My Ceo Love

My Ceo Love
Wanita masa lalu


__ADS_3

Sean melihat wanita paruh baya itu sedang bersitegang dengan security.


Sean tersenyum miring melihat nya.


"Tuan Sean..." Sean menaikkan sebelah alisnya, wanita ini mau mencari muka.


Sean berbalik dan melihat wanita paruh baya itu menghampirinya.


"Tuan... Lihatlah mereka tak mau memberi tahukan di mana anak saya Bella." Serunya


"Maafkan kami tuan, tapi nyonya ini tidak sabar dan marah membentak kami" Bela salah satu staf.


"Masa kalian tidak mengenal anakku, dia model papan atas Bella Shofie model internasional,"


Geramnya. Mereka kompak menggeleng....


"Kampungan..." Sinis nya lagi...


"Tunjukan saja... Pasien kecelakaan Bella,di ruang VIP" Sean melanjutkan jalannya. Bertemu dengan nya sangat tidak bermutu, pikirnya...


*


"Maaf...."Brian tersenyum,"Kau sudah melakukan hal yang benar. Cepatlah sembuh.... Kita akan menikah bukan?" Bella menelisik mata Brian,mencari kebohongan di sana....


"Aku takut kau hamil Bella... Kita sering melakukannya dan aku sama sekali tak memakai pengaman..?"


"Jika aku hamil mereka tentu tau, " Potong nya. Brian tersenyum paksa.


"Apa motif mu sebenarnya..." Bella melirik Brian....


"Tidak ada.." Melengos menghindari tatapan mata Brian.


"Jangan bertindak jauh, jika kau tidak ingin berakhir seperti temanmu.." Serunya memperingati Bella.


Bella memiringkan tubuhnya membelakangi Brian.


"Pergilah aku ingin tidur..."


Brian menghembuskan nafasnya perlahan, entah apa tujuan Bella yang pasti ada sesuatu yang Bella sembunyikan.


Sementara Bella mengepalkan tangannya, sudah sejauh ini dia berkorban, tak akan pernah mundur.


"Inka Riana tunggu saja,"


Gumamnya, tersenyum misterius.


"Bella..." Bella membuka matanya,ia menoleh ke arah sumber suara. Mommy nya datang kemari, dimana Daddy nya.


"Mom'...Dimana Daddy..."


"Daddy sedang di luar kota, kau kenapa bisa seperti ini. Apa yang terjadi, siapa yang mencelakai anak mommy. Mommy akan melaporkan nya pada polisi." Rentetan pertanyaan mommy nya membuatnya pusing.


"Mom...., Hentikan....Aku sudah muak dengan perempuan itu. Wanita kampung itu harus segera kita singkirkan." Adunya..


"Tenanglah sayang... , Wanita itu tak ada apa apanya dengan kita.."


Bella bersumpah akan mendapatkan Sean William. Wanita itu tak pantas mendapatkan William, hanya dia yang pantas.


*

__ADS_1


"Ah.... Kumohon,hentikan ini sangat sakit,. "


Pria yang sedang berpacu itu menulikan pendengaran nya.


"Ini yang kau inginkan bukan, ayo katakan, akulah yang paling hebat Clarisa... Uh... Tak ada yang boleh memilikimu selain aku tentunya."


Robert mempercepat gerakan tangan nya brutal, tak perduli dengan Clarisa yang memohon ampun.


"Ah... Robert ini sangat sakit.."


Bukan hanya dua tapi tiga jari Robert mengoyak lubang milik Clarisa. Sungguh Clarisa merasakan panas di bagian inti tubuhnya,akibat gesekan jari yang sangat cepat.


"Ahhhh....."Clarisa mendapatkan puncak untuk kesekian kali dengan jari tangan Robert.


Robert tersenyum miring melihat milik Clarisa,benar benar sangat merah dan bengkak.


Robert melepaskan ikat pinggang nya, dan menurunkan celananya. Ia menarik Clarisa duduk, menyodorkan senjatanya pada wajah Clarisa.


Clarisa hanya pasrah,ia tak mungkin menolaknya. Clarisa sungguh terjebak dengan permainannya sendiri.


" Ahh....." Mata Robert terpejam, Clarisa sungguh pintar memanjakan miliknya.


Robert meraih rambut Clarisa menggulung nya dan menekan Clarisa agar memperdalam lidahnya.


"Ya Risa .. Begitu.." Robert mendongak menatap langit-langit kamar apartemen nya.


"Ah... yeah...."Robert membantu mempercepat gerakan pinggulnya, menyodokkan pada bibir basah Clarisa.


