
Mbok Darmi kaget melihat pria tampan itu membopong tubuh istri majikannya itu. Mbok Darmi tambah shock melihat istri majikannya tanpa sehelai benang pun. Hanya Jas hitam yang menutupi seluruh tubuhnya.
Mbok Darmi beralih menatap wajah majikan nya. Apakah ini perbuatan Tuan nya.
Kenzo menginjak dada Bagas dengan sepatu hitam nya.
Uhuk.. uhuk..
Bagas terbatuk-batuk merasakan sakit yang amat luar biasa. Saat luka yang Sean berikan di injak oleh Kenzo.
Mbok Darmi gemetar melihat pria itu menginjak tubuh tuannya.
"Ingat sekali lagi kau menyentuh nya. Ku pastikan, tanganmu tak lagi ada di tempatnya." Kenzo menekan lagi kakinya.
Arrh...
Mbok Darmi hanya bisa menangis melihat majikannya di perlakukan seperti ini.
Kenzo pergi dari rumah Bagas menyusul Tuan nya.
Mbok Darmi mengelus wajah Bagas, Bagaimana pun juga dia sudah mengenal Bagas lebih dari lima belas tahun lamanya. Ia sudah menganggap nya anak.
Mbok Darmi sedih kenapa tuannya itu berbuat nekat. Tanpa di beri tahu mbok Darmi tau. Jika tuannya melecehkan Nona Inka.
Di sisa sisa kesadaran nya, Bagas meminta mbok Darmi memanggil Ambulans.
Dan mbok Darmi mengangguk..
.
.
.
Sean membawa Inka ke rumah sakit terbesar. Sebelum itu Bagas lebih dulu memakaikan kemejanya pada tubuh polos Inka.
Ya Sean membuka kemejanya untuk dipakai kan pada Inka.
Nico mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Dia bahkan tak berani menoleh ke arah belakang nya. Di mana Tuan nya sedang membuka bajunya dan memakaikan nya pada Inka.
Sean mengeratkan giginya. Inka, wanitanya itu sama sekali tak mengucapakan sepatah kata pun dari tadi.
Ia menyesal telah membiarkan wanita nya pergi tanpa pengawasan dari nya.
Ya Sean menyuruh Nico bertemu dengan Albert. Saat Albert memintanya bertemu. Albert jauh jauh datang ke Indonesia hanya untuk menemuinya. Dan membahas tentang perjodohan nya. Albert memilihkan pendamping hidup untuk Sean. Karna menurut Albert, Sean sudah lebih dari dewasa. Saat nya ia menikah dan memberikan ia cucu. Albert sudah bosan sendirian. Setidaknya jika ada cucu ia tak kesepian.
Dan Sean marah saat tau Ayah nya itu meminta nya menerima perjodohan itu. Ia di minta menerima perjodohan yang sudah di siapkan untuk nya.
__ADS_1
Albert juga datang bersama wanita yang hendak di jodohkan dengan nya.
Siapa lagi kalau bukan Bella Shofie. Wanita yang dulunya mengaku kekasihnya. Dan sekarang ini dia meminta dukungan dari ayah nya.
Dia pikir Sean akan takut. Tidak akan ......
Perempuan itu tak kapok ternyata sudah di depak dari agensi. Sekarang ia beralih dengan ayah nya.
Sean mengepalkan tangannya. Bella...
Kita lihat sejauh mana kau akan meminta ayahku berada di pihak mu.
Sean memeluk tubuh ringkih Inka. Ia mengelus dengan sayang. Sean berulang kali mengecup kening Inka.
Saat sampai di ruang UGD Sean membaringkan tubuh Inka.
Dokter dengan cekatan memeriksa wanita yang di bawa oleh pemilik rumah sakit ini.
Pintu di tutup menyisakan ketiga pria dewasa.
Sean mengusap wajah nya kasar, Ia meninju tembok hingga darah segar mengalir dari kepalan tangannya.
Para petugas medis pun hanya diam saat mereka melihat aksi yang di sinyalir pemilik gedung ini.
Padahal saat ini Sean boleh di katakan seperti orang gila. Dia tak memakai baju bertelanjang dada dan mengamuk di depan UGD. Penampilannya pun tak layak di katakan seorang CEO. Sungguh baru saat ini baik Kenzo maupun Nico tak menyangka.,Tuannya akan sehancur ini.
