihat Kenzo, apa maksudnya?

__ADS_1


Apa Kenzo baru saja melamarnya dan mengajak nya menikah. Tapi tak seperti orang pada umumnya, nada lembut dan romantis. Lah ini...


"Apa maksudmu tuan Ken_... "


Cup...


Kenzo membungkam bibir Nola dengan ciuman nya. Sedangkan Nola yang mendapat perlakuan seperti itu melotot kan matanya. Tak pernah Kenzo seperti ini, apalagi pria ini berani menciumnya.


Merasakan lembutnya ciuman yang Kenzo berikan, Nola memejamkan matanya. Ia membalas ******* bibir Kenzo. Nola juga membuka mulutnya agar Kenzo leluasa bergerak masuk menjelajah rongga mulutnya.


"Ah..."


Nola mendesah kala bibir Kenzo berpindah memberi tanda merah di leher jenjangnya.


Tangan Nola meremas rambut Kenzo, Kenzo yang mendengar suara ******* Nola semakin hilaf.


Tangannya bergerilya masuk kedalam rok milik Nola. Satu tangannya lagi menahan tengkuk Nola.


Nola yang merasakan tangan Kenzo berada di dalam sana menegang. Miliknya berkedut kala Kenzo mengusapnya.


Clek...


Hi..hi.. hi..


Kenzo dan Nola berjingkat kaget dan mereka berdua sama sama menjauhkan badannya mendengar suara pintu terbuka.


Sementara baby Xanders tertawa renyah melihat aksi dua orang dewasa di depannya.


Nola segera merapikan pakaian nya yang acak acakan. Sementara Kenzo mengumpat dirinya sendiri. Kenapa sampai dia bertindak bodoh.


*


"Itu hal yang wajar nona, mungkin nona sangat lelah. Kedepannya anda harus kurangi menggendong tuan muda kecil."


Sean masih mengingat saran dari dokter Gibran, begitu datang ke Mension mereka berdua sudah di sambut oleh jagoan kecilnya.


Sean mengangkat sebelah alisnya, memperhatikan kedua manusia yang sama-sama salah tingkah. Dan dari jauh Sean bisa mendengar nafas keduanya yang memburu.


Sean melotot kan matanya, ia segera meraih Xanders yang duduk di karpet.


"Jangan mencemari putra ku, awas saja"


Kenzo dan Nola semakin salah tingkah, mereka berdua kepergok seperti pencuri.


Inka mengangkat sebelah alisnya, melihat wajah Nola yang semakin merah.


"Nola kenapa wajah mu merah sekali.."


Gugup setengah mati Nola mendapat tatapan dari Nonanya.


Apalagi saat ini Inka mendekat ke arah Nola.


Nola berkeringat dingin, tangan nya saling meremas, takut jika nonanya menyadari dia dan Kenzo baru saja berciuman.


"Anu itu nona.."


"Sudah lah sayang, nikahkan saja besok mereka. Itu lebih baik, daripada mencemari putraku." Delik Sean.


Tersangka keduanya menunduk, mereka benar benar merasa malu.


"Apa maksud mu by..?"


Masih belum konek istrinya ini, Sean gemas ingin menggigit hidungnya.


"Lihatlah leher Nola, mereka berdua pasti habis menodai mata suci putramu."

__ADS_1


Inka mengalihkan perhatian dan mendelik saat melihat bekas cupangan. Nola yang menyadarinya kedua tangannya segera menutupi lehernya.


__ADS_2