"Um.... "Clarisa memejamkan matanya, sungguh mulutnya pegal bukan main. Dan dia ingin muntah saat Robert menekannya dalam.


"Ahhhh..." Robert melepaskan bibitnya pada wajah Clarisa. Cairan kental itu mengenai wajah dan mulutnya. Clarisa tersenyum kecut,apa bedanya dia dengan ****** di luar sana.


Robert membersihkan milik nya dari sisa-sisa kenikmatan. Lalu meninggalkan Clarisa yang polos tanpa selembar kain.


"Apa tamu bulanannya akan datang ,kenapa sakit sekali..?"


Clarisa meringis mencengkram perutnya yang terasa panas, Bahkan miliknya serta pinggang nya seperti terbakar.


"Argh..... " Clarisa mencoba bangkit dan melangkah menuju tas branded nya berada.


Tubuhnya bergetar hebat menahan rasa panas yang menjalar dari perut ke pinggang bahkan milikinya terasa sangat sakit dan panas.


Clarisa merasakan ada sesuatu yang mengalir dari dalam tubuh nya. Matanya terbelalak melihat darah segar mengalir deras dari kedua pahanya. Tangan nya bergetar hebat mencoba meraih tas miliknya.


Bruk...


*


Inka memanyunkan bibirnya yang mungil, matanya tak berkedip melihat suaminya.


Hari ini suaminya berpakaian resmi,bukankah ini hari libur. Dari mana dia..?


Cup....


Sean mengecup kening Inka berkali-kali, rupanya ia keduluan istrinya.


"Dari mana..."


"Em... Tadi asa pekerjaan mendadak Baby..."

__ADS_1


"Benarkah.." Sean mengangguk mengiyakan. Inka tak lagi bertanya pada suaminya.


"Hubby... Jadi ke pantai kan..."


Sean tersenyum lebar,dan mengangguk mengiyakan.


Cup...


Inka bergelantung di leher suaminya,lalu mengaitkan kakinya pada pinggang suaminya.


*


Inka berlari ke sana kemari,sesekali ia menendang air yang membasahi kakinya.


"Baby, jangan berlari.."


Sungguh Sean seperti mengasuh anaknya jika bersanding dengan Inka. Inka seperti masih remaja padahal sebentar lagi ia akan berumur dua puluh empat tahun.


"Hubby... Ayo kejar aku..."


Inka sambil tertawa riang menjulurkan lidahnya pada suaminya.


Sean gemas dengan tingkah wanita nya. Ia mengejar Inka yang lari terbirit-birit dan..


Hap...


Mereka seperti remaja yang baru mengenal kata cinta. Sean tertawa lebar sambil menggelitik istri nya.


Dari jauh sepasang mata menatap nanar pada nya. Sungguh ingin sekali dirinya yang ada di posisi ketiga itu.


Senyum Inka menghilang kala matanya yang tak sengaja menangkap sosok pria itu.


"Mas Bagas..." Gumamnya..


Sean menoleh arah pandang sang istri,ia mengepalkan tangannya. Sungguh ia benci istrinya masih mencintai mantan suaminya. Terlihat dari matanya yang tak berkedip melihat pria yang saat ini bersembunyi di balik pohon.


Sean melepaskan rengkuhannya pada pinggang ramping Inka,dan berjalan pergi.


Inka yang menyadari bahwa suaminya meninggalkannya segera berlari menyusul nya.


"Hubby.... "


Sean menautkan kedua alisnya, ia seperti mengenal wanita itu. Sean berjalan sambil matanya tak berkedip melihat wanita cantik dan anggun yang tak jauh darinya.


"Rubi..."


Deg...


Wanita yang di sebut nama nya, berbalik menghindari Sean. Sean mengejarnya, ia harus memastikan bahwa wanita yang di lihatnya adalah Rubi Felisa kekasihnya dulu.


Inka mengeryit melihat Sean yang sepertinya tidak mendengarnya. Apa dia marah....?


Inka berjalan lesu, ia mengedarkan pandangannya berharap suaminya datang padanya dan memaafkannya.


Hingga sore hari,Inka masih berharap suaminya mencarinya. Inka menghembuskan nafasnya perlahan, suaminya benar benar marah padanya.


Set....


Sean mencekal tangan wanita itu.

__ADS_1


"Rubi... " Sean meneliti wajah itu, benar dia Rubi Felisa kekasihnya dulu.


"Sean..." Rubi tertunduk, pria inilah yang membuat nya jatuh cinta pada pandangan pertama nya. Rubi sangat mencintai Sean William, tapi Robert menghalangi kisah cinta mereka berdua.


__ADS_2