Pintu terbuka menampilkan wajah Dokter..
"Bagaimana keadaannya.." Sean bertanya to the points.
"Sepertinya pasien hanya shock tuan. Dia mengalami depresiasi ringan,"
"Jauhkan dia dari hal hal yang memicu teringat nya dia dari kejadian ini."
Sean mengepalkan tangannya yang berdarah. Ia mengeratkan giginya. Emosi seketika muncul kembali saat ia mengingat betapa brengseknya Bagas. Dadanya naik turun menahan amarah.
"Terima kasih, Dokter.."
Nico mewakili tuannya. Nico tau Dokter itu takut pada Tuan Sean. Dari bahasa tubuh nya yang hanya menundukkan kepalanya dari tadi.
Tanpa meminta izin Sean masuk ke dalam, Melihat wanita nya terbaring lemah tak berdaya.
Sean menjulurkan tangannya meraih tangan Inka. Menggenggamnya mencium tangan nya.
Inka masih menutup matanya rapat. Karena Dokter memberi nya obat tenang padanya.
"Tuan sebaiknya anda membersihkan luka anda terlebih dahulu."
Kenzo menyodorkan sebuah paperbag padanya. Sean hanya menoleh ...
__ADS_1
"Biarkan kami yang menjaganya tuan. Lagi pula bagaimana jika Nona Inka nanti bangun. Melihat keadaan Anda yang seperti ini."
Kenzo meneliti penampilan Tuannya.
Sean berdiri meraih paperbag yang Kenzo berikan. Lalu berlalu di kamar mandi di dalam ruangan.
Beberapa jam berlalu, pagi menjelang Inka mengerjapkan mata bulat nya. Ia melihat ke sembarang arah, putih semua. Apa aku di rumah sakit.
Ia menoleh ke perutnya yang berat. Sebuah tangan sedang memeluknya. Seketika Inka mendongakkan kepalanya melihat siapa pemilik tangan tersebut.
Inka ingat semalam pria inilah yang menolongnya dari kebejatan mantan suaminya.
Tangan Inka terangkat meraba jambang tipis milik Sean.
Inka mengangkat sudut bibirnya. Merasakan bagaimana kasar nya wajah Sean.
Puas meraba wajah Sean, Inka menjauhkan tangan nya.
Sebelum tangan Inka menjauh Sean lebih dulu meraihnya.
Inka kaget saat tangan nya di cekal oleh Sean.
Inka lalu menunduk malu. menggigit bibir bawahnya gugup.
"Baby...Kau sudah bangun.."
Suara serak Sean membuat Inka merinding.
Sean tersenyum lebar. Saat melihat Inka menggigit bibir bawahnya. Sean mendekap tubuh mungil Inka. Inka yang mendapat perlakuan seperti itu, hendak melepaskan diri.
"Biarkan seperti ini Baby.."
"Maaf, aku tak ada di saat kau membutuhkanku"
Lanjutnya lagi, Inka mendongak menatap wajah Sean. Air mata nya mengalir mendengar Sean perduli padanya.
Sean menghapus air mata Inka.
"Tak apa, aku akan selalu melindungi mu. Jangan menangis lagi. Air mata mu sangat berharga untuk ku."
Sean memeluk tubuh Inka dan mencium kening Inka berkali-kali. Ia berjanji tak akan pernah membuat wanita nya menangis.
Bagas, pria yang sudah membuat wanitanya seperti ini. Sean mengepalkan tangannya saat teringat mantan suaminya Inka.
Tangis Inka reda di dalam pelukan hangat Sean . Inka tak tau apa yang ia rasakan saat ini. Apakah ia juga mulai mencintai Bos nya ini.
Atau hanya sekedar rasa nyaman saja untuk saat ini. Karna insiden dirinya yang hampir di perkosa oleh mantan suaminya.
Inka tak tau apa yang ia rasakan. Biarlah waktu yang menjawab nya. Jika Sean adalah pria yang akan membawa nya pada kebahagiaan, Inka tak menolak nya. Cukup dirinya mengerti akan arti kehidupan nya.
__ADS_1