My Ceo Love

My Ceo Love
Obsesi Grisa


__ADS_3

Melvin termenung di kursi kerjanya. Satu bulan yang lalu media di gemparkan dengan hancurnya Mension mewah milik Ali Grisam. Ia merasa iba, bagaimana bisa seorang Ali Grisam meracuni banyak masyarakat dengan apik. Padahal pria itu sangat terkenal dengan reputasi nya.


Melvin menyayangkan jika keluarga mantan istrinya itu hangus terpanggang dan hancur berkeping keping oleh Bom.


Biar bagaimanapun juga Melvin dulu pernah sangat mencintai Grisa. Bagi Melvin Grisa adalah wanita pertama yang membuatnya jatuh cinta. Tiga tahun menjalin kasih dan akhirnya menikah. Tapi entah ada angin apa istrinya menggugat cerai dirinya.


Rupanya Grisa terobsesi dengan Cello pria yang menjadi tunangan nya saat itu. Dan ia sungguh tak mengerti sebelum mension Grisam runtuh. Kabarnya Grisa memutuskan pertunangan nya dengan pengusaha sukses Andhara Marcello. Jika Grisa menggugat cerai dirinya demi Cello. Lalu kenapa dia sekarang justru membatalkan pernikahan nya dengan Cello.


"Aku tak mengerti dengan semua nya?"


Melvin yakin saat Mension hancur tak ada Grisa di sana. Meskipun hasil penyelidikan jika keluarga Grisam hancur. Tapi Melvin yakin Grisa masih hidup. Tak ada informasi dari pihak kepolisian dan rumah sakit yang meneliti hasil visum. Mereka menutup rapat hasil nya.


Alicia....


"Apakah ini ada hubungannya dengan Alicia?"


Sudah hampir dua bulan lamanya ia tak melihat wanita itu. Wanita yang di cintai nya diam diam. Ternyata dia adalah istri Marcello.


"Aku tak mengerti dengan semuanya?. Cello menyembunyikan pernikahan nya dengan Alicia. Sementara dirinya bertunangan dengan Grisa. Sebenarnya ada apa? Apa Cello tau jika Ali Grisam membuat obat obatan terlarang makanya ia menjebak Grisa.?"


Hah....


Tok...Tok...


"Dokter, setengah jam lagi operasi nya akan di mulai."


"Ya.. "


Tak lama Melvin berdiri, bersiap siap untuk keruang operasi. Sudah empat tahun lamanya ia mengabdikan dirinya di rumah sakit ini. Setelah sebelumnya ia bekerja di rumah sakit milik Ali Grisam mantan mertuanya. Hingga ia bercerai, Melvin memutuskan untuk resign dari sana dan berpindah kerja.


Ia tak mau, masih berhubungan dengan mantan istrinya. Bagi Melvin kenangan bersama Grisa adalah yang terburuk.


Grisa sudah membuatnya rendah sebagai seorang pria dan suami. Itu sebabnya ia tak ingin mengetahui kabar tentang mantan istrinya. Hingga sebulan yang lalu kabar mengejutkan dirinya dan juga jagad raya.


*


Alex mengepalkan tangannya ternyata tak hanya satu atau dua pria yang ada di sana.


Ada banyak..., Apa yang mereka lakukan di sana?.Apa mereka menyiksa tuannya?


"Brengsek..."


Sementara di dalam, Cello tersungkur dengan kursi yang diduduki nya. Tangan nya terkepal erat, tidak mungkin Alicia pergi meninggalkan dirinya.


"Kenapa Cel, jika kau mau melanjutkan pernikahan kita. Dan menjadikan aku sebagai istri kedua mu. Mungkin wanita itu masih ada...Tapi sayangnya kau sendiri yang menolak ku..."


Grisa berteriak keras pada Cello. Dadanya naik turun menahan amarah. Cemburu buta melihat pria yang di cintai nya memilih wanita lain.


Tak lama kemudian ia tertawa terbahak bahak.


"Malang sekali gadis itu Cel.. Ah apa dia terbakar juga seperti diriku. Apa justru sudah menjadi abu seperti Daddy ku?"


Nafas Cello memburu menahan emosi yang siap meledak.

__ADS_1


"Pengawal.."


"Ya nona."


Seorang pria memberikan sebuah ikat pinggang. Grisa mengambilnya dengan senyum miring. Tak lama kemudian kedua pria itu mengangkat Cello.


Cras...


Cras...


"Ha...Ha.. Kau sudah membunuh Daddy ku. Cello sialan,"


Cras...


Cello masih berdiri kokoh di tempat duduknya. Cambukan Grisa bagi Cello tak berarti apa-apa. Padahal tubuhnya mengeluarkan darah segar dari sana.


"Grisa, kau tau? Aku akan memanggang mu hidup hidup jika tak menemukan istri ku?"


Cih...


Grisa tertawa terbahak bahak mendengar ancaman Cello.


"Bagaimana kau akan melakukan nya Cel.? Tubuh mu saja terikat dan lihat banyak para penjagaku di sini."


Cello tersenyum miring, mendengar Grisa dengan bangga nya menunjuk pria yang mengelilinginya. Cello tau siapa mereka? Hanya preman jalanan yang di sewa olehnya.


"Kau yakin hanya dengan uangmu menyewa mereka?"


Grisa terkesiap mendengar penuturan Cello. Matanya melotot tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Cello tau sesuatu?


Melihat Grisa gelisah dan wajah pucat pasinya. Cello, pria itu menipiskan bibirnya, mengejek Grisa.


"Bahkan dengan tubuh belang mu saja, kau mengobral untuk mereka."


"Kau..."


"Kenapa, kau kaget?"


"Cello sialan"


Buk...Brak...


Cello membuka ikatan kakinya cepat setelah ia berhasil melepaskan ikat tangan nya dan meninju Grisa.


"Brengsek.." Cello tersenyum tipis, berjalan ke arah Grisa.


"Apa yang kalian lakukan serang dia, sialan?"


Cello dengan sigap menendang dan memukul para pria yang sudah menjebaknya. Memberi obat tidur kepadanya dan istrinya saat mereka berdua makan.


Cello membabi buta menghajar preman yang di sewa Grisa. Mengingat Alicia jatuh ke dalam jurang bersama mobilnya. Membuat Cello kalap menghajar tanpa ampun.


Krek...Argh...

__ADS_1


Tubuh Grisa bergetar ketakutan, melihat Cello dengan gilanya tak memberi mereka melawan sedikit pun. Ia bangkit dan mengambil pakaiannya, memakai dengan terburu-buru lalu melangkah pergi.


Wus... Crus...


Argh...


Grisa meringis dan menoleh ke arah Cello, lalu menunduk ke bawah kakinya.


"Cel..." Grisa mundur beberapa langkah menghindari Cello. Mata tajam nya seolah olah akan menghanguskannya. Cello seperti iblis yang siap menghancurkan apa saja di depannya.


Sementara Alex dan lima anak buahnya. Diluar pun sama. Menghajar preman preman yang di sewa Grisa.


Dor... Dor...


Banyak nya jumlah mereka tak membuat Alex kewalahan. Rupanya Grisa tadi memberikan uang pada salah satu dari mereka adalah untuk memanggil temannya yang lain. Wanita gila itu menghabiskan uangnya demi mencari preman yang mau membantunya. Alhasil ada sekitar lima puluh orang baru saja datang kemari dan memergoki dirinya yang bersembunyi.


"Tuan Alex bagaimana dengan tuan besar?"


"Tuan bisa mengatasi nya di dalam."


Alex terkesiap, melihat ternyata bukan hanya preman jalanan yang di sewa Grisa.


Dor... Dor...Buk...


"****.. Brengsek.."


Alex baru tau, ternyata masih ada antek antek Lincoln di sana. Pantas saja, wanita itu berhasil membawa tuannya. Ternyata antek antek Lincoln ada yang masih hidup. Dan Grisa mencari mereka.


"Cel..."


Argh...


Cello mencengkram erat leher Grisa. Mengingat wanita ini tersenyum menjijikan di mobil dan mendorong mobilnya ke jurang bersama istrinya.


Wajah Grisa membiru, lidah nya juga tertarik keluar.


Alex menembak dari mereka dan


Dor...


Ia tersenyum tipis lalu mengode jika ia akan mencari keberadaan tuannya di dalam.


Brakk...


"Tuan..."


Brukk..


Cello menghempaskan tubuh Grisa ke lantai kotor dan dingin. Sedangkan Grisa terkulai tak berdaya. nafasnya terputus putus akibat cengkraman Cello.


"Kita pergi tuan. Bom nya akan meledak."


Cello tersenyum tipis dan berjongkok di depan Grisa.

__ADS_1


"Bukankah berita mengatakan jika kau mati terpanggang dan Bom. Aku akan mengabulkan permintaan mu.."


"Cel" Grisa menggeleng lemah tak berdaya. Tak ada kekuatan lain melain mengedipkan matanya.


__ADS